Showing posts with label Investasi. Show all posts
Showing posts with label Investasi. Show all posts

Sunday, November 23, 2025

Tidak Mengejar Momentum

Kalau kita ingin cuan gede, jauh-jauh dengan kata "momentum". Ane beli BWPT dua tahun lalu nabung 10 lot 10 lot waktu harganya 50-60. belajar tiap bulan mengenai sawit. dulu masih ada master sawit pak sebastian di stream waktu itu.

warren buffett juga naik drastis kekayaannya ketika berumur 50-an. matematika itu gak bohong bahwa segala sesuatu itu secara long term akan kembali ke nilai rata-ratanya, meskipun sekarang kelihatannya harganya gak ngapa-ngapain. hukum statistika ngomongin tendency, regression to the mean. dan, compound interest ngikutin pola bilangan euler (e) eksponen natural. Maka, yang terjadi adalah explosion. Dalam satu-dua bulan naik 1x, 2x. 

orang bilang digoreng nih, gundulmu digoreng. itu hukum matematika. justru selama ini dia ditahan-tahan sehingga energi potensialnya terlalu besar, pressurenya sangat tinggi sehingga ketika ada kesempatan, langsung membentuk grafik seperti itu. 

maka, pelajari yang namanya titik referensi. bagaimana sesuatu itu punya awal. sehingga punya pijakan dan proyeksi. ada yang namanya hukum dow, tapi ada juga ""game theory". 

Jika pasar mendiskon semua informasi menurut teori dow, maka menurut "game theory" itu adalah saat yang tepat untuk buy. contoh: anda pernah ke pasar hari minggu, suasananya ramai. maka anda gak akan kepasar pada hari minggu. dibenak anda, anda tahu pasar ramai. jika 50% orang berpikir demikian, maka pasar pada hari minggu akan sepi. 

Tiga tahun loe ngalamin emiten gak naik-naik akhirnya gak beli, pada akhirnya tahun ke empat dan kelima emiten ini naik signifikan.

Sebenarnya kalau di saham akan tahu sendiri kok karena ngalamin tanpa harus diterangkan detail kek diatas. Experience is always the best conviction dan jangan pernah "argue" dengan orang yang cuma ngejar "momentum". 

Momentum akan selalu datang dan tugas kita adalah cuma "prepare" supaya kita bisa dapat sebanyak mungkin.

Wednesday, August 17, 2022

Waktu Chronos & Kairos di Bursa Saham

 Ada dua cara dalam menganalisa sebuah saham, yakni analisa yang bersifat kualitatif dan juga analisa yang bersifat kuantitatif. Analisa kuantitatif dan kualitatif bukanlah sesuatu untuk diperdebatkan maupun dibanding-bandingkan, tetapi dua-duanya saling melengkapi satu-sama lain.

Dalam teori relatifitas, dikatakan waktu bersifat relatif. Artinya, adalah seberapa cepat waktu berjalan tergantung daripada apa yang kita jadikan sebagai acuan. Mitologi Yunani mengatakan waktu bisa dipandang dari dua hal, yakni kuantitatif (chronos) dan juga kualitatif (kairos).

Chronos mengukur seberapa besar waktu berjalan. 1 jam, satu hari, satu tahun, satu decade. Kairos mengukur seberapa penting sebuah episode waktu. Kairos (atau Caerus) adalah juga merupakan salah satu dewa Yunani yang melambangkan kesempatan, keberuntungan. Ada sebuah alegori yang menyatakan hari-hari/ minggu-minggu penting dalam suatu periode waktu bisa mengubah sejarah hingga beberapa decade kedepan.

Seperti kisah kemerdekaan negara kita, dimana terjadi penculikan founding-father yang bertujuan untuk mendesak dan segera mengumumkan proklamasi kemerdekaan kepada seluruh rakyat akibat kekosongan kekuasaan karena Jepang menyerah kepada sekutu. Sebuah peristiwa bersejarah yang mengubah nasib sebuah bangsa. Kairos Moment.

Hal yang demikian juga banyak terjadi di saham. Bagaimana saham farmasi naik tinggi ketika covid, betapa saham bank mini naik tinggi karena aturan bank digital. Betapa saham barubara naik tinggi akibat perang yang terjadi antara Rusia-Ukraina.

Untuk bisa menggenggam waktu Kairos, kita harus melepaskan kecemasan kita di waktu chronos. Masa depan tidak dapat kita prediksi. Membayangkan apa yang ingin kita raih di masa depan adalah sesuatu yang menakutkan bagi manusia. Sama, seperti ketika membeli RAJA di bawah 200, siapa yang berpikir bahwa saham ini bisa tembus 1000.

Caranya adalah dengan komitmen. Contohnya, jika kita ingin bisa push-up 100x dalam satu waktu. Kita komitmen tiap hari, lakukan push-up misalkan 10x. Jika, 10x sudah gampang kita lakukan, naikkan 20x. Selangkah demi selangkah, hingga pada akhirnya tercapai 100x. Gol-gol kecil hari demi hari kita capai, hingga pada akhirnya kita bisa capai gol yang besar.

Sama seperti di saham, kita cari saham yang berfundamental bagus (kuantitatif) di saat pasar tidak mengapresiasinya (kualitatif). Biarkan waktu chronos yang mengubah persepsi pasar hingga kita mendapatkan waktu Kairos ketika saham kita naik.

Tuesday, August 16, 2022

Istilah (Manipulasi) Transaksi Jual-Beli di Pasar Saham

a) Perdagangan Terselubung adalah perdagangan/transaksi jual beli saham yang disamarkan/ditutupi oleh individu dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan secara melawan hukum,

b) Perdagangan Semu adalah transaksi yang terjadi antara pihak pembeli dan penjual yang tidak menimbulkan perubahan kepemilikan dan/atau manfaatnya (beneficiary of ownership) atas transaksi saham dengan tujuan untuk membentuk harga naik, turun, atau tetap dengan memberi kesan seolah-olah harga terbentuk melalui transaksi yang wajar

c) Transaksi Crossing Saham adalah transaksi negosiasi yang merupakan kesepakatan antara 2 (dua) pihak yang difasilitasi oleh satu Anggota Bursa atau Broker yang sama, karena para pihak yang bersepakat tersebut merupakan nasabah dari Anggota Bursa atau broker yang sama tersebut.

d) Manipulasi Harga/Pasar adalah aktivitas satu atau beberapa pihak untuk menciptakan harga pasar yang semu (artificial), dengan tujuan untuk menciptakan gambaran semu atau menyesatkan mengenai kegiatan perdagangan, keadaan pasar atau harga Efek di Bursa Efek.

e) Insider Trading adalah suatu praktik ilegal dalam dunia investasi, di mana seorang investor mendapat suatu informasi yang pasti perihal peluang keuntungan dalam transaksi jual beli saham.

f) Pre-Arranged Trading adalah transaksi di pasar Reguler yang terjadi melalui pemasangan order beli dan jual pada rentang waktu yang hampir bersamaan yang terjadi karena adanya perjanjian antara pembeli dan penjual sebelumnya dengan tujuan untuk membentuk harga (naik, turun atau tetap) atau kepentingan lainnya baik di dalam maupun di luar bursa.

g) Alternate Trading adalah Transaksi dari sekelompok pihak tertentu dengan peran sebagai pembeli dan penjual secara bergantian serta dilakukan dengan volume yang berkesan wajar dengan tujuan untuk memberi kesan bahwa suatu efek aktif diperdagangkan.

h) Creating fake Demand/Supply adalah adanya 1 (satu) atau lebih pihak tertentu melakukan pemasangan order beli/jual pada level harga terbaik, tetapi jika order beli/jual yang dipasang sudah mencapai best price maka order tersebut di-delete atau di-amend (baik dalam jumlahnya dan/atau diturunkan level harganya) secara berulang kali dengan tujuan untuk memberi kesan kepada pasar seolah-olah terdapat demand/supply yang tinggi sehingga pasar terpengaruh untuk membeli/menjual

i) Layering adalah memasukkan banyak order di berbagai level harga dengan tujuan untuk memberi kesan kepada pasar seolah-olah terdapat demand/supply yang tinggi sehingga pasar terpengaruh untuk membeli/menjual

j) Cornering the market adalah membeli efek dalam jumlah besar sehingga dapat menguasai pasar (menyudutkan pasar).

k) Marking the Close adalah merekayasa harga permintaan atau penawaran efek pada saat atau mendekati saat penutupan perdagangan dengan tujuan membentuk harga efek atau harga pembukuan yang lebih tinggi pada hari perdagangan berikutnya.

l) Penipuan/Fraud adalah membuat suatu pernyataan yang tidak benar mengenai fakta material sehingga investor tidak mengetahui keadaan yang sebenarnya dengan maksud menguntungkan diri sendiri dan pihak lain, atau menghindarkan kerugian untuk diri sendiri atau pihak lain, atau dengan tujuan mempengaruhi pihak lain untuk membeli atau menjual efek

* Disadur dari aturan kompetisi trading MiraeAsset

Sunday, April 12, 2020

Wyckoff Method - Distribusi

Pada kesempatan kali ini, mimin akan menerangkan metode Wyckoff untuk menjelaskan mengenai pola distribusi pada sebuah saham. Metode Wyckoff ini bertumpu pada analisa volume transaksi dan spread yang timbul dari transaksi tersebut. Maka dari itu, untuk bisa mempelajari anatomi distribusi dengan metode Wyckoff, Sobat Investor harus mengetahui terlebih dahulu mengenai volume spread analysis (VSA). 

Menurut metode Wyckoff, terdapat dua anatomi distribusi: 
1) Distribusi tanpa tipuan 
2) Distribusi dengan tipuan

1) Distribusi Tanpa Tipuan

Mari tengok schematic berikut:

Anatomi distribusi Wyckoff tanpa tipuan
Ada lima fase dalam anatomi distribusi tersebut: A hingga E. Terdapat juga beberapa macam istilah untuk menggambarkan tanda-tanda sebuah distribusi dimulai.Fase A hingga E merupakan tahap konsolidasi sebelum sebuah emiten kembali melanjutkan trendnya kembali, entah continue atau reversal. Fase A hingga E disebut sebagai trading range

Mari kita kupas beberapa istilah yang ada dalam fase tersebut:

Fase A ==> Stopping trend
- PSY (Preliminary Supply) ==> Titik awal dimana supply mengalahkan demand. Di titik ini timbul resistansi harga untuk beranjak naik.  
- BC (Buying Climax) ==> Titik puncak dimana terjadi overbought, yakni para bandar menjual secara besar-besaran saham yang mereka miliki. Sehingga harga saham kembali turun setelah rally.
- AR (Automatic Reaction) ==> Supply yang mengalahkan demand akan mencapai titik keseimbangan. Dimana, pada titik ini akan menjadi dasar dari trading range. Dilanjut, kenaikan sebagai reaksi untuk mengetest kembali apakah supply masih ada. Biasa kita sebut ada yang "take profit".

Fase B ==> Market test (end of uptrend)
- ST (Secondary test) ==> Reaksi market untuk mengetest area buying climax. Jika puncak telah terkonfirmasi, maka supply akan mengalahkan demand. Pada saat market melakukan test, volume dan spread akan menurun pada area test.

Fase C ==> Weakness
- SOW (Sign of Weakness) ==> Ketika reaksi untuk naik terkalahkan oleh gerakan menerobos support dari trading range. Pada gambar diatas, support digambarkan oleh garis bergelombang dan dianalogikan sebagai es (ICE). Jika es ditembus maka akan ada reaksi untuk naik. 
- LPSY (Last point of supply) ==> Jika es telah dijebol (note: support), maka akan terbentuk spread yang menipis yang menunjukkan market mengalami kesulitan untuk naik kembali. Volume yang ditunjukkan juga ringan. Pada LPSY inilah gelombang supply akan digelontorkan ke market sebelum masuk ke masa mark-down.

Fase D ==> Market Test (begin of downtrend)
Pada fase ini, support telah jebol, rally terjadi untuk naik kembali ke es yang saat ini telah menjadi resistance untuk mengecek demand. Pada fase inilah, gelombang terakhir dari supply masuk dan masuk fase mark-down.

Fase E ==> Mark-down

2) Distribusi dengan Tipuan  

Bentuk kedua dari pola distribusi. Silahkan simak gambar dibawah:

Anatomi distribusi Wyckoff dengan tipuan
Beda dengan sebelumnya adalah pada fase C:

Fase C ==> Weakness
UTAD (Upthrust after Distribution) ==> Setelah terjadinya SOW, emiten malah terbang untuk naik keatas. Disinilah test definitif terjadinya untuk menguji kekuatan demand. Bisa juga untuk mengelabui seolah-oleh trend berlanjut. Terkadang juga menembus hingga resistance dari trading range. Kenaikan biasanya tidak dengan dibarengi volume yang tinggi. Atau, jika dengan volume yang tinggi, cuma tertahan di pertengahan trading range. Jika kita melakukan "buy" pada UTAD dan menyangkan bahwa akan uptrend, maka kita sudah terjebak.

Pada bagian selanjutnya akan kita bahas mengenai anatomi trading Wyckoff untuk akumulasi.

Sunday, April 5, 2020

Menghadapi Tekanan Akibat Floating Loss di Saham

Jika anda sering jatuh dalam sebuah bad trade, apalagi ketika kondisi IHSG seperti quartal pertama tahun 2020 ini, tentu pengalaman yang sangat tidak menyenangkan.

Seperti mimin pernah tulis dalam sebuah posting berikut, ada faktor yang perlu diperhatikan dalam trading di bursa, yakni intermarket. Hal ini disebabkan uang akan lari ke medium yang memiliki return paling tinggi.

Mari kita lihat hubungan antara kurs USD-IDR, IHSG dan juga emas pada grafik berikut:

Grafik inter-market
 
Bisa dilihat pada grafik diatas, bahwa antara valas USD dengan IHSG hampir berbanding terbalik. Pada saat gambar diambil, IHSG minus -21% dan USD plus 21%. Ketika USD naik, IHSG turun. Ini mengindikasikan bahwa IHSG sangat dipengaruhi oleh asing.

Juli 2019 hingga Januari 2020 bisa dilihat bahwa terjadi sideways cukup panjang antara USD dengan IDR artinya disini market berada dalam kondisi antisipasi. Dalam kondisi antisipasi tersebut, investor mulai beralih ke emas sebagai safe haven. Maka dari itu, harga emas melonjak pada saat sideways antara USD dengan IHSG sebagai upaya antisipasif. Dan benar sekali, pada akhirnya, terjadi perubahan yang signifikan setelah sideways cukup panjang dan dimenangkan oleh USD. Artinya, terjadi capital outflow asing yang besar-besaran dari IHSG.

Kita kembali lagi ke dalam inti tulisan kita, bagaimana seandainya saya belum sempat keluar dari IHSG? Artinya, saya masih punya posisi di beberapa saham dan saat ini berada dalam posisi floating loss.

Banyak orang panik dan mungkin juga merasa tertekan melihat kondisi market. Setelah kejatuhan IHSG menuju ke 4000, meskipun saat ini dalam posisi rebound, kondisinya masih belum normal seperti sediakala. Bayangan sentimen negatif terus menerus ada di sepanjang tahun 2020 ini. Hal ini mencegah publik untuk segera masuk ke pasar modal.

Cara pandang sebuah masalah bisa meneguhkan hati kita atau malah meruntuhkannya. Pikiran tidak sadar manusia tidak bisa membedakan mana antara kenangan yang riil ataupun imajinasi pengalaman. Ia bisa menangkap data apapun dan juga sekalian sebagai mesin pemroses. Maka dari itu bagaimana kita memandang sebuah peristiwa akan menentukan bagaimana respon kita terhadap apa yang sedang kita alami.

Hal ini begitu penting sebagai perspektif dan menentukan tindakan kita kedepan. Kita harus memiliki framing terhadap sesuatu sehingga kita tidak banyak bereaksi, namun beraksi. Jika kita telah memikirkan bahwa saham yang kita pilih punya potensi turun, maka kita tidak akan perlu kuatir ketika turun karena plannya sudah ada. Namun, ketika kita tidak punya rencanan saham yang kita miliki akan turun, maka kita akan bereaksi. Dan, sebagaimana umumnya reaksi yang bersifat spontan, jika kita tidak menghadapinya dengan baik, maka segala tindakan kita akan tidak terukur dan malah memperbesar masalah tersebut.

Nah, jika Sobat Investor belum tahu apa yang harus dilakukan terhadap saham yang turun, maka hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menjawab pertanyaan kenapa kamu masuk ke dalam saham tersebut. Dari sini kita akan mengenali kekurangan kita dalam trading.

Lantas bagaimana selanjutnya, saya sudah terlanjur loss
Tentu saja harus belajar kembali dari kesalahan yang telah lalu. Sobat investor harus belajar kembali mengenai pasar saham. Menguasai basic dari pasar saham tersebut. Salah satu contoh pertanyaan adalah apakah pergerakan harga saham dipengaruhi oleh supply-demand market atau ada pemain yang bisa mempengaruhi harga sebuah saham? Bagaimanakah kharakteristik pembentukan harga sebuah market?

Jika dasar telah dikuasai, maka Sobat Investor sudah punya gambaran terhadap saham yang saat ini sedang dipegang. Mau terus dipegang, average-down atau cut-loss.

Jadi, kondisi floating loss bisa dijadikan sebagai pelajaran. Apa yang kamu lakukan sesudahnya akan menentukan apakah floating loss ini bisa diubah menjadi floating profit. Segala hal yang terjadi pada diri kita harus kita maksimalkan untuk menyiapkan diri kita lebih baik di masa depan.

Friday, March 27, 2020

Cara Trading Emas: Bagian-3 : Mulai Trading

Kita bisa mulai bertransaksi emas dengan mendaftar di beberapa platform fintech emas. Dibawah adalah contoh fintech yang bisa dicoba. Nikmati bonus jika mendaftar dari tautan yang diberikan.

1. Tamasia ==> Daftar dan gratis emas senilai 10ribu rupiah kode: WPWTNNX 
3. Treasury      ==> Daftar dan gratis emas senilai 0,03 gram 

Setelah mendaftar, jangan lupa lengkapi data diri. Dan, Sobat Investor siap untuk memulai investasi emas. Pada bagian akhir, mimin akan sedikit jelaskan megenai program promo jika mendaftar dari platform yang disediakan diatas.

Kita tidak bisa mengetahui secara tepat kapan harga emas akan naik, maupun turun. Tetapi, kita bisa memperkirakan potensi kapan saat yang tepat untuk membeli emas. Ingat, harga emas akan selalu naik, tetapi kita harus memperhatikan bahwa ada biaya-biaya yang harus kita tanggung. Hal ini membuat kita tidak akan bisa langsung serta merta untuk menjual emas yang telah kita beli. Hanya ketika harga emas telah naik signifikan dan menutup harga beli, maka kita bisa menjual emas yang telah kita miliki. Ini bisa berbulan-bulan bahkan bertahaun-tahun. Tetapi, intinya harga emas akan terus naik. Dan, saat yang tepat membeli emas adalah saat ekonomi sedang tumbuh bagus. Jangan beli ketika krisis atau inflasi yang tinggi karena harganya akan naik secara signifikan. 

Dikarenakan harga emas mengikuti dari harga pasar. maka kita bisa menggunakan acuan pergerakan harga emas sebagai patokan kapan untuk membeli. Emas harganya akan selalu naik, maka hal yang perlu dipertimbangkan secara matang adalah kapan waktu yang tepat untuk membeli.

Silahkan masuk ke akun https://www.tradingview.com/ untuk mulai mengetahui fluktuasi harga emas. Pilih kode XAUIDRG artinya harga emas dalam satuan rupiah. Jangan lupa, harga emas disini adalah dalam satuan gram.

Masuk dan buat analisa di dalam grafik tersebut. Bikin titik pivot dimana harga emas akan menyentuh titik tersebut seperti ditunjukkan pada gambar dibawah.

Trading View XAUIDRG
Nah, jika dilihat dari gambar, maka mimin berkesimpulan bahwa harga emas bisa rebound dibawah 760ribu rupiah pergram. Ini cuma menebak saja. Nah, mimin pasang alert untuk memperingatkan mimin ketika harga emas telah berada dibawah 760ribu rupiah. Ketika harga emas telah berada dibawah 760ribu, secara otomatis aplikasi tradingview akan memberikan sinyal kepada mimin untuk beli. Mimin kemudian buka aplikasi emas yang mimin miliki dan beli sesuai dengan uang yang mimin miliki.

Uang yang dipakai haruslah uang dingin dan tidak terpakai agar kita tidak perlu menjual ketika butuh duit. Tahan selama mungkin dan jual ketika harganya sudah meningkat pesat. 

Pada bagian penutup, mimin akan memberikan diskon emas yang bisa Sobat Investor manfaatkan setiap bulan ketika masih ada. Silahkan daftar Tamasia, Treasury dan juga e-mas sesuai dengan tautan yang diberikan diatas. Selain itu, daftar Jenius BTPN juga. 

Nah BTPN menawarkan promo setiap bulan dimana ketika kita membelanjakan 500ribu uang kita, termasuk di aplikasi Tamasia dan Treasury, maka kita akan mendapatkan cashback 50ribu pada bulan depannya. Lengkapnya, bisa disimak dibawah ini:

Jenius Pay diskon 50ribu untuk pengeluaran sekitar 500ribu di Tamasia, Treasury dan juga e-mas
Nah dengan diskon promo Jenius setiap bulan tersebut, maka kita bisa menghemat sekitar 10% dari total biaya yang kita keluarkan setiap bulan (500ribu) untuk membeli emas. Kita bisa menggunakannya di satu dari tiga platform yang disediakan diatas, yakni Tamasia, Treasury dan juga e-mas. Ini juga belum termasuk apabila ada diskon lainnya dari ketiga platform tersebut. 

Manfaatkan kesempatan yang ada. 

Thursday, March 26, 2020

Cara Trading Emas: Bagian-2 : Platform dan Biaya

Kita sudah mengetahui keuntungan emas sebagai salah satu bentuk investasi pada bagian-1. Kali ini, kita akan mengupas platform jual beli emas. Melalui platform ini kita bisa bertransaksi jual-beli emas. Banyak sekali platform yang telah hadir di negara kita khususnya fintech yang menawarkan jual-beli emas. Dimana, platfrom tersebut juga menghadirkan aneka promo setiap bulannya sehingga kita bisa membeli emas dengan harga diskon. Selain itu, mereka juga menawarkan pembelian emas dengan satuan harga rendah. Kita bisa membeli emas minimal dengan uang 10ribu rupiah. Jadi, Sobat Investor tidak perlu modal yang tinggi untuk mulai menabung emas. 

1. Tamasia ==> Daftar dan gratis emas senilai 10ribu rupiah kode: WPWTNNX 

Silahkan Sobat Investor mendaftar melalui tautan diatas dan menjadi orang yang saya rekomendasikan sehingga berkesempatan mendapatkan emas gratis. Emas yang Sobat Investor beli pada platform tersebut adalah emas digital dan nilainya berubah mengikuti harga pasar. 

Tentu saja ada biaya yang perlu diketahui dalam membeli emas, dimana biaya ini bisa mengurangi keuntungan investasi kamu. Apa saja biaya yang perlu Sobat Investor ketahui. Berikut adalah ringkasannya:

A. Pajak
Pajak transaksi emas diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 34 tahun 2017 dimana perdagangan emas batangan akan dikenai PPh 22. Besarannya adalah 0.9% jika anda tidak memiliki NPWP dan 0.45% jika anda memiliki NPWP. Nah, ada platform yang membebankan pajak ini ke pembeli dan ada platform yang sudah include dalam pembelian emas. Salah satu platform fintech yang harga jual emasnya sudah termasuk pajak adalah Tamasia. 

B. Spread
Spread disini adalah selisih antara harga beli dengan harga jual emas dalam sebuah platform. Spread ini adalah margin keuntungan yang diambil oleh toko emas. Misalkan, kita lihat contoh dibawah yakni platform e-mas

Platform E-mas
Harga beli emas di e-mas, bisa dilihat pada gambar diatas adalah sekitar 34ribu per gram. Spread tiap-tiap platform berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Bisa dilihat pada bagian bawah kanan pada gambar tersebut, ada tanggal dan waktu yang menunjukkan kapan data ini diambil. Artinya, hal ini menunjukkan bahwa harga di platform ini mengikuti harga yang fluktuatif di pasar setelah ditambahkan margin keuntungan dalam bentuk spread antara harga beli dengan harga jual.

C. Pencetakan Emas
Emas yang kita beli dari tiga platform yang mimin sebutkan adalah emas dalam bentuk digital yang dibeli berdasarkan harga perdagangan saat ini. Jika ingin dicetak dalam bentuk emas batangan, ada biayanya juga. Semakin besar berat emas yang ingin dicetak, maka biayanya akan semakin tinggi. Namun, dengan jumlah berat yang sama untuk keping yang berbeda, semakin berat emas akan semakin hemat. Berikut adalah biaya cetak emas di Pegadaian.
Biaya cetak emas
D. Biaya lain-lain
Biaya lain-lain seperti biaya ongkos kirim jika kita ingin emas yang telah dicetak dikirimkan ke rumah kita. Atau, biaya safe deposit box, jika kita ingin menyimpan emas cetak tersebut di Bank atau institusi penyimpanan lainnya. Sebagai informasi, jika menggunakan platform Tamasia, maka gratis biaya simpan dan juga pajak.

Dari keempat biaya tersebut, bisa jadi investasi emas menjadi suatu investasi yang kurang menarik, pada awalnya. Namun, ketika terjadi krisis, sudah terbukti bahwa emas ini nilainya akan semakin meningkat dan uang yang kita miliki malah tergerus nilainya. Inilah mengapa kita juga perlu menginvestasikan sedikit uang yang kita miliki dalam bentuk emas. Dalam jangka panjang, maka akan sangat memberikan benefit bagi para Sobat Investor sekalian.

Platform diatas juga tidak jarang memberikan promo. Hal ini bisa jadi akan sangat mengurangi biaya-biaya yang kita keluarkan ketika membeli emas.

Pada bagian selanjutnya, kita akan menuju ke bagian akhir tulisan ini yaitu menentukan waktu yang baik untuk membeli emas.

Keep Stay Tuned  

Wednesday, March 25, 2020

Cara Trading Emas: Bagian-1 : Safe Haven

Emas dikatakan merupakan salah satu bentuk investasi yang memiliki fungsi lindung nilai. Artinya adalah nilainya akan selalu tetap. Sebaliknya, beda dengan mata uang yang nilainya terus berkurang dikarenakan tergerus oleh inflasi. Maka dari itu, nilai emas akan terus bertambah mengikuti kenaikan dari nilai inflasi yang akan selalu bertambah dan berakumulasi dari tahun ke tahun.

Hal ini bisa dicontohkan, misalkan dengan uang 3ribu rupiah pada tahun 2000-an kita bisa membeli nasi goreng satu bungkus. Saat ini, satu bungkus nasi goreng bisa dihargai 15 hingga 20ribu rupiah. Nah, hal ini dikarenakan adanya inflasi. Emas karena harganya tidak berubah, maka misalkan jika kita harga nasi goreng pada tahun 2000-an setara dengan 0,01 gram emas, maka jika kita membeli nasi goreng pada saat ini, harganya juga masih sama, yakni 0,01 gram emas.

Dari keistimewaan emas sebagai lindung nilai inilah, maka emas dijadikan sebuah investasi yang menghasilkan keuntungan yang sangat signifikan dalam kondisi krisis. Bisa jadi, dalam kondisi krisis, segala kebutuhan menjadi mahal karena kurangnya suplai. Akibatnya uang menjadi tergerus nilainya. Inflasi naik secara signifikan. Maka, nilai emas jika dibandingkan dengan nilai mata uang akan juga naik secara signifikan.

Mari kita lihat harga emas saat ini menyusul adanya pandemik wabah corona.

Harga Emas

Nah bisa dilihat bahwa harga emas tiga bulan ini mengalami kenaikan. Namun, kenaikan paling tinggi terjadi pada bulan Maret 2020 dimana wabah pandemik corona sedang melanda di Indonesia.

Mari kita lihat grafik kenaikan emas sepanjang masa

Harga emas sejak 1998 (dalam troy ounce/ rupiah)
Dari tahun 1998 sampai dengan hari ini, grafik emas selalu mengalami peningkatan. Perlu diketahui bahwa grafik ini merupakan grafik emas dalam satuan troy ounce atau sekitar 31 gram emas dalam rupiah.

Nah, kembali lagi dalam fungsi tulisan ini yang akan menjelaskan cara trading atau membeli emas dalam waktu yang tepat, kita akan mulai membahasnya pada bagian seri kedua.

Keep Stay Tuned

Sunday, March 22, 2020

Memilih Tabungan Jangka Panjang Berhadiah - Hidden Cost

Tujuan posting kali ini adalah mengetahui apa yang membuat kita memilih sebuah keputusan dari beberapa pilihan. Beberapa Bank di Indonesia sebagaimana diketahui memiliki sebuah program yang dinamakan tabungan jangka panjang. Dimana, nasabah menyetorkan uang dalam jumah tertentu. Pihak Bank akan memblokir tabungan tersebut dalam jangka waktu tertentu. Biasanya dalam hitungan tahun dengan bunga fix yang rendah, kisaran 0.5% per tahun. Sebagai imbalannya, nasabah berhak mendapatkan hadiah sesuai dengan banyaknya modal yang disetor.

Nah, kita akan membandingkan dua buah program Bank yang menawarkan jasa tersebut, kemudian anda akan menerka manakah pilihan yang paling rasional. Bank yang menjadi obyek disini adalah Bank yang riil dan progamnya pun juga riil diadakan di tahun 2020 ini.

Berikut adalah, penawaran dari dua bank tersebut untuk satu barang yang sama:
Penawaran tabungan jangka panjang dari dua Bank yang berbeda
Nah, satu contoh ini kita anggap adalah basis dari keseluruhan hadiah yang ditawarkan. Bank A menawarkan hadiah yang sama dengan Bank B dengan persyaratan yang berbeda.
Manakah yang anda pilih?

Jika memilih Bank A, maka anda harus menyetorkan uang sebanyak 320juta untuk ditahan selama 1 tahun, jika memilih Bank B, maka anda hanya perlu menyetorkan uang 15 juta pada awal tabungan, namun ditahan selama lima tahun dan tiap bulan anda harus menyetorkan 3juta rupiah dan total proyeksi dana anda pada tahun kelima adalah 199juta. Kita anggap bunga yang ditawarkan dari dua program tersebut adalah sama yakni 0.5% pertahun dan deposito sebanyak 6% pertahun.

Manakah yang anda pilih, Bank A atau Bank B?

Bayangkan anda memiliki uang 200 juta. Pilihannya adalah Bank A: Penempatan 110 juta selama tiga tahun dan 90 juta di rekening deposito dengan bunga 6% pertahun. Cara yang sama juga dilakukan di Bank B.

Hasilnya adalah sebagaimana berikut:

Perhitungan return pilihan A dan B
Ketika anda punya memiliki uang 200 juta dan sisanya anda tabungkan ke deposito, maka in the long run, Bank A akan menghasilkan return yang lebih besar, jika dibandingkan dengan Bank B. Hal ini karena bunga tabungan jangka panjang tersebut sangat keci sekali jika dibandingkan dengan return deposito.

Bisa dilihat ketika tahun ke-4, Bank A sudah bisa menarik uang yang diblokir. Maka, kemudian saya masukkan return sesuai dengan deposito. Maka, hasil returnya adalah sekitar 6,6 juta rupiah. Bandingkan dengan periode sebelumnya yang selisihnya sendiri lebih dari 10 kali lipat.

Kelihatannya memang Bank B lebih menguntungan karena dana awal yang disetor lebih kecil jika dibandingkan dengan Bank A. Namun, dalam jangka waktu yang lebih panjang, terbukti Bank A maah lebih menguntungkan. Selisihnya adalah 15 juta rupiah.

Pada akhirnya kita memilih Bank A. Berikut adalah salah satu pilihan yang ditawarkan oleh Bank A dimana kita bisa mengetahui langsung harga hadiahnya karena berbentuk voucher.

Dua pilihan dengan nominal berbeda
Bayangkan anda ingin membeli laptop seharga 5 juta dan kemudian anda lihat tawaran sebagaimana diatas. Beberapa pilihan yang mungkin timbul:

1. Beli dengan uang anda sendiri, sisanya ditabung.
2. Mengendapkan uang 24 juta, untuk mendapatkan voucher 1 juta dan 4 juta sisanya pakai uang pribadi.
3. Memilih untuk mengendapkan uang 123 juta langsung selama satu tahun agar dapat voucher 5 juta. Hal ini menandakan anda tidak perlu mengeluarkan uang secara pribadi. Cukup dengan voucher untuk membeli barang tersebut.

Kelihatannya pilihan tiga sangat masuk akal untuk dipilih. Iming-iming gratis lebih mengena di pikiran kita. Diskon, sale dan lain sebagainya setidaknya bisa mempengaruhi pikiran orang untuk membeli suatu barang tanpa pikir panjang. Di otak kita, barang yang di diskon itu ibarat sebuah kesempatan yang tidak datang dua kali. Padahal, harga barang setelah diskon juga bisa jadi masih mahal. Namun, kita merasa senang karena pikiran kita masih terikat pada harga yang lama.

Nah, mari kita lihat faktanya, misal kita memiliki uang 125 juta rupiah. Sisa uang yang tidak kita gunakan akan ditabung. Manakah yang paling ekonomis.


Hasilnya adalah sebagaimana diungkapkan diatas.
Pilihan 1 ==> Beli langsung, potong lima juta. 120 juta ditabung di deposito 6%, hasilnya setelah satu tahun adalah 127 juta rupiah.
Pilihan 2 ==> Ambil voucher 1 juta, 24 juta ditahan. Bayar kekurangan 4 juta sehingga deposito 97 juta hasilnya adalah 126 juta
Pilihan 3 ==> Ambil voucher langsung 5 juta, ditahan 123 juta. Hasil investasinya malah sangat rendah sekali 125 juta.

Nah, dari sini bisa diambil kesimpulan bahwa beli sendiri dan sisa uangnya ditabung bisa menghasilkan return yang lebih gede ketimbang kita ikut program tersebut. Segala sesuatu yang gratis bisa jadi menyimpan hidden cost yang kita tidak tahu kedepannya.

Mudah-mudahan cerita ini bermanfaat bagi kita semua khususnya yang saat ini memiliki pilihan yang berhubungan dengan sektor keuangan.

Sekian.

Saturday, March 21, 2020

Intermarket -Mengulik Pasar Selain IHSG

Sebagaimana diketahui, IHSG berada dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Banyak hal yang bisa menyebabkan demikian. Saya tidak ingin menyebutkan karena bisa saja mimin salah dan kita sebenarnya sedang berusaha untuk mencocokkan sesuatu yang sebenarnya tidak ada hubungannya.

Yang perlu diketahui saat ini adalah bahwa harga saham telah mengalami penurunan yang sangat banyak hingga pemerintah melakukan langkah preventif untuk melindungi kejatuhan saham yang lebih tinggi.

1. Trading Halt ==> Semua saham di suspend ketika indeks IHSG turun lebih dari 5%
2. Membatasi nilai ARB sekitar 7%
3. Program buyback saham oleh owner tanpa melalui RUPS

Mari kita lihat grafik penurunan indeks IHSG year-to-date:

IHSG
IHSG nyungsep dari 6000 ke 4000. Semua yang pasang posisi sangat kecil sekali kemungkinan tidak nyangkut. Bagaimana dengan pasar yang lain? Mengapa kita harus melihat pasar yang lain atau jenis investasi yang lain? 

Ketika harga turun, otomatis banyak sekali supply. Dalam hal ini, uang mengalir keluar dari pasar bursa Indonesia. Tentu ia akan lari kesuatu tempat. Nah, mari kita tengok harga emas. 

XAU IDR dalam troy ounce
Nah, harga emas year-to-date, naik secara signifikan. Atau, bullish sekali. Kita boleh menebak bahwa sebagian uang yang keluar dari bursa mengalir ke tempat ini. Emas bisa dikatakan memiliki fungsi lindung nilai dan anti antiflasi. Nilainya yang naik merupakan pertanda bahwa nilai mata uang nilainya telah turun karena tergerus inflasi.

Bagaimana dengan valas? Valas atau valuta asing memberikan gambaran apresiasi dunia internasional terhadap mata uang kita. Jika nilai mata uang kita dihargai tinggi, maka nilai uang kita dianggap berharga. Berikut adalah nilai tukar rupiah terhadap dollar karena mata uang dollar banyak digunakan oleh banyak negara untuk kegiatan transaksi export-import.

USD IDR
Nilai harga dollar ternyata meroket. Artinya, mata uang kita dihargai rendah oleh dunia. Salah satu teori ekonomi adalah uang akan mengalir ke tempat yang menghasilkan return paling tinggi. 

IHSG telah ditinggalkan karena sideway lama. Harga emas naik artinya banyak orang mulai memburu emas. Yang secara tidak langsung, ingin mengamankan asetnya. Pertanda akan adanya krisis. Dollar naik artinya tingkat kepercayaan asing terhadap ekonomi kita berkurang.

Nah begitulah inter-market. Apakah berhubungan? Tentu saja sangat berhubungan sekali. Hal ini menyangkut larinya uang. Ketika salah satu market mengalami penurunan, maka yang lainnya akan mengalami kenaikan. Satu dengan yang lainnya akan saling menyeimbangkan antara satu dengan yang lain. Seperti kehidupan. 

Itulah pentingnya kita membagi investasi kita ke dalam beberapa jenis investasi yang lain. Jika saat ini, anda kekeuh untuk menyimpan investasi anda di IHSG maka tidak lama akan mengalami kerugian. Kesempatan selalu ada dan bisa dibuat di dalam macam market yang bersifat dinamis ini asal jangan salah timing.

Selamat berinvestasi. 

Friday, February 7, 2020

Menyiapkan Strategi untuk Pensiun Dini dari Bursa melalui RDPU

Passive income merupakan sebuah hal yang diidam-idamkan oleh banyak orang. Mulai di banyak seminar kewirausahaan, di tiap institusi keuangan, namanya santer diperbincangkan dan hidup kita dianggap berhasil jika bisa mampu meraihnya.

Sobat investor, passive income ini tak pelak menjadi definisi baru dari sebuah kemakmuran hidup. Salah satu strategi yang bisa dilakukan untuk mendapatkan pasive income di dunia modern ini adalah dengan berinvestasi. 

Pensiun Dini
Investasi artinya adalah kita menggunakan uang kita sebagai alat untuk menghasilkan uang lebih banyak lagi. Entah itu dengan cara membuat bisnis baru, dititipkan ke dalam lembaga institusi keuangan, maupun dengan membeli sebuah aset yang nilainya bisa terus bertambah di kemudian hari.

Salah satu cara yang paling mudah adalah dengan dititipkan ke dalam lembaga institusi lain, baik itu bank maupun lembaga sekuritas untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan. Cara ini termasuk beresiko rendah sehingga Sobat investor tidak perlu merasa kuatir dan tidak perlu untuk melakukan maintain jika dibandingkan ketika sobat investor harus mengelola sebuah aset.

Tentu saja resiko berbanding lurus dengan gain. Semakin tinggi resiko, semakin tinggi juga gain. Oleh karena itu, kita ambil saja investasi yang aman supaya return yang dihasilkan stabil dan tidak menghadirkan kecemasan.

Salah satu yang paling aman adalah reksadana pasar uang atau biasa disingkat RDPU. RDPU adalah jenis reksadana yang portonya berisi deposito dan terkadang obligasi dengan jangka tempo pembayaran kurang dari satu tahun. 

Investasikan uang kamu di RDPU pada MI yang memiliki tingkat pengelolaan aset yang tinggi dan returnnya cenderung stabil. Berapa besarnya? Sesuai dengan return yang kamu kehendaki. Misalnya, jika dihitung-hitung kebutuhan kamu selama satu bulan adalah sekitar 3 juta rupiah. Untuk menghasilkan uang 3 juta rupiah butuh investasi sebesar 500juta rupiah. Maka target investasi kamu adalah sebesar 500 juta rupiah di RDPU.

Nah, 3juta ini adalah dana yang bisa sobat investor ambil tiap bulan tanpa mengurangi aset yang kamu miliki. Lebihkan dikit investasi kamu supaya meskipun tiap bulan diambil, aset tidak tergerus oleh pencuri yang dinamakan inflasi.

500 juta bukan angka yang sedikit, tapi ini bisa menjadi tantangan bagi sobat investor untuk terus memotivasi diri dan berjuang untuk meraih angka tersebut. Kita akan belajar dan berjuang bersama-sama dengan tulisan yang akan selalu mimin berusaha hadirkan di blog ini. 

Mari berjuang mewujudkannya.

Tuesday, February 4, 2020

Cuan Lebih di RD Proteksi - Alternatif Surat Utang Negara

Sobat investor mungkin pernah mendengar ataupun tahu mengenai SBR atau saving bond ritel. SBR ini merupakan salah satu surat utang yang dikeluarkan oleh negara yang bisa dibeli oleh ritel. Selain SBR, ada juga versi bentuk surat utang lainnya yang juga dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia yang bisa sobat investor beli, yakni ST atau sukuk tabungan, yang bersifat syariah dan juga ORI atau obligasi negara ritel. ORI ini hampir sama dengan SBR, namun kelebihan dari ORI adalah bisa diperjualbelikan di sekunder. 

Surat utang negara memiliki tingkat resiko rendah karena produk daripada negara. Surat utang negara ini menjadi menarik untuk dimiliki karena iming-imingnya adalah kupon bunga yang dibayarkan tiap bulan lebih besar daripada tingkat deposito. Meskipun demikian, kita tidak bisa mengambil pokok pinjaman sewaktu-waktu seperti halnya deposito. Ada tenor minimal dua tahun dengan opsi early redemption 50% pada tahun pertama. Berikut adalah grafik kupon bunga SBR dari waktu ke waktu yang dikeluarkan oleh pemerintah:

Tingkat kupon bunga SBR dari waktu ke waktu mengalami penurunan

Nah, bisa dipahami bahwa SBR ini dari waktu ke waktu juga mengalami penurunan tergantung dari keadaan ekonomi dan menyesuaikan kondisi global yang terjadi pada saat itu. Ada salah satu alternatif pilihan jika Sobat investor meng-inginkan produk investasi layaknya surat utang atau obligasi, resiko rendah dengan kupon bunga yang lebih tinggi daripada SBR.

Jawabannya adalah Reksadana (RD) proteksi. RD proteksi adalah RD yang isinya merupakan obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan dengan tenor waktu tertentu. Biasanya pembagian kupon akan dilakukan tiga bulan sekali. Nah biasanya nilai kupon bunganya lebih tinggi daripada surat utang yang dikeluarkan oleh negara. Secara logika, jika surat utang yang dikeluarkan oleh perusahaan nilainya lebih rendah daripada yang dikeluarkan oleh negara, maka orang akan lebih memilih untuk ambil surat utang negara karena risknya lebih rendah. Dan, hal ini tidak bagus karena tidak mendorong tingkat ekonomi sebab adanya perusahaanlah salah satunya yang bisa menyediakan lapangan pekerjaan untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Berbeda dengan surat utang negara, RD proteksi ini hanya dijual oleh lebih sedikit agen penjual yang biasanya adalah pihak sekuritas tertentu. Untuk minimum pembeliannya pun relatif tinggi, minimum bisa lima sampai sepuluh juta rupiah. Dana Sobat investor akan di-lock dalam waktu tertentu hingga waktu exit window atau penjualan kembali.

Berikut adalah contoh RD proteksi yang dijual agen sekuritas Mirae:

Contoh pengumuman RD proteksi
    
Dalam tabel tersebut, bisa diketahui bahwa protofolio RD proteksi tersebut adalah obligasi dari perusahaan PP Property dengan kuota sebanyak 150 milyar. Pembagian imbal hasil adalah 8.5% (net). Jadi, sudah termasuk pajak. Lebih besar daripada SBR. Jangka waktunya cukup lumayan lama, yakni selama tiga tahun. RD proteksi ini tidak bisa dijual dan pokok pinjamannya hanya bisa kita dapatkan ketika sudah jatuh tempo, yakni 20 Feb 2023 dikarenakan tanggal pengeluaran RD proteksi ini adaah pada 19 Feb 20. 

Nah, cukup menarik bukan. RD proteksi ini bisa menjadi salah satu alternatif investasi jika Sobat investor tertarik untuk mendapatkan return yang lebih tinggi dibandingkan SBR dengan tingkat resiko yang juga rendah. 

Monday, December 23, 2019

Mengamati Saham ARB MAMI


Fenomena saham ARB di bursa saham Indonesia IHSG semakin marak belakangan ini. Tak cukup sekali ARB, bahkan beberapa saham tersebut mengalami ARB hingga berkali-kali. Mimin tak ingin membahas mengapa suatu saham mengalami ARB. Tetapi, lewat tulisan ini, kita mencoba menganalisa potensi dari suatu saham untuk mengalami peristiwa ARB dan apa yang terjadi ketika ARB.

ARB atau auto rejection bawah adalah harga saham terendah yang diperbolehkan dalam satu hari. Lawanya adalah ARA atau auto rejection atas, yang merupakan kebalikan dari ARB. Jika satu saham mengalami ARB artinya terjadi penjualan suatu saham yang sangat signifikan. Biasanya pada harga terendahnya, jumlah offer akan berjumlah sangat fantastis, untuk menjaga agar saham harganya tidak bergerak. Mari kita lihat, contoh bid-offer sebuah saham yang mengalami ARB.


Jika dilihat pada harganya, ada tanda panah mengarah kebawah. Itu merupakan sebuah pertanda bahwa suatu saham mengalami ARB pada aplikasi bawaan Mirae tersebut. Total perubahan harga adalah sebesar 64 poin, dengan persen perubahan adalah sebesar (minus) 34%. Mari kita lihat offer terakhirnya, yakni 121. Jumlah lot yang ditawarkan adalah sekitar 2,3 juta lot. Saham ini seperti dikunci agar tidak naik. Siapa gerangan yang memiliki 2,3 juta lot kalo bukan sebuah institusi. Jumlah keseluruhan saham MAMI sendiri adalah sebesar 123 juta. Dengan lebih dari 50% kepemilikan sahamnya adalah milik publik. Ini merupakan sebuah hal yang tidak bagus. Artinya, bisa jadi, management perusahaan atau investor besar di saham tersebut sudah tidak percaya lagi dengan masa depan perusahaannya sehingga ia jual porsi kepemilikan di perusahaan tersebut.

2,3 juta bukanlah jumlah yang besar jika dibandingkan dengan 123 juta. Artinya, siap-siap harga akan dijatuhkan lebih dalam lagi. ARB berkali-kali. 

Mari kita lihat secara teknikal.


Secara teknikal, saham itu tidaklah terlalu bagus. 

1. Saham ini pernah penjadi penghuni LQ-50, atau sebutan bagi saham yang harganya pernah menyentuh angka 50. Jika pernah menyentuh harga tersebut, maka bisa jadi sejarah akan terulang dimana saham ini memiliki kemungkinan untuk menuju ke angka tersebut.

2. Volume transaksi yang tidak wajar.
Hingga pertengahan 2018, volume transaksi saham ini masih wajar. Namun, setelah itu, volume transaksi meningkat, tetapi tidak sejalan dengan volatilitas harga yang ditimbulkan. Selama tidak mengakibatkan kenaikan harga, tidak akan menarik perhatian para trader untuk menaruh posisi. Namun, inilah poinnya. Harga dijaga tidak naik terlalu tinggi, supaya tidak ada yang tertarik untuk pasang posisi dan proses akumulasi bisa dilakukan. Kita bisa melihat proses akumulasinya dari fitur bandar detektor Stockbit Pro.



Nah akumulasi dilakukan pada saat harganya 87 rupiah sampe kemudian harga mencapai 167 rupiah. Bisa dilihat indikator bandar movement dibawah yang nilainya terus naik. Bandar movement menunjukkan tingkat volume transaksi yang dilakukan oleh top broker.

Lepas daripada harga 167, bisa dilihat volume transaksi menurun dan indikator bandar movementnya juga mulai menurun. Disini, bandar hanya memantain harga agar tidak jatuh, biasa dengan cara memasang bid yang banyak. Posisinya tentu sudah cuan karena dia sudah mulai akumulasi di harga bawah.

Ketika barang sudah berkurang separuhnya, barulah dimark-up hingga harga mencapai angka 400, sambil buang barang. Ketika barang mulai habis, dilihat dari nilai bandar movement sejajar dengan nilai pada saat awal akumulasi, barulah harga dibanting habis-habisan. Bandar out dari $MAMI.

Yup, ini contoh saham yang berhasil digoreng. Salut pada bandar yang mampu memantain harga dan tentunya menghasilkan cuan. Jika sudah cuan, buat apa harganya ditahan. Barang yang tersisa langsung dibuang semua, dari angka 400 langsung menuju gocap.    

Wednesday, November 6, 2019

Trading Saham - Melakukan Trading untuk Pekerja Kantoran (Analisis Teknikal)

Setelah analisis fundamental, kali ini akan dibahas mengenai analisis teknikal. Analisis teknikal membahas mengenai kecenderungan pergerakan harga dilihat dari historikal harga yang terbentuk di pasar modal. 

Banyak sekali indikator yang bisa digunakan untuk memperkirakan pergerakan harga, namun pada kesempatan kali ini, yang dibahas oleh mimin adalah lima hal yang juga sering digunakan mimin dalam menentukan untuk masuk tidaknya ke dalam sebuah trade, yakni:

1. Volume  
2. Candle-Stick
3. MACD
4. Fibonacci
5. Time frame

Kita akan bahas satu-persatu. Untuk softwarenya, memakai yang gratisan, yakni https://www.investing.com/. Di investing.com yang gratis ini ada delay sekitar 15 menit dari trading normal. Jadi, misalkan, jika jam menunjukkan pukul 15.00, maka trading yang ditampilkan adalah trading pada pukul 14.45.

Pertama, Volume
Volume ini merupakan salah satu indikator terpenting dalam sebuah trade. High volume dalam sebuah sesi trade bisa mengindikasikan awal mula sebuah trend bermulai ataupun berakhir. Sobat Investor pasti mengenal istilah Break Out, dimana ketika harga menembus garis support maupun resistennya disertai volume yang tinggi. Mari kita lihat contoh berikut:

Volume
Bisa dilihat pada gambar dibawah, bahwa harga IMAS mulai menunjukkan trend naik ketika ia menunjukkan volume yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan harga sebelumnya dan memulai trend turun disertai dengan volume yang juga tinggi. Jadi, volume ini adalah indikator yang harus selalu dipakai.

Kedua, Candle-stick
Ilmu tentang bentuk lilin dapat dipelajari di internet. Bentuk lilin memperlihatkan antara supply dan juga demand yang terjadi dalam sebuah pasar bursa. Namun, lilin ini hanya benar-benar valid jika disertai dengan volume yang juga tinggi. Tidak usah mempelajari nama-nama lilin karena saat ini sudah ada program yang bisa mengidentifikasi hal tersebut berikut kecenderungan harganya. Berikut adalah contoh program yang menyebutkan tipe lilin dan kecenderungan harganya. Emiten masih sama IMAS.

Candlestick
Ketiga, MACD
MACD adalah salah satu indikator yang juga penting untuk digunakan karena mengidetifikasikan sebuah reversal. Yang perlu dicari adalah divergentnya. Jika harga MACD naik, namun harga saham turun, maka bisa jadi harga emiten tersebut akan segera naik. Selain divergent, yang juga perlu diamati adalah golden cross (GC), yang artinya terjadi persilangan antara dua garis dimana garis MACD menembus dari bawah garis signal. Sedangkan, bila garis MACD menembus dari atas, maka kebalikannya, harga akan turun. Ini disebut dengan death cross (DC).
  
MACD golden and death cross

MACD divergent

Keempat, Fibonacci
Fibonacci ada berbagai macam. Tetapi, yang akan dibahas disini adalah yang tipe retracement. Fungsinya bisa dijadikan pivot point atau point dimana secara historikal, biasanya harga akan mengalami rebound maupun reversal. Simak pada gambar dibawah ini.

Fibonacci
Pada gambar diatas djelaskan kondisi pivot point berdasarkan fibonya. Untuk membuat garis fibo, harus ditarik dari harga yang tertinggi sampai harga yang terendah. Pada sebelah kanan, ketika kita buy, namun harga turun, kita bisa beli lagi pada harga yang terendah untuk average. Disinilah keputusan mengenai money management dan juga analisa fundamental mengambil peranan penting. Ketika secara fundamental masih bagus, kenapa tidak melakukan average down?

Kelima, Time frame
Time frame ini penting dan menentukan tipe trader. Untuk pekerja kantoran, yang tradingnya swing, bisa memakai timeframe jam, harian dan juga mingguan. 
- Time frame mingguan akan lebih menjelaskan gambaran besar arah pergerakan harga kemana
- Time frame harian lebih menjelaskan mengenai posisi harga saat ini dengan lebih banyak candle, yang menyiratkan adanya perubahan lebih dahulu, jika dibandingkan dengan time frame mingguan.
- Time frame jam, lebih banyak candle lagi jika dibandingkan time frame harian dan juga mingguan. Disinilah awal mula terjadi reversal maupun rebound bisa diketahui sebelum diketahui di time frame harian maupun mingguan.

Silahkan simak contoh dibawah sebagai panduan.

Time frame mingguan
Pada time frame mingguan, bisa diketahui bahwa garis fibo telah tertembus dan kemungkinan rebound ada pada titik support yang bisa diketahui pada awal 2018. Ini bisa tampak dengan jelas jika menggunakan timeframe mingguan. Mari, kita perbesar lagi, dengan menggunakan time frame harian.

Time frame harian
Menggunakan timeframe harian, bisa diketahui bahwa harga langsung turun dengan volume yang tinggi ketika menyentuh resisten yakni garis fibonya. Penurunan harga ketika mendekati garis support, yakni yang didapatkan pada timeframe bulanan, mendapatkan demand yang cukup tinggi, bisa dilihat dari volumenya yang naik.

Time frame lima jam
Pada timeframe lima jam, malah muncul signal candlestick bullish yang menyatakan adanya reversal ke arah bullish. Nah, jika belum melakukan buy, bisa langsung masuk ke area buy dengan range buy 1200-1270. Jika ingin average down, tunggu hingga candle membentuk posisi golden cross (GC) agar lebih valid. 

Mudah-mudahan kelima hal diatas yang bisa dijadikan sebagai indikator untuk analisa teknikal bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Sobat Investor semua.

Pada bagian selanjutnya, akan dibahas mengenai cara melakukan trade.

Keep Stay Tuned

Tuesday, November 5, 2019

Trading Saham - Melakukan Trading untuk Pekerja Kantoran (Analisis Fundamental)

Sobat Investor, bagaimana caranya melakukan trading namun tetap bisa beraktivitas sebagaimana biasanya? Jika Sobat Investor belum bisa membagi waktu dengan baik, maka tulisan ini bisa menjadi sebuah referensi bagi Sobat Investor untuk memulai trading khususnya bagi kamu yang pekerja penuh waktu. Sobat Investor paling tidak harus mengerti terlebih dahulu basic trading, mulai psikologi, money management dan juga menguasai pengoperasian dari perangkat trading bawaan dari sekuritas.


Jika ketiga hal diatas sudah dikuasai, maka cara selanjutnya adalah melakukan analisa terhadap emiten yang akan dipilih. Tulisan ini terinsipasi dari KakDr. Bisa dilihat situsnya disini.

Analisa fundamental dan historikal yang wajib diketahui:
- Shareholder composition, baca tulisan terdahulu, management atau insider perusahaan harus memiliki jumlah kepemilikan yang besar jika dibandingkan dengan kepemilikan publik. Artinya, jika perusahaan itu bagus, tentunya management tidak akan menjual kepemilikannya di perusahaan tersebut.
- PBV atau harga buku, jika nilainya kurang dari satu, maka jika perusahaan itu bangkrut, masih akan ada sisa modal. Perusahaan yang PBVnya lebih dari satu, belum tentu perusahaan yang jelek, malah bisa saja perusahaan yang bagus karenanya dihargai premium oleh pasar.
- DER atau perbandingan antara utang dengan sisa modal. Nilai ini harus sekecil mungkin, artinya perusahaan tersebut tidak memiliki utang.
- ROE atau tingkat pengembalian modal. Nilai ini harus lebih besar jika dibandingkan dengan DER. Setiap perusahaan biasanya memiliki utang sebagai salah satu upaya untuk mendongkrak kinerjanya. Nah jika ROE lebih besar dari DER, maka perusahaan berkembang.
- Deviden, laba yang dibagi ke pemegang saham. Artinya perusahaan tidak pelit. Kalau kamu nyangkut, maka tiap tahun masih dapat deviden.

Lima elemen diatas merupakan ciri perusahaan yang sehat. Tidak butuh waktu lima menit untuk melakukan analisa tersebut. Anda bisa menggunakan RTI business untuk mencari informasi tersebut. Berikut adalah salah satu contoh, kita ambil emiten UNVR atau Unilever Indonesia Tbk.

Berikut adalah rincian fundamental dan historikalnya.

Dari segi kepemilikan OK. Masyarakat hanya memiliki 15% saham. Kita lanjutkan ke segi valuasinya.
Dari segi deviden, UNVR membagikan deviden. PBV = 48x. Sudah mahal. ROE, modal yang dikeluarkan investor tumbuh 2x dalam setahun (106%). Wow. Pantas saja PBVnya tinggi. Namun, sayangnya DERnya juga tinggi sekali. Jika modal kita balik 2x karena ROEnya >100%, maka semuanya impas buat bayar utang. 

UNVR ini tipe perusahaan premium, yang dilihat dari segi valuasinya sudah sulit tumbuh lagi, dilihat dari valuasinya diatas. Mari, kita lihat dari segi perubahan harga sahamnya di pasar modal.


Yups, jika kamu megang saham ini dari tiga tahun yang silam, maka saat ini masih minus 4%. Beda ketika pegang dari lima tahun silam, maka masih cuan sekitar 47%. Artinya, harganya sudah stagnan. 

Dilihat dari DPR atau deviden payout ratio, yang nilainya lebih dari 100%, artinya adalah seluruh keuntungan dibagikan ke pemegang saham, dengan deviden yield cuma 2,7%. Masih lebih besar jika dibandingkan dengan deposito bank, artinya perusahaan ini sudah tidak menarik. Tentu saja untuk saat ini.

Jika dilihat dari rumus valuasi Stockbit (program ini berbayar).


Yups, margin of safetynya cuma 6%. Sudah mendekati harga wajar perusahaan. 

Ini dari segi fundamental ya kawan-kawan. Tetepi dari segi teknikal bisa berkata lain. Karena harga yang terbentuk di pasar adalah harga yang menurut persepsi masing-masing orang. Orang bisa berkata barang A mahal, sedangkan yang lain berkata itu murah. 

Kita sambung mengenai analisa teknikal pada tulisan selanjutnya.

Popular Posts