Saturday, February 8, 2020

Fee yang dikenakan ke Trader

Sobat investor, trading itu ya gak gratis. Ada biaya-biaya yang dikenakan pada pelaku pasar. Besarnya bervariasi antara satu sekuritas yang satu dan yang lainnya. Jangankan beda sekuritas, dalam satu sekuritas pun biayanya bisa lain antara satu nasabah dengan nasabah yang lainnya. 

Maka ketika anda masuk ke dalam sebuah saham, anda harus yakin bahwa anda tidak akan rugi. Seberapa pun anjlok harga saham anda, at the end of the day, anda harus cuan. Caranya tentu bisa bermacam-macam, bisa lewat diversifikasi porto, artinya biarlah yang satu ini rugi, tetapi yang lainnya harus cuan. Sehingga, secara net anda masih cuan.

Banyak cara lainnya, tetapi satu yang kita pahami dan akan dibahas pada posting kali ini adalah bahwa begitu kita masuk ke dalam sebuah trade, maka posisi kita adalah rugi.
Fee yang dikenakan ke trader, atau bisa mimin sebut sebagai nasabah sekuritas ditarik oleh:
1. Bursa Indonesia beserta instansi yang terkait
2. Broker atau sekuritas
3. Lembaga pajak

Berikut adalah detail dari fee berdasarkan besar penarikan dari tiap badan bursa, tidak termasuk jasa broker berdasarkan sumber informasi dari https://www.idx.co.id/investor/mekanisme-perdagangan/
Fee jual beli emiten kepada anggota bursa
Nah, jika misalkan, broker anda meminta 0,15% fee beli di pasar reguler dengan sudah termasuk biaya ke bursa dan juga pajak, maka sebenarnya margin keuntungan yang didapat oleh broker adalah 0,15%-0,043% = 0,107% per transaksi. Ini belum termasuk ketika anda ingin menjual. 

Total keseluruhan biaya jual beli di pasar reguler adalah sekitar 0,186 (belum termasuk biaya broker). Jika termasuk biaya broker, bisa mencapai minimal 0,4% per transaksi, dengan estimasi biaya beli 0,15% dan biaya jual 0,25%. 

Minimum, untuk merasakan impas saja, anda harus menjual suatu emiten dengan kenaikan sebesar 0,4%. Mengacu pada posting mimin terdahulu mengenai lot dan tick, untuk emiten dengan harga sampai dengan seribu rupiah, agar bisa impas, cuma butuh satu tick kenaikan. Lebih dari seribu rupiah,butuh tick lebih dari satu supaya bisa keluar impas.

Tentu kita tidak akan menjual dengan hanya naik satu tick saja. Pastinya, akan dijual ketika naik minimal 2%. Ataupun, jikalau turun, pasti akan dijual ketika kita sudah merasa tidak cocok dengan saham yang kita pegang.

Nah, ketika kita sudah mengetahui hal tersebut, langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa uang yang kita miliki masih mencukupi untuk dipergunakan transaksi dengan menghitung fee beli. 

Misalkan beli saham A seharga 1000 rupiah dengan total 100 lot. 
Total yang dikeluarkan 1000 X 100 X 100 = 10.000.000. 
Biaya fee beli 0,0015 X 10.000.000 = 15.000

Maka, dalam transaksi tersebut kita harus menyediakan uang  10.015.000. Jika uang kita kurang, maka akan masuk sebagai utang ke broker. 

Mudah-mudahan cukup bisa dipahami. Ketika anda jual pun, jangan lupa juga ada fee yang harus dibayar, maka ketika anda mendapatkan hasil jual yang tidak sesuai dengan ekspektasi anda, itu karena terpotong fee. Apalagi ketika harus jual rugi.

Mudah-mudahan dengan tulisan ini akan membantu para Sobat investor untuk bisa lebih menggali lagi bagaimana caranya trading secara smart sehingga resiko rugi dapat kita minimalisir. 

Salam 

Friday, February 7, 2020

Menyiapkan Strategi untuk Pensiun Dini dari Bursa melalui RDPU

Passive income merupakan sebuah hal yang diidam-idamkan oleh banyak orang. Mulai di banyak seminar kewirausahaan, di tiap institusi keuangan, namanya santer diperbincangkan dan hidup kita dianggap berhasil jika bisa mampu meraihnya.

Sobat investor, passive income ini tak pelak menjadi definisi baru dari sebuah kemakmuran hidup. Salah satu strategi yang bisa dilakukan untuk mendapatkan pasive income di dunia modern ini adalah dengan berinvestasi. 

Pensiun Dini
Investasi artinya adalah kita menggunakan uang kita sebagai alat untuk menghasilkan uang lebih banyak lagi. Entah itu dengan cara membuat bisnis baru, dititipkan ke dalam lembaga institusi keuangan, maupun dengan membeli sebuah aset yang nilainya bisa terus bertambah di kemudian hari.

Salah satu cara yang paling mudah adalah dengan dititipkan ke dalam lembaga institusi lain, baik itu bank maupun lembaga sekuritas untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan. Cara ini termasuk beresiko rendah sehingga Sobat investor tidak perlu merasa kuatir dan tidak perlu untuk melakukan maintain jika dibandingkan ketika sobat investor harus mengelola sebuah aset.

Tentu saja resiko berbanding lurus dengan gain. Semakin tinggi resiko, semakin tinggi juga gain. Oleh karena itu, kita ambil saja investasi yang aman supaya return yang dihasilkan stabil dan tidak menghadirkan kecemasan.

Salah satu yang paling aman adalah reksadana pasar uang atau biasa disingkat RDPU. RDPU adalah jenis reksadana yang portonya berisi deposito dan terkadang obligasi dengan jangka tempo pembayaran kurang dari satu tahun. 

Investasikan uang kamu di RDPU pada MI yang memiliki tingkat pengelolaan aset yang tinggi dan returnnya cenderung stabil. Berapa besarnya? Sesuai dengan return yang kamu kehendaki. Misalnya, jika dihitung-hitung kebutuhan kamu selama satu bulan adalah sekitar 3 juta rupiah. Untuk menghasilkan uang 3 juta rupiah butuh investasi sebesar 500juta rupiah. Maka target investasi kamu adalah sebesar 500 juta rupiah di RDPU.

Nah, 3juta ini adalah dana yang bisa sobat investor ambil tiap bulan tanpa mengurangi aset yang kamu miliki. Lebihkan dikit investasi kamu supaya meskipun tiap bulan diambil, aset tidak tergerus oleh pencuri yang dinamakan inflasi.

500 juta bukan angka yang sedikit, tapi ini bisa menjadi tantangan bagi sobat investor untuk terus memotivasi diri dan berjuang untuk meraih angka tersebut. Kita akan belajar dan berjuang bersama-sama dengan tulisan yang akan selalu mimin berusaha hadirkan di blog ini. 

Mari berjuang mewujudkannya.

Tuesday, February 4, 2020

Cuan Lebih di RD Proteksi - Alternatif Surat Utang Negara

Sobat investor mungkin pernah mendengar ataupun tahu mengenai SBR atau saving bond ritel. SBR ini merupakan salah satu surat utang yang dikeluarkan oleh negara yang bisa dibeli oleh ritel. Selain SBR, ada juga versi bentuk surat utang lainnya yang juga dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia yang bisa sobat investor beli, yakni ST atau sukuk tabungan, yang bersifat syariah dan juga ORI atau obligasi negara ritel. ORI ini hampir sama dengan SBR, namun kelebihan dari ORI adalah bisa diperjualbelikan di sekunder. 

Surat utang negara memiliki tingkat resiko rendah karena produk daripada negara. Surat utang negara ini menjadi menarik untuk dimiliki karena iming-imingnya adalah kupon bunga yang dibayarkan tiap bulan lebih besar daripada tingkat deposito. Meskipun demikian, kita tidak bisa mengambil pokok pinjaman sewaktu-waktu seperti halnya deposito. Ada tenor minimal dua tahun dengan opsi early redemption 50% pada tahun pertama. Berikut adalah grafik kupon bunga SBR dari waktu ke waktu yang dikeluarkan oleh pemerintah:

Tingkat kupon bunga SBR dari waktu ke waktu mengalami penurunan

Nah, bisa dipahami bahwa SBR ini dari waktu ke waktu juga mengalami penurunan tergantung dari keadaan ekonomi dan menyesuaikan kondisi global yang terjadi pada saat itu. Ada salah satu alternatif pilihan jika Sobat investor meng-inginkan produk investasi layaknya surat utang atau obligasi, resiko rendah dengan kupon bunga yang lebih tinggi daripada SBR.

Jawabannya adalah Reksadana (RD) proteksi. RD proteksi adalah RD yang isinya merupakan obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan dengan tenor waktu tertentu. Biasanya pembagian kupon akan dilakukan tiga bulan sekali. Nah biasanya nilai kupon bunganya lebih tinggi daripada surat utang yang dikeluarkan oleh negara. Secara logika, jika surat utang yang dikeluarkan oleh perusahaan nilainya lebih rendah daripada yang dikeluarkan oleh negara, maka orang akan lebih memilih untuk ambil surat utang negara karena risknya lebih rendah. Dan, hal ini tidak bagus karena tidak mendorong tingkat ekonomi sebab adanya perusahaanlah salah satunya yang bisa menyediakan lapangan pekerjaan untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Berbeda dengan surat utang negara, RD proteksi ini hanya dijual oleh lebih sedikit agen penjual yang biasanya adalah pihak sekuritas tertentu. Untuk minimum pembeliannya pun relatif tinggi, minimum bisa lima sampai sepuluh juta rupiah. Dana Sobat investor akan di-lock dalam waktu tertentu hingga waktu exit window atau penjualan kembali.

Berikut adalah contoh RD proteksi yang dijual agen sekuritas Mirae:

Contoh pengumuman RD proteksi
    
Dalam tabel tersebut, bisa diketahui bahwa protofolio RD proteksi tersebut adalah obligasi dari perusahaan PP Property dengan kuota sebanyak 150 milyar. Pembagian imbal hasil adalah 8.5% (net). Jadi, sudah termasuk pajak. Lebih besar daripada SBR. Jangka waktunya cukup lumayan lama, yakni selama tiga tahun. RD proteksi ini tidak bisa dijual dan pokok pinjamannya hanya bisa kita dapatkan ketika sudah jatuh tempo, yakni 20 Feb 2023 dikarenakan tanggal pengeluaran RD proteksi ini adaah pada 19 Feb 20. 

Nah, cukup menarik bukan. RD proteksi ini bisa menjadi salah satu alternatif investasi jika Sobat investor tertarik untuk mendapatkan return yang lebih tinggi dibandingkan SBR dengan tingkat resiko yang juga rendah. 

Sunday, February 2, 2020

[Report] Investasi 200juta Return 100ribu perhari

Sobat Investor, kali ini mimin ingin mengabarkan jenis investasi yang bisa memberikan return 100ribu perhari dengan modal awal sebesar 200juta rupiah. Nama investasi tersebut adalah Asetku. Asetku merupakan p2p lending based on aplikasi. Asetku sudah pernah mimin tulis pada posting di blog yang lain. Silahkan meluncur ke bog tersebut dengan mengklik tautan berikut

Jika jenis investasi p2p lending adalah cocok sesuai dengan kepercayaan dan keyakinan pribadi sobat investor, silahkan meneruskan untuk membaca tulisan ini. Jika memang tidak sesuai dengan keyakinan, alangkah lebih baiknya menghindari investasi ini karena mengandung unsur riba. Mimin akan jabarkan bagaimana dengan modal 200juta bisa mendapatkan return sebanyak 100ribu perhari.


Bagi sobat investor yang belum mendaftar di Asetku, silahkan download aplikasinya di Google Play atau Apple Store dan masukkan kode TNW97 di kolom referral untuk membantu mimin mengembangkan blog ini. Kunjungi situs resminya untuk mencari info lebih jauh mengenai Asetku melalui tautan berikut.

Di Asetku, kita bisa memilih pendanaan pinjaman dengan jangka waktu yang bervariasi mulai dari 15 hari hingga satu tahun. Tentu saja, tiap variasi tenggat waktu pinjaman ini memiliki nilai return yang berbeda-beda. Contohnya, pembiayaan 15 hari returnnya adalah sekitar 17% dan paling besar adalah investasi dengan tenggat waktu 12 bulan dengan bunga sekitar 21,9%.

Halaman muka Asetku
Pertanyaan yang sering ditanyakan mengenai Asetku:

1. Apakah investasi ini aman? 
Asetku telah terdaftar di OJK dan memiliki nilai TKB90 sebesar 100%, yang artinya tidak pernah terjadi gagal bayar. Tentu saja kita tidak mengetahui bagaimana di masa depan, tetapi dari historis kita bisa mengetahui bahwa investasi ini hingga saat ini masih aman. Dan, investasi di Asetku menggunakan asuransi dimana ketika terjadi masalah, pokok pinjaman kita akan dikembalikan.

2. Berapa lama waktu idle dari mulai pembiayaan hingga uang kita terima kembali tidak menghasilkan profit?
Investasi di jalur p2p lending memiliki waktu kosong dimana uang yang kita setor tidak langsung diberikan kepada peminjam sehingga kita tidak bisa langsung mendapatkan return. Misalkan, kita setor minggu pertama, kemudian dana diberikan ke pihak peminjam pada minggu ketiga, tentu saja kita rugi waktu selama dua minggu, dimana jika dua minggu tersebut kita masukkan ke jenis investasi lain seperi deposito maupun RDPU, tentu sudah menghasilkan bunga.
Di Asetku, begitu kita setor pembiayaan, uang kita langsung diberikan kepada peminjam. Waktu idle di Asetku paling lama adalah dua hari, yakni ketika waktu pinjaman telah selesai. Dibutuhkan waktu dua hari untuk mentransfer uang dari Asetku masuk ke rekening kita.

Meskipun, ada jenis pinjaman dengan tenggat waktu 12 bulan, mimin sarankan kalian untuk mengambil pendanaan dengan tenggat waktu maksimal satu bulan saja. Hal ini untuk mengurangi resiko. Nanti, kalau waktunya sudah habis, bisa ditarik, atau di-reinvest ulang. Artinya, jika kemudian ada masalah di periode berikutnya, masih ada return yang kalian dapatkan.

Nah, dengan modal sekitar 200juta dan menggunakan pendanaan tenor satu bulan, mimin bisa mendapatkan 100ribu perhari. Ini sebenarnya mimin juga menggunakan bonus voucher 3 juta, namun saya kira pengaruhnya tidak terlalu signifikan. Bukti screenshootnya bisa dilihat dibawah:

Perhitungan return Asetku
Return kemarin adalah sebesar 100ribu rupiah. Dengan modal 200juta, bisa mendapatkan return sekitar 3juta rupiah, menarik bukan? Tentu saja, money management wajib dilakukan. Jangan investasikan uang anda hanya pada satu keranjang.

Catatan dari mimin:
Mimin sudah memakai produk ini beberapa bulan dan saat ini tidak ada masalah. Return yang mimin dapatkan dan sudah ditarik ke rekening pribadi sudah lebih dari tujuh juta rupiah.

Bagi sobat investor yang belum mendaftar di Asetku, silahkan download aplikasinya di Google Play atau Apple Store dan masukkan kode TNW97 di kolom referral untuk membantu mimin mengembangkan blog ini. Kunjungi situs resminya untuk mencari info lebih jauh mengenai Asetku melalui tautan berikut.  

Wednesday, January 29, 2020

Akseleran: Investasi P2P Lending Otomatis- Tinggal Tidur

Sobat para investor pemula, kali ini mimin akan menjelaskan mengenai P2P lending yang menurut mimin layak untuk dicoba, yakni Akseleran. Sayangnya belum ada pinjaman syariahnya, jika dibandingkan dengan Investree. Untuk itu, jika tidak sesuai keyakinan, sobat investor pemula, bisa memilih untuk masuk ke Investree.

Kalau kalian tertarik untuk investasi di Akseleran, silahkan daftar gratis dan memakai kode referral berikut: AKSLACHMAD215389 untuk mendapatkan PROMO sebesar 100ribu rupiah yang bisa ditarik setelah dipinjamkan ke dalam satu pendanaan. Menarik bukan? 

Dibanding dengan jenis P2P lending yang lain, Akseleran ini memiliki banyak kelebihan. Beberapa kelebihan Akseleran dibandingkan jenis P2P lending yang lain adalah

1. Modal yang disetor ke pinjaman ini tergolong kecil. Minimum adalah 100.000 kalau proses pendanaannya dilakukan secara manual. Namun, kalau pakai fitur auto lending, bisa memberi pinjaman berapapun. Berikut adalah bukti dana pendanaan pinjaman yang bisa dilakukan hingga dibawah 100ribu.

Pendanaan pinjaman tanpa minimum
Nah, bisa dilihat pinjaman diatas cuma sekitar 39ribu rupiah menggunakan fitur pinjaman otomatis atau auto lending. Jadi, bagi sobat investor pemula bisa mendanai dengan modal yang cukup kecil sekalipun. Ini bagus untuk kamu yang mulai belajar berinvestasi.

2. Fitur auto lending. Salah satu yang membuat mimin tertarik di Akseleran adalah fitur auto lending ini. Beri pendanaan tanpa minimum, namun maksimum sesuai yang kita inginkan. Jadi, jika kita set maksimum untuk satu pendanaan adalah 1juta rupiah untuk satu pendanaan, maka secara otomatis jika kuota masih ada maksimum dana yang dikeluarkan untuk satu pendanaan tersebut adalah satu juta rupiah. Minimumnya bisa berapapun. Dibawah adalah contoh setting auto lending.

Fitur auto lending
Nah, akibat fitur autolending ini dampaknya adalah, kita tidak perlu ribet untuk pasang pinjaman ketika ada proposal untuk pendanaan pinjaman baru. Selain itu, kita tidak perlu top-up karena pendanaan menggunakan fitur ini adalah tanpa minimum. Berapapun sisa uang anda akan ditarik untuk memenuhi kuota pinjaman yang masih tersisa.

3. Jika dilihat contoh diatas, saya pasang maksimum adalah 1juta rupiah untuk satu kali pendanaan Namun saya jarang mendanai dengan nilai maksimum 1juta rupiah tersebut karena tidak kebagian kuota meskipun memakai fitur autolending. Ini membuktikan bahwa Akseleran ini memiliki banyak peminat. Cepat sekali dalam menghimpun dana dari para pendana. Dengan kata lain, uang anda cepat berputar sehingga mudah untuk menghasilkan return.

Pendanaan cepat terpenuhi
Contohnya adalah gambar diatas. Dalam satu hari, ada empat pinjaman yang mimin danai dan dalam rentang kurang dari satu hari, sudah masuk ke dalam tahap finalisasi karena jumlah pinjaman sudah terkumpul.

4. Lain-lain mengenai Akseleran yang juga dapat ditemui di P2P lending yang lain adalah terdaftar di OJK, ada proteksi asuransi, bunga lumayan tinggi rata-rata 16%.

Nah, fitur satu hingga tiga ini sih yang bikin mimin cukup senang investasi di Akseleran. Istilahnya, tinggal mulai pendanaan, pasang fitur auto-lending dan gak perlu dilihat bolak-balik uang kita sudah diputar di Akseleran. Nanti, diakhir tahun baru dilihat lagi, berapa kenaikan uang yang kita miliki. 

Kalau kalian tertarik untuk investasi di Akseleran, silahkan daftar gratis dan memakai kode referral berikut: AKSLACHMAD215389 untuk mendapatkan PROMO sebesar 100ribu rupiah yang bisa ditarik setelah dipinjamkan ke dalam satu pendanaan. 

Monday, December 23, 2019

Mengamati Saham ARB MAMI


Fenomena saham ARB di bursa saham Indonesia IHSG semakin marak belakangan ini. Tak cukup sekali ARB, bahkan beberapa saham tersebut mengalami ARB hingga berkali-kali. Mimin tak ingin membahas mengapa suatu saham mengalami ARB. Tetapi, lewat tulisan ini, kita mencoba menganalisa potensi dari suatu saham untuk mengalami peristiwa ARB dan apa yang terjadi ketika ARB.

ARB atau auto rejection bawah adalah harga saham terendah yang diperbolehkan dalam satu hari. Lawanya adalah ARA atau auto rejection atas, yang merupakan kebalikan dari ARB. Jika satu saham mengalami ARB artinya terjadi penjualan suatu saham yang sangat signifikan. Biasanya pada harga terendahnya, jumlah offer akan berjumlah sangat fantastis, untuk menjaga agar saham harganya tidak bergerak. Mari kita lihat, contoh bid-offer sebuah saham yang mengalami ARB.


Jika dilihat pada harganya, ada tanda panah mengarah kebawah. Itu merupakan sebuah pertanda bahwa suatu saham mengalami ARB pada aplikasi bawaan Mirae tersebut. Total perubahan harga adalah sebesar 64 poin, dengan persen perubahan adalah sebesar (minus) 34%. Mari kita lihat offer terakhirnya, yakni 121. Jumlah lot yang ditawarkan adalah sekitar 2,3 juta lot. Saham ini seperti dikunci agar tidak naik. Siapa gerangan yang memiliki 2,3 juta lot kalo bukan sebuah institusi. Jumlah keseluruhan saham MAMI sendiri adalah sebesar 123 juta. Dengan lebih dari 50% kepemilikan sahamnya adalah milik publik. Ini merupakan sebuah hal yang tidak bagus. Artinya, bisa jadi, management perusahaan atau investor besar di saham tersebut sudah tidak percaya lagi dengan masa depan perusahaannya sehingga ia jual porsi kepemilikan di perusahaan tersebut.

2,3 juta bukanlah jumlah yang besar jika dibandingkan dengan 123 juta. Artinya, siap-siap harga akan dijatuhkan lebih dalam lagi. ARB berkali-kali. 

Mari kita lihat secara teknikal.


Secara teknikal, saham itu tidaklah terlalu bagus. 

1. Saham ini pernah penjadi penghuni LQ-50, atau sebutan bagi saham yang harganya pernah menyentuh angka 50. Jika pernah menyentuh harga tersebut, maka bisa jadi sejarah akan terulang dimana saham ini memiliki kemungkinan untuk menuju ke angka tersebut.

2. Volume transaksi yang tidak wajar.
Hingga pertengahan 2018, volume transaksi saham ini masih wajar. Namun, setelah itu, volume transaksi meningkat, tetapi tidak sejalan dengan volatilitas harga yang ditimbulkan. Selama tidak mengakibatkan kenaikan harga, tidak akan menarik perhatian para trader untuk menaruh posisi. Namun, inilah poinnya. Harga dijaga tidak naik terlalu tinggi, supaya tidak ada yang tertarik untuk pasang posisi dan proses akumulasi bisa dilakukan. Kita bisa melihat proses akumulasinya dari fitur bandar detektor Stockbit Pro.



Nah akumulasi dilakukan pada saat harganya 87 rupiah sampe kemudian harga mencapai 167 rupiah. Bisa dilihat indikator bandar movement dibawah yang nilainya terus naik. Bandar movement menunjukkan tingkat volume transaksi yang dilakukan oleh top broker.

Lepas daripada harga 167, bisa dilihat volume transaksi menurun dan indikator bandar movementnya juga mulai menurun. Disini, bandar hanya memantain harga agar tidak jatuh, biasa dengan cara memasang bid yang banyak. Posisinya tentu sudah cuan karena dia sudah mulai akumulasi di harga bawah.

Ketika barang sudah berkurang separuhnya, barulah dimark-up hingga harga mencapai angka 400, sambil buang barang. Ketika barang mulai habis, dilihat dari nilai bandar movement sejajar dengan nilai pada saat awal akumulasi, barulah harga dibanting habis-habisan. Bandar out dari $MAMI.

Yup, ini contoh saham yang berhasil digoreng. Salut pada bandar yang mampu memantain harga dan tentunya menghasilkan cuan. Jika sudah cuan, buat apa harganya ditahan. Barang yang tersisa langsung dibuang semua, dari angka 400 langsung menuju gocap.    

Wednesday, November 6, 2019

Trading Saham - Melakukan Trading untuk Pekerja Kantoran (Analisis Teknikal)

Setelah analisis fundamental, kali ini akan dibahas mengenai analisis teknikal. Analisis teknikal membahas mengenai kecenderungan pergerakan harga dilihat dari historikal harga yang terbentuk di pasar modal. 

Banyak sekali indikator yang bisa digunakan untuk memperkirakan pergerakan harga, namun pada kesempatan kali ini, yang dibahas oleh mimin adalah lima hal yang juga sering digunakan mimin dalam menentukan untuk masuk tidaknya ke dalam sebuah trade, yakni:

1. Volume  
2. Candle-Stick
3. MACD
4. Fibonacci
5. Time frame

Kita akan bahas satu-persatu. Untuk softwarenya, memakai yang gratisan, yakni https://www.investing.com/. Di investing.com yang gratis ini ada delay sekitar 15 menit dari trading normal. Jadi, misalkan, jika jam menunjukkan pukul 15.00, maka trading yang ditampilkan adalah trading pada pukul 14.45.

Pertama, Volume
Volume ini merupakan salah satu indikator terpenting dalam sebuah trade. High volume dalam sebuah sesi trade bisa mengindikasikan awal mula sebuah trend bermulai ataupun berakhir. Sobat Investor pasti mengenal istilah Break Out, dimana ketika harga menembus garis support maupun resistennya disertai volume yang tinggi. Mari kita lihat contoh berikut:

Volume
Bisa dilihat pada gambar dibawah, bahwa harga IMAS mulai menunjukkan trend naik ketika ia menunjukkan volume yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan harga sebelumnya dan memulai trend turun disertai dengan volume yang juga tinggi. Jadi, volume ini adalah indikator yang harus selalu dipakai.

Kedua, Candle-stick
Ilmu tentang bentuk lilin dapat dipelajari di internet. Bentuk lilin memperlihatkan antara supply dan juga demand yang terjadi dalam sebuah pasar bursa. Namun, lilin ini hanya benar-benar valid jika disertai dengan volume yang juga tinggi. Tidak usah mempelajari nama-nama lilin karena saat ini sudah ada program yang bisa mengidentifikasi hal tersebut berikut kecenderungan harganya. Berikut adalah contoh program yang menyebutkan tipe lilin dan kecenderungan harganya. Emiten masih sama IMAS.

Candlestick
Ketiga, MACD
MACD adalah salah satu indikator yang juga penting untuk digunakan karena mengidetifikasikan sebuah reversal. Yang perlu dicari adalah divergentnya. Jika harga MACD naik, namun harga saham turun, maka bisa jadi harga emiten tersebut akan segera naik. Selain divergent, yang juga perlu diamati adalah golden cross (GC), yang artinya terjadi persilangan antara dua garis dimana garis MACD menembus dari bawah garis signal. Sedangkan, bila garis MACD menembus dari atas, maka kebalikannya, harga akan turun. Ini disebut dengan death cross (DC).
  
MACD golden and death cross

MACD divergent

Keempat, Fibonacci
Fibonacci ada berbagai macam. Tetapi, yang akan dibahas disini adalah yang tipe retracement. Fungsinya bisa dijadikan pivot point atau point dimana secara historikal, biasanya harga akan mengalami rebound maupun reversal. Simak pada gambar dibawah ini.

Fibonacci
Pada gambar diatas djelaskan kondisi pivot point berdasarkan fibonya. Untuk membuat garis fibo, harus ditarik dari harga yang tertinggi sampai harga yang terendah. Pada sebelah kanan, ketika kita buy, namun harga turun, kita bisa beli lagi pada harga yang terendah untuk average. Disinilah keputusan mengenai money management dan juga analisa fundamental mengambil peranan penting. Ketika secara fundamental masih bagus, kenapa tidak melakukan average down?

Kelima, Time frame
Time frame ini penting dan menentukan tipe trader. Untuk pekerja kantoran, yang tradingnya swing, bisa memakai timeframe jam, harian dan juga mingguan. 
- Time frame mingguan akan lebih menjelaskan gambaran besar arah pergerakan harga kemana
- Time frame harian lebih menjelaskan mengenai posisi harga saat ini dengan lebih banyak candle, yang menyiratkan adanya perubahan lebih dahulu, jika dibandingkan dengan time frame mingguan.
- Time frame jam, lebih banyak candle lagi jika dibandingkan time frame harian dan juga mingguan. Disinilah awal mula terjadi reversal maupun rebound bisa diketahui sebelum diketahui di time frame harian maupun mingguan.

Silahkan simak contoh dibawah sebagai panduan.

Time frame mingguan
Pada time frame mingguan, bisa diketahui bahwa garis fibo telah tertembus dan kemungkinan rebound ada pada titik support yang bisa diketahui pada awal 2018. Ini bisa tampak dengan jelas jika menggunakan timeframe mingguan. Mari, kita perbesar lagi, dengan menggunakan time frame harian.

Time frame harian
Menggunakan timeframe harian, bisa diketahui bahwa harga langsung turun dengan volume yang tinggi ketika menyentuh resisten yakni garis fibonya. Penurunan harga ketika mendekati garis support, yakni yang didapatkan pada timeframe bulanan, mendapatkan demand yang cukup tinggi, bisa dilihat dari volumenya yang naik.

Time frame lima jam
Pada timeframe lima jam, malah muncul signal candlestick bullish yang menyatakan adanya reversal ke arah bullish. Nah, jika belum melakukan buy, bisa langsung masuk ke area buy dengan range buy 1200-1270. Jika ingin average down, tunggu hingga candle membentuk posisi golden cross (GC) agar lebih valid. 

Mudah-mudahan kelima hal diatas yang bisa dijadikan sebagai indikator untuk analisa teknikal bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Sobat Investor semua.

Pada bagian selanjutnya, akan dibahas mengenai cara melakukan trade.

Keep Stay Tuned

Popular Posts