Sunday, November 23, 2025
Tidak Mengejar Momentum
Wednesday, August 17, 2022
Waktu Chronos & Kairos di Bursa Saham
Ada dua cara dalam menganalisa sebuah saham, yakni analisa yang bersifat kualitatif dan juga analisa yang bersifat kuantitatif. Analisa kuantitatif dan kualitatif bukanlah sesuatu untuk diperdebatkan maupun dibanding-bandingkan, tetapi dua-duanya saling melengkapi satu-sama lain.
Dalam teori relatifitas, dikatakan waktu
bersifat relatif. Artinya, adalah seberapa cepat waktu berjalan tergantung
daripada apa yang kita jadikan sebagai acuan. Mitologi Yunani mengatakan waktu
bisa dipandang dari dua hal, yakni kuantitatif (chronos) dan juga kualitatif (kairos).
Chronos mengukur seberapa besar waktu berjalan.
1 jam, satu hari, satu tahun, satu decade. Kairos mengukur seberapa penting sebuah
episode waktu. Kairos (atau Caerus) adalah juga merupakan salah satu dewa Yunani
yang melambangkan kesempatan, keberuntungan. Ada sebuah alegori yang menyatakan
hari-hari/ minggu-minggu penting dalam suatu periode waktu bisa mengubah
sejarah hingga beberapa decade kedepan.
Seperti kisah kemerdekaan negara kita, dimana
terjadi penculikan founding-father yang bertujuan untuk mendesak dan segera
mengumumkan proklamasi kemerdekaan kepada seluruh rakyat akibat kekosongan
kekuasaan karena Jepang menyerah kepada sekutu. Sebuah peristiwa bersejarah
yang mengubah nasib sebuah bangsa. Kairos Moment.
Hal yang demikian juga banyak terjadi di saham.
Bagaimana saham farmasi naik tinggi ketika covid, betapa saham bank mini naik
tinggi karena aturan bank digital. Betapa saham barubara naik tinggi akibat
perang yang terjadi antara Rusia-Ukraina.
Untuk bisa menggenggam waktu Kairos, kita harus
melepaskan kecemasan kita di waktu chronos. Masa depan tidak dapat kita
prediksi. Membayangkan apa yang ingin kita raih di masa depan adalah sesuatu
yang menakutkan bagi manusia. Sama, seperti ketika membeli RAJA di bawah 200,
siapa yang berpikir bahwa saham ini bisa tembus 1000.
Caranya adalah dengan komitmen. Contohnya, jika
kita ingin bisa push-up 100x dalam satu waktu. Kita komitmen tiap hari, lakukan
push-up misalkan 10x. Jika, 10x sudah gampang kita lakukan, naikkan 20x.
Selangkah demi selangkah, hingga pada akhirnya tercapai 100x. Gol-gol kecil
hari demi hari kita capai, hingga pada akhirnya kita bisa capai gol yang besar.
Sama seperti di saham, kita cari saham yang
berfundamental bagus (kuantitatif) di saat pasar tidak mengapresiasinya
(kualitatif). Biarkan waktu chronos yang mengubah persepsi pasar hingga kita mendapatkan
waktu Kairos ketika saham kita naik.
Tuesday, August 16, 2022
Istilah (Manipulasi) Transaksi Jual-Beli di Pasar Saham
a) Perdagangan Terselubung adalah
perdagangan/transaksi jual beli saham yang disamarkan/ditutupi oleh individu
dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan secara melawan hukum,
b)
Perdagangan Semu adalah transaksi yang terjadi antara pihak pembeli dan penjual
yang tidak menimbulkan perubahan kepemilikan dan/atau manfaatnya (beneficiary
of ownership) atas transaksi saham dengan tujuan untuk membentuk harga naik,
turun, atau tetap dengan memberi kesan seolah-olah harga terbentuk melalui
transaksi yang wajar
c)
Transaksi Crossing Saham adalah transaksi negosiasi yang merupakan kesepakatan
antara 2 (dua) pihak yang difasilitasi oleh satu Anggota Bursa atau Broker yang
sama, karena para pihak yang bersepakat tersebut merupakan nasabah dari Anggota
Bursa atau broker yang sama tersebut.
d)
Manipulasi Harga/Pasar adalah aktivitas satu atau beberapa pihak untuk
menciptakan harga pasar yang semu (artificial), dengan tujuan untuk menciptakan
gambaran semu atau menyesatkan mengenai kegiatan perdagangan, keadaan pasar
atau harga Efek di Bursa Efek.
e)
Insider Trading adalah suatu praktik ilegal dalam dunia investasi, di mana
seorang investor mendapat suatu informasi yang pasti perihal peluang keuntungan
dalam transaksi jual beli saham.
f)
Pre-Arranged Trading adalah transaksi di pasar Reguler yang terjadi melalui
pemasangan order beli dan jual pada rentang waktu yang hampir bersamaan yang
terjadi karena adanya perjanjian antara pembeli dan penjual sebelumnya dengan
tujuan untuk membentuk harga (naik, turun atau tetap) atau kepentingan lainnya
baik di dalam maupun di luar bursa.
g)
Alternate Trading adalah Transaksi dari sekelompok pihak tertentu dengan peran
sebagai pembeli dan penjual secara bergantian serta dilakukan dengan volume
yang berkesan wajar dengan tujuan untuk memberi kesan bahwa suatu efek aktif
diperdagangkan.
h)
Creating fake Demand/Supply adalah adanya 1 (satu) atau lebih pihak tertentu
melakukan pemasangan order beli/jual pada level harga terbaik, tetapi jika
order beli/jual yang dipasang sudah mencapai best price maka order tersebut
di-delete atau di-amend (baik dalam jumlahnya dan/atau diturunkan level
harganya) secara berulang kali dengan tujuan untuk memberi kesan kepada pasar
seolah-olah terdapat demand/supply yang tinggi sehingga pasar terpengaruh untuk
membeli/menjual
i)
Layering adalah memasukkan banyak order di berbagai level harga dengan tujuan
untuk memberi kesan kepada pasar seolah-olah terdapat demand/supply yang tinggi
sehingga pasar terpengaruh untuk membeli/menjual
j)
Cornering the market adalah membeli efek dalam jumlah besar sehingga dapat
menguasai pasar (menyudutkan pasar).
k)
Marking the Close adalah merekayasa harga permintaan atau penawaran efek pada
saat atau mendekati saat penutupan perdagangan dengan tujuan membentuk harga
efek atau harga pembukuan yang lebih tinggi pada hari perdagangan berikutnya.
l)
Penipuan/Fraud adalah membuat suatu pernyataan yang tidak benar mengenai fakta
material sehingga investor tidak mengetahui keadaan yang sebenarnya dengan
maksud menguntungkan diri sendiri dan pihak lain, atau menghindarkan kerugian
untuk diri sendiri atau pihak lain, atau dengan tujuan mempengaruhi pihak lain
untuk membeli atau menjual efek
* Disadur dari aturan kompetisi trading MiraeAsset
Friday, January 1, 2021
Strategi di Bursa Saham
Sunday, December 20, 2020
Ayo Main Saham
Thursday, December 10, 2020
[Report]: Bagger Saham $ICON
| Berita $ICON di Kontan |
| ARA Saham $ICON |
Sunday, December 6, 2020
Ular - Tangga di Bursa Saham
![]() |
| Ular Tangga Finansial |
Saturday, October 24, 2020
Leading dan Lagging Indikator Sebagai Sinyal ketika Trading di Bursa Saham (Teori)
Tuesday, October 20, 2020
Psikologi Trading: Menghajar Ketidakpastian di Bursa
Selain perasaan FOMO, yang pernah dibahas pada tulisan yang lalu, salah satu hal yang sering terjadi adalah perasaan down ketika saham yang kita prediksikan tidak sesuai dengan kenyataan. Dalam hal ini, misalkan saham yang kita buy, dengan harapan harganya akan naik, malah nyatanya turun.
Perasaan down jika tidak di manage dengan baik, maka pengaruhnya malah akan bertambah signifikan. Segala sesuatu yang ada di sekitar kita, tidak akan pernah berpengaruh kepada diri kita kalau kita tidak memberikan reaksi kepada sesuatu tersebut. Reaksi yang kita berikan pada sesuatu tersebut tergantung dari posisi kita. Kesadaran dalam hal mendeteksi mengapa kita bereaksi terhadap suatu trigger tertentu adalah sebuah langkah awal untuk mengembangkan diri.Kita mengembangkan diri bukan karena kita adalah seorang pecundang. Tidak sedikit yang menghubungkan kegagalan itu dengan nilai diri. Jika halnya demikian, tidak usah kaget ketika kita merasa putus asa ketika gagal karena pemikiran kita demikian. Kita kenal hukum pareto 20/80. Hal yang sedikit bisa mempengaruhi yang banyak. Perspektif atau paradigma berpikir kitalah yang menentukan bagaimana kita melakukan segala sesuatu.
Kita butuh mengembangkan diri karena hidup ini begitu kompleks. Dalam skala trading, misalnya, kita butuh mempelajari teknik analisa fundamental, teknikal, bandarmologi dan sebagainya. Hal ini sebagai cara agar kita bisa menavigasi posisi trading kita dengan baik, berdasarkan arah angin, mau harga naik ke utara, atau turun ke selatan.
Tentu saja kita akan menemui masalah ketika kita mengembangkan diri. Ketika menghadapi sebuah masalah, bukan dengan cara kita bergelut dengan masalah tersebut. Masalah itu kadang hanya sebagai gejala saja atas sesuatu yang kita abaikan. Ketika kita menekan sesuatu yang harusnya kita keluarkan, maka ia akan menjadi kompulsif dan keluar dalam bentuk lain. Hal ini yang kemudian kita sebut sebagai masalah, padahal hal itu hanya gejala saja.
Untuk menghadapinya adalah dengan cara kita berusaha jujur dengan diri kita sendiri. Misalkan, ketika kita membeli saham A, namun sahamnya anjlok. Kita rugi. Ya, kita harus jujur kalau ternyata kita salah prediksi sebanyak apapun ilmu yang sudah kita pelajari. Kalau kita masih jengkel terhadap orang yang tebar fear ataupun pom-pom, berarti kita belum sepenuhnya percaya dengan analisa sendiri. Kita masih butuh banyak belajar dan menambah jam terbang.
Dalam trading, ada juga kasus "fat tail" artinya perusahaan bagus, namun sedang dalam fase mark-down. Nah, jika kita sudah masuk sayang untuk dijual. Kita masih bisa mendapatkan devidennya dan tambah posisi di waktu yang tepat. Cara agar supaya kita bisa menahan kerugian adalah dengan cara memakai uang dingin. Uang dingin ini adalah harus berasal dari hasil investasi kita di aset yang lain. Jadi, dalam pikiran kita, sebenarnya kita berinvestasi secara gratis.
Kesimpulannya ==> Cara untuk menghajar ketidakpastian di bursa:
1. Dengan banyak bereksperimen
2. Diversifikasi untuk melindungi nilai
Thursday, October 15, 2020
Tribalisme di Bursa Saham
Kita ambil satu contoh: Tidak jarang kita temui, si A menyampaikan sebuah opini bahwa suatu saham ABC berpotensi untuk turun, namun dengan mudahnya banyak pihak mengklaim bahwa pernyataan si A hanya bermaksud untuk "tebar fear" atau ia sudah "ketinggalan kereta".
Dari sudut pandang si pembuat medium, yakni pemilik sosial media, tentu hal yang menimbulkan konflik ini bisa memberikan nilai plus bagi platform mereka. Hal ini dikarenakan dengan adanya perdebatan antara dua kubu tersebut misalnya, malah bisa menambah retensi orang dalam mengakses sosial media tersebut.
Masalahnya adalah apa yang diperdebatkan tidak dalam upaya untuk mencari sebuah sudut pandang baru, namun lebih ke arah tribalisme. Inilah yang salah satunya terjadi di bursa saham. Ketika si A menyampaikan informasi mengenai saham ABC, apakah kita lebih banyak menilai tentang kualitas informasi yang disampaikan atau malah kita lebih banyak ingin bereaksi mengenai maksud di balik informasi tersebut karena kita juga mempunyai kepentingan di saham tersebut.
Kita tidak pernah tahu pasti masa depan sebuah perusahaan. Analisa teknikal maupun fundamental hanya sebagai dasar strategi. Di bursa saham, kita sebenarnya hanya setor modal saja, masa depan perusahaan bergantung daripada bagaimana management mengelola perusahaan tersebut. Jadi, ketika ada seseorang yang "tebar fear" maupun "pompom", kita harus melatih sikap kita untuk tidak bersikap reaktif terhadap orang tersebut. Tetap bersikap terbuka dan cari informasi yang dianggap penting.
Dalam bursa, kita tidak selamanya harus bersikap sama dalam suatu saham karena perusahaan itu bersifat dinamis. Oleh karena itu, strategi kita juga harus fleksibel. Bisa jadi kita ingin investasi lama di sebuah perusahaan, namun ternyata perusahaan mengalami sebuah masalah di kemudian hari. Dalam hal ini, strategi kita juga harus menyesuaikan. Inilah mengapa, profesional pun juga bisa salah di bursa.
Sunday, October 11, 2020
Bagaimana Supaya Perasaan Fear Of Missing Out (FOMO) Lebih Terkendali Ketika Trading?
Fear Of Missing Out (FOMO) adalah sebuah ilusi. Begitu cepat kita menyimpulkan sesuatu dengan hanya sekedar melihat dari potongan hal terkecil yang terjadi pada saat itu. Umpamanya disini adalah kenaikan harga saham dalam short term, padahal secara long term, tren harga sebuah saham masih bearish.
![]() |
| FoMO Experience |
Hal ini terjadi karena kita masih terlalu mengandalkan stimulasi eksternal untuk segala apa yang kita ingin lakukan. Ini pertanda bahwa kita masih mengandalkan perasaan kita untuk mengambil alih diri kita dalam mengambil sebuah keputusan, daripada mencoba memahami apa yang saat itu tengah terjadi.
Orang juga menggunakan perasaan untuk menghindari konflik. Seperti misalkan, kita tidak ingin mengatakan masakan istri kita tidak enak karena takut hal tersebut akan menyakiti hati istri kita. Kita menolak untuk mengatakan hal yang sejujurnya karena akan konsekuensi yang terjadi.
Jadi, kita tidak bisa memegang dua hal yang sebenarnya bertolak belakang, tanpa kita menyembunyikan kebohongan diantara keduanya. Maka, ketika kita mengalami perasaan FOMO, kita harus menyadari bahwa ada sesuatu yang tersembunyi yang sebenarnya perlu diselesaikan pada diri kita.
Itulah mengapa psikologi dalam trading merupakan hal penting yang harus dimiliki. Lebih penting daripada metode dan money management. Psikologi yang baik akan membuat awareness kita menjadi lebih sensitif dan tidak mudah terpengaruh adanya pom-pom maupun tebar fear yang dilakukan oleh orang lain agar tidak terbawa perasaan FOMO. Meskipun demikian, kita juga wajib terbuka terhadap segala perkembangan informasi. Menjadi pribadi yang teguh, tapi juga open minded.
Friday, October 9, 2020
Metode Vs Peluang dalam Trading Saham
Jika ada sebuah koin, misalkan gambar kepala di satu sisi dan gambar buntut di sisi yang lainnya. Koin ini dilempar sebanyak 99 kali dan ternyata sebanyak 99 kali juga menunjukkan gambar yang muncul adalah gambar kepala. Pertanyaannya adalah ketika lemparan ke 100, berapakah kemungkinan koin akan menunjukkan gambar kepala?
Logika akan mengatakan kepada kita bahwa peluang gambar yang muncul di koin adalah gambar kepala sebanyak 50:50. Kita seolah mengabaikan fakta bahwa 99x kali dilempar menunjukkan gambar kepala.
Ini jelas pasti ada sesuatu yang tidak beres dalam koin tersebut. Sangatlah tidak mungkin, sebuah koin yang dilempar hingga 99x dengan peluang 50:50 akan menghasilkan hasil yang sama. Disinilah, ilmu pengetahuan tidak semua bisa menjawab segala problematika. Hanya orang yang terlibat secara langsung yang mengetahui bagaimana sistem bekerja.
Begitupun juga dalam trading, hanya orang yang terlibat dalam tradinglah yang mengetahui bagaimana sebuah harga itu terbentuk. Pasar bursa bersifat acak, tidak terkontrol. Tetapi, bukan berarti kita tidak bisa memprediksi kemana harga saham akan melaju.
Banyak sekali metode yang bisa kita gunakan dalam memprediksi harga sebuah saham, tetapi sebenarnya hal yang paling penting sekali adalah peluang prediksi tersebut. Jika sebuah harga saham pernah di angka gocap, maka tentu saja peluang harga saham tersebut balik ke angka gocap juga besar.
Betapa canggihpun metode yang kita gunakan, jika peluangnya kecil, maka akan sulit untuk terkonversi sesuai dengan hasil yang kita inginkan. Inilah mengapa kita harus fokus kepada saham-saham yang memiliki peluang besar harganya untuk naik kembali. Metode akan menunjukkan bahwa apakah kita berada pada timing yang tepat ketika melakukan entry pada saham tersebut.
Saturday, October 3, 2020
Tidak Takut Nyangkut di Saham Fundamental Bagus, Tapi Selalu Stalking Harga
Banyak media mengatakan, sekitar 90% trader mengalami kegagalan. Namun, nyatanya dari hari ke hari semakin banyak saja yang terjun ke dunia saham. Kalau tidak percaya, silahkan cek berita dari media KOMPAS berikut. Jika dilihat kembali, ternyata yang membuat artikel berjuluk "90% trader mengalami kegagalan" adalah kebanyakan operator yang juga menyediakan layanan sistem trading.
Tentu ada alasan mengapa para operator layanan tersebut mengatakan hal yang demikian sebagai bagian dari strategi marketing mereka. Hal ini bisa terlihat di saham-saham yang sedang trending pada masanya, yang biasanya adalah saham-saham yang telah mengalami kenaikan yang cukup panjang. Dan, tak lama setelah itu mengalami kejatuhan harga. Mimin ingat tulisan seorang senior, yang mengatakan beli saham tidak seperti beli bahan pangan. Kita beli bahan pangan, atas dasar faktor kebutuhan. Barangnya habis karena kita konsumsi. Jadi, jika banyak permintaan, maka harganya naik. Hal ini tidak berlaku di saham. Kita beli saham, bukan untuk dikonsumsi. Tetapi, untuk dijual kembali ke harga yang lebih tinggi. Pada awalnya, kita gak butuh saham. Gak tertarik karena bukan bagian dari kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Bagaimana supaya tiba-tiba kita tertarik untuk membeli saham? Tentu, yang dibutuhkan adalah Stimulasi.Stimulasi bahwa dengan membeli saham akan menghasilkan return yang besar. Lebih besar daripada sekedar deposito di Bank. Hal inilah yang kebanyakan menarik minat banyak orang untuk terjun ke dalam dunia saham. Ketika orang sudah masuk dengan tanpa memikirkan resiko, tinggal tunggu waktu saja maka mereka akan mengalami kerugian. Faktor ketakutan inilah yang salah satunya kemudian jadi bahan marketing penyedia layanan saham. Orang menjadi tertarik untuk mengikuti layanan tersebut. Stimulasi dari dua ekstrim yang berbeda: kesenangan dan ketakukan. Satu sisi yang merupakan bagian dari satu koin yang sama.
Jadi, pikiran manusia itu sebenarnya kongruen. Ia akan selalu kembali ke arah homeostatis. Ke sesuatu yang familiar bagi alam dirinya dan inilah yang terjadi pada kebanyakan orang. Mereka merasa nyaman dengan diri mereka. Ketika ada orang yang kedudukannya lebih tinggi dari mereka, mereka akan mengolok-olok orang tersebut. Hal ini dilakukan untuk membuktikan bagi diri mereka sendiri bahwa orang tersebut derajatnya sama dengan mereka. Orang-orang besar itu juga memiliki banyak pembenci, meskipun di sudut yang lain banyak juga pencintanya.
Nah, jadi jangan heran ketika mereka bilang tidak takut nyangkut di saham fundamental bagus, tetapi selalu stalking mengenai harganya. Perusahaan bagus tidak perlu di pom-pom. Apalagi bilang kemana-mana mau "all in" jika saham turun harganya ketika hal yang tidak sependapat dengan dirinya. Orang yang sudah yakin, tidak hanya merasa yakin, tidak perlu pembuktian dari seluruh dunia. Ia puas dengan apa yang ia lakukan dan cukup dengan dirinya.
Salam
Thursday, October 1, 2020
Seberapa dalam Saham $TLKM bisa Anjlok?
Ketika posting ini dibuat, pada 1 October 2020, PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk atau dalam tickernya disebut dengan TLKM sedang mengalami down trend. Sebagaimana diketahui, TLKM merupakan perusahaan yang menawarkan layanan komunikasi dan jaringan dan merupakan market leader di bidangnya.
Kita tidak perlu bahas fundamental TLKM. Tiap tahun TLKM selalu membagikan deviden. Ini menunjukkan bahwa perusahaan sehat. Saat tulisan ini dibuat posisi TLKM berada di harga 2560. Kalau kita memakai alat valuasi yang disediakan oleh stockbit, maka target price TLKM adalah sekitar 3500 atau memiliki margin of safety sekitar 38%. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah kenapa saham TLKM masih turun?Saham ini menjadi trending di media stockbit karena harganya yang terus meluncur turun. Hal ini tentu saja menarik minat para penggiat pasar saham mengingat intrinsik valuenya yang tidak tercermin di harga pasar pada saat ini. Tetapi, pertanyaannya kemudian, seberapa besarkah saham ini meluncur turun? Ini menjadi sebuah tanda tanya yang besar.
Jika kita tidak bersabar, nyangkut di saham ini bukan sebuah hal yang tidak mungkin. Mungkin kita berpikir tidak apa-apa nyangkut di saham berfundamental bagus seperti TLKM. Namun, jika bisa menawar pada harga yang serendah mungkin dan memanfaatkan cash yang ada pada saat ini untuk ditaruh pada saham-saham yang akan/ sedang mengalami kenaikan kenapa tidak.
Mimin tertarik untuk memprediksi TLKM dengan menggunakan teori volume transaksi yang dihasilkan pada periode waktu tertentu. Tentu akan sangat sulit jika jangka periodenya pendek. Hal ini dikarenakan TLKM ini termasuk saham yang liquid dimana volume transaksinya antara satu sama lainnya sama.
![]() |
| Chart TLKM |
Tuesday, September 29, 2020
(Tidak Pernah) Kapok Main Saham Gorengan
Sunday, September 27, 2020
Atur Ulang Sikap dengan Lebih Baik Ketika Nyangkut di Saham
Ketika kita nyangkut di saham, otomatis menggambarkan bahwa analisa kita salah terhadap prediksi saham tersebut di masa depan. Mimin kasih contoh saham $TLKM.
| Konsolidasi saham $TLKM |
19 Juli 2020, prediksi mengenai harga $TLKM telah mimin buat. Jika dilihat dari pembentukan harga ketika itu, $TLKM memiliki pola descending triangle. Emiten ini berada dalam fase konsolidasi atau antisipasi. Harga $TLKM ketika itu masih di 3060.
Hal yang menarik adalah poling dari prediksi tersebut menunjukkan hampir 50:50. 54% berharap harga $TLKM turun, sedangkan 46% berharap harga $TLKM naik. Sebagian besar waktu, market akan berada dalam fase konsolidasi. Perbandingannya antara 70% berada dalam fase konsolidasi dan 30% berada dalam fase tren.
Mengambil posisi pada waktu konsolidasi dianggap lebih baik karena ketika lompat ke atas, maka akan mendapatkan gain yang tinggi dan menghindari false break-out ketika saham naik, apalagi di pasar yang sedang tren turun.
Nah, persoalannya adalah ketika prediksi kita salah. Ternyata saham malah turun. Per-hari ini (27 Sept 2020), harga $TLKM sudah menyentuh angka di bawah 2700 per lembar saham.
Bagaimana mengatur ulang sikap anda ketika nyangkut di sebuah saham? Hal ini harus sobat lakukan karena anda sudah salah dalam menganalisa pergerakan harga.
Friday, September 25, 2020
Wyckoff Method - Akumulasi
| Metode Wyckoff - Anatomi Akumulasi |
Sunday, April 12, 2020
Wyckoff Method - Distribusi
| Anatomi distribusi Wyckoff tanpa tipuan |
| Anatomi distribusi Wyckoff dengan tipuan |
Wednesday, April 8, 2020
Cara Monitor Saham yang Dibeli
![]() |
| Monitor Saham |
| Item list dalam tabel monitor saham |
Tuesday, April 7, 2020
[Report] Average Down Untuk Keluar dari Nyangkut di Saham
![]() |
| Saham WIIM sebelum dibeli |
| Saham Wiim setelah dibeli |
| Average down untuk lolos dari Saham WIIM |
Popular Posts
-
Pada kali ini saya akan bercerita mengenai penukaran poin di Toluna . Bagi kawan-kawan pengunjung setia ourinternetmarket.blogspot.com yang...
-
Pada kesempatan kali ini, mimin akan menerangkan metode Wyckoff untuk menjelaskan mengenai pola distribusi pada sebuah saham. Metode Wyckof...
-
Bosan dengan survei yang tak kunjung mencapai poin minimal untuk dibayar dan sering mengalami error saat survei? Toluna, survei alternati...












