Showing posts with label laporan porto. Show all posts
Showing posts with label laporan porto. Show all posts

Friday, July 5, 2019

My Porto - Juni'19: Best Move in Trade is Doing Nothing (Saham Nyangkut)

Para Sobat Investor, sebelum masuk ke dalam pembahasan mengenai topik kali ini yang cukup menarik. Sedikit Unpopular Opinion, yaitu langkah terbaik adalah tidak melakukan apa-apa untuk kasus saham nyangkut, kita akan bahas perolehan cuan selama setengah tahun di 2019 ini.

Berikut adalah laporan porto penulis. 


O.. ya, laporan porto ini cuma sebagai media evaluasi penulis saja. Akan dipertimbangkan di edisi mendatang, laporan porto ini mungkin akan dipublish di blog tercinta ini secara triwulan saja. Bisa dilihat ada kenaikan capital gain dari bulan Mei ke Juni, meskipun bulan Juni kita memiliki waktu lebih sedikit dalam trading karena satu minggu libur hari raya Idul Fitri. 

Sedikit informasi, Februari akhir 2019 adalah dimana penulis sudah melakukan trading secara mandiri, tidak bergantung pada omongan orang lain. Pada saat itu, dengan sangat terpaksa beberapa porto harus dijual sehingga bisa dilihat gain yang begitu tinggi hingga jutaan. Tentu saja, high gain-high risk. Maret adalah pembelajaran bagi penulis, bagaimana cara memasang sebuah trade, balancing trade, dan lebih penting lagi adalah pemilihan sebuah emiten. Jadi, Maret adalah saat penulis mengevaluasi sistem trading selama ini, berikut perubahan paradigma bahwa trading saham adalah sesuatu hal yang harus dijalankan secara jangka panjang.

Satu hal yang belum diketahui dari para pembaca saya, bahwa meskipun bulan februari gain saya tinggi. Namun, penulis sedang memegang tiga saham yang tidak bisa dijual. Inilah yang terjadi jika kita tidak mengenali saham apa yang kita beli. 

Saham tidak bisa dijual karena bermacam-macam sebab:
- Harga sudah mentok 50 rupiah per saham, sehingga kolom bidnya kosong.  
- Tidak mau jual karena lossnya sudah terlalu tinggi.

Kondisi seperti ini, biasa dikatakan orang sebagai kondisi nyangkut. Tentu saja, hal ini tidak akan terjadi jika kita memegang saham dengan fundamental bagus. Banyak orang tidak bisa bertahan di dunia saham karena ingin mengincar untung yang tinggi tanpa mempertimbangkan resikonya. Untuk bisa untung, paling tidak jangan sampai rugi. Sayangnya, terkadang kosakata rugi ini tidak melintas di kepala kita karena dibutakan oleh ego kita sendiri. Jika dilihat memang, saham-saham dengan fundamental tidak bagus sangat mudah untuk bergerak naik hingga belasan bahkan puluhan persen dalam sehari. Siapa yang tidak mau? Kita biasa menyebut saham ini dengan sebutan saham gorengan. Celakanya, di zaman modern seperti sekarang ini, sistem trading digerakkan secara cepat oleh robot. Kenaikan saham gorengan, bisa menjadi penurunan nilai saham dalam hitungan menit bahkan detik. Akibatnya, banyak orang menjadi nyangkut. 

Nah, oleh karena itulah, penulis menganjurkan untuk mencari saham berfundamental bagus dan meng-average down ketika posisinya turun. Jika terpaksa tidak memiliki modal, jangan melakukan trade. Ingat pelajaran di April 2019cukup satu satu saham saja, salah predik, resiko lossnya besar sekali.

Salah satu hal penting dalam dunia trading adalah Best Move in Trade is Doing Nothing. Jika ragu, jangan melakukan trading. Jika sudah loss, diamkan saja dulu, hingga ketemu sinyal rebound. Seni untuk menahan ketika harga naik dengan tidak terburu-buru jual dan harga turun dengan tidak terburu-buru average down.  
  
Semua harus dilakukan secara otomatis menggunakan order booking, tidak dengan HAKA = Hajar kanan dan HAKI = Hajar kiri. Lepas dari bulan Maret, bisa dilihat, penulis telah sanggup menghasilkan capital gain yang konsisten hingga Juni. Dan porto yang semula minus hingga delapan persen, saat ini tinggal minus dibawah dua. Tiga bulan penulis berusaha mem-balancing porto dengan membuang emiten yang termasuk high risk dan menambah posisi emiten berfundamental bagus.

Salah satu contoh nyata manfaat mencari emiten berfundamental bagus adalah kasus emiten ERAA yang dialami oleh penulis. Penulis telah nyangkut di saham ERAA ini. Sila cek tulisan terdahulu mengenai kasus nyangkutnya penulis di ERAA ==> https://invest-pemula.blogspot.com/2019/05/my-porto-april19.html

Nah, itu posisi ERAA pada APRIL 2019, bagaimana dengan JUNI 2019, bisa dilihat dibawah:

ERAA Chart
ERAA yang sampai menginjak harga dibawah 1000 rupiah, pada akhir JUNI sudah balik lagi ke angka 2000. Ini contoh saham fundamental bagus yang berhasil rebound. Tidak rebound pun, kita masih bisa mendapatkan deviden. 

Mungkin kita tidak akan cepat kaya dengan safe trading, menghindari saham gorengan dsb, namun disisi lain tidak akan cepat bangkrut juga. Namun dari satu trading ke trading yang lainnya, seirig berjalannya waktu, skill kita akan cepat terasah. Income kita akan terus mengalir. Modal trading semakin banyak dan suatu hari kita bisa hidup dengan hanya melakukan trading saja. 

Analisa saham cuma butuh kira-kira paling lama waktu sejam sehari. Gainnya bisa lebih dari investasi macam apapun. Salah satu seni dalam trading, ingat untuk menahan ego kita. The best move sometimes is doing nothing. Let the flow goes.  

Thursday, June 6, 2019

My Porto - Mei'19: Dance With The Market

Jumpa lagi di bahasan mengenai porto mimin. Jika melihat siklus IHSG, maka tahun pemilu adalah tahun dimana IHSG mengalami nilai kenaikan. Mari kita lihat sejarahnya melalui tabel berikut:

1999, 2004, 2009, 2014 - tahun politik. Bisa dilihat IHSG menunjukkan kenaikan jika dibandingkan antara nilai di awal dan akhir tahun tersebut. Nah, Mei 2019 merupakan tahap penetapan pemenang pemilu oleh KPU. Di tengah berbagai macam isu politik, IHSG malah mengalami penurunan yang sangat tajam untuk kemudian berhasil rebound.

IHSG Mei 2019
Bisa dilihat pada indeks IHSG tersebut, di awal Mei 2019 terjadi penurunan hingga hampir setengah bulan lamanya. Dan, pada tanggal 20 Mei 2019 pada akhirnya IHSG berhasil rebound. 

Kenapa kita harus berpatokan pada IHSG, bukankah kita tidak trading IHSG?  
Mimin kira pertanyaan ini banyak sekali yang akan menanyakannya. Tentu saja dalam trading kita patut untuk mempertimbangkan nilai IHSG. Apalagi bagi kawan-kawan yang belum bisa mengalahkan IHSG. Artinya, yield porto saham kawan sekalian, masih belum bisa mengalahkan yield IHSG. Kasarannya, jika IHSG naik 2%, porto kawan sekalian hanya naik 1% saja. 

Perubahan nilai IHSG ibarat menceritakan kondisi pasar. IHSG yang naik dan didukung oleh masuknya dana asing, bisa dikatakan, pasar dalam keadaan yang optimis. Begitu juga sebaliknya. Salah satu hal yang patut kita hindari adalah melawan pasar. Alih-alih melawan pasar, hal yang kudu kita lakukan adalah "Dance With The Market". Pasar itu dinamis, fleksibel dan juga tidak bisa diprediksi. Hal inilah yang membuat siapapun yang masuk pasar bisa untung. Bahkan, pemain veteran pun bisa mengalami kerugian. Belum ada satupun alat yang bisa memprediksi kemana harga saham akan bergerak, bahkan robot sekalipun karena harga yang terbentuk di pasar dipengaruhi oleh sentimen para pelaku pasar.

Jika pada edisi yang lalu, kita temukan contoh bagaimana anjloknya harga saham ERAA. Apa jadinya jika setiap harga turun 5% kita selalu tambah porsi saham kita. Bisa-bisa uang kita bisa habis karena saham ini sudah drop harganya hingga lebih dari 30%. Ingat, aturan sebelumnya: Cukup satu satu saham saja, salah predik, resiko lossnya besar sekali, bisa menghilangkan cuan yang diraih selama berbulan-bulan.

Dance with the Market, dalam penerapannya bisa diartikan:
- Tak ada support dan resisten yang utama. Kita harus siap apabila support dan resisten ini jebol. Dalam bulan Mei, banyak sekali kasus saham yang jebol bawah ditandai penurunan IHSG yang begitu tajam.
- Multiple point entry. Masuk di beberapa titik harga dan ambil cuan pun di beberapa titik harga. Multiple point entry inilah yang merupakan seni dalam trading saham. Jangan beli ataupun jual di satu titik harga saja. Selagi secara TA dan FA masih bagus, kita harus tetap stay di saham tersebut. Trading saham bukanlah sebuah ilmu pengetahuan, melainkan lebih daripada seni. 

Untuk bulan Mei 2019, inilah cuan yang mimin dapatkan.

Nilai angka tersebut belum digabung dengan deviden yang mimin dapatkan. Perlu diketahui, bulan Mei banyak sekali perusahaan yang membagikan deviden. Secara kasar, kalau mimin hitung, deviden yang mimin dapatkan bulan Mei ini lebih dari 300ribu rupiah dengan total delapan perusahaan yang membagikan deviden. Angka ini cuma beda 100ribu rupiah saja dengan cuan yang mimin dapatkan dari capital gain. Maka dari itu, deviden itu penting. Ingat: tujuan kita ber-investasi adalah passive income. Deviden adalah passive income. Maka dari itu, belajar fundamental perusahaan itu penting. 

Kita tidur ngorok, sakit, lumpuh, usia tua renta, tidak bisa berbuat apa-apa, namun tetap bisa dapet duit dari passive income. Siapa yang bisa menebak hari esok. Tidak ada yang tahu, namun satu hal yang pasti adalah manusia hidup akan selalu membutuhkan ongkos dan selagi masih ada kesempatan mari manfaatkan waktu dan kesehatan kita sebaik-baiknya. Dan, ketika kita bisa mentas nantinya, maka kita tidak boleh abai, kita bisa turut menolong orang lain dan menggapai kebahagiaan batin.

Nah, cukup sekelumit yang bisa mimin sampaikan kali ini. Pelajaran kali ini adalah "Dance With the Market". Temukan seni trading anda sendiri.  

Friday, May 10, 2019

My Porto - April'19: Kenali Saham yang Dibeli

Laporan kedua, setelah sebelumnya saya menulis laporan terakhir pada februari 2019. Untuk tautan tulisan terakhir, silahkan klik disini

Well, berikut adalah gain/loss dari porto saham yang sudah realized dengan cut of date April 2019.
Gain/ Loss yang belum realized (floating), tertanggal 5 Mei 2019 adalah minus (-) 2,576,072. Jadi, kira-kira selama empat bulan cuma cuan 1 juta, jika saya jual semua saham saya perhari ini. Namun, yang menarik adalah hampir setengah loss tersebut berasal dari satu saham. Yakni saham ERAA

Mari kita lihat, grafik ERAA seperti yang ditunjukkan dibawah:


Yang bisa disimpulkan dari gambar tersebut adalah ERAA terjun bebas. Pelajaran berharga yang bisa saya petik bahwa cukup satu satu saham saja, salah predik, resiko lossnya besar sekali, bisa menghilangkan cuan yang saya raih selama berbulan-bulan. Saya beli di kisaran 2000 dan berharap balik ke 3000. Namun naas, malah anjlok hingga ke 1000. Nilai rata-rata beli saya adalah di sekitar 1700. Masih saya hold. Tentu saja, masih fokus nyari cuan di saham lain, untuk nambah porsi ERAA ketika harganya lebih drop lagi. Tanpa adanya Money Management, tentu saya tidak akan bertahan lebih lama di dunia saham. 

Saya masih hold, karena ERAA fundamental bagus dan juga masih memberikan deviden. Ini yang juga penting, kenali perusahaannya. Jadi, kita tidak perlu kuatir terlalu banyak ketika harganya drop. Target harga ERAA menurut stockbit.com adalah sekitar 1900, per tanggal 10 Mei 2019.

   
Nah, saya akan update terus mengenai ERAA, sampai berapa lama saya bisa lepas dari ERAA. Selain hal tersebut, report kali ini, juga menyinggung mengenai cara trading saya yang juga berubah. Saya adalah trader-investor paruh waktu. Selama ini, saya hanya trading ketika waktu off duty. Saya bekerja di proyek dimana jadwal on-offnya adalah 2 minggu. Ketika masuk kerja, saya jual semua. Dua minggu, ketika libur awal, saya borong saham. Hal inilah yang membuat gain/loss pada bulan Februari 2019, sangat tinggi karena saya jual semua dan pada Maret 2019, sangat rendah karena saya waktunya beli dan saya tidak sempat jual karena indeks IHSG yang merosot. Jika saya jual semua saham saya pada bulan Maret, maka hasilnya realized adalah minus.

Mulai April, saya memakai sistem trading harian. Malam hari, saya pakai order booking otomatis untuk jual beli saham. Dengan cara ini, saya bisa trading tiap hari, meskipun siangnya bekerja. Dan, saya sudah cuan 500 ribu rupiah. Cukup bagus.

Cukup sekian laporan porto saham untuk edisi April 2019. Bisa kita tarik pelajaran, yakni:
- Money Management penting. Cukup satu satu saham saja, salah predik, resiko lossnya besar sekali, bisa menghilangkan cuan yang diraih selama berbulan-bulan.
- Kenali perusahaannya ketika membeli saham. Ketika harga turun, kita tidak terlalu was-was. Bisa kita tambah porsi ketika turun. Artinya, harga sahamnya masih lebih murah jika dibandingkan secara riil bisnis yang dijalankan. Tentu saja kita bisa melakukan cut loss sebagai opsi lain jika kita siap menanggung kerugian. 

Selama prinsip Money Management kita pegang, kita masih bisa bertahan di dunia saham. Money Management akan membuat kita tidak kehabisan peluru untuk terus berburu saham yang kita inginkan. Prinsip sukses di dunia saham, menurut keyakinan saya adalah "Jangan Bangkrut" yang dimulai dari kehabisan uang sebagai peluru untuk membeli saham. Jika uang kita habis, pada akhirnya kita akan terpaksa menjual saham yang kita miliki dan naasnya adalah jika saham tersebut dalam keadaan minus. Yang artinya, modal kita berkurang. Kita bisa injek modal lagi, namun jika kita tidak belajar mengelola modal kita yang sudah ditanam di saham dengan money management, siap-siap saja, kita akan semakin terperosok dan modal kita tidak akan bisa kembali. 

Popular Posts