Sunday, November 23, 2025
Tidak Mengejar Momentum
Wednesday, August 17, 2022
Waktu Chronos & Kairos di Bursa Saham
Ada dua cara dalam menganalisa sebuah saham, yakni analisa yang bersifat kualitatif dan juga analisa yang bersifat kuantitatif. Analisa kuantitatif dan kualitatif bukanlah sesuatu untuk diperdebatkan maupun dibanding-bandingkan, tetapi dua-duanya saling melengkapi satu-sama lain.
Dalam teori relatifitas, dikatakan waktu
bersifat relatif. Artinya, adalah seberapa cepat waktu berjalan tergantung
daripada apa yang kita jadikan sebagai acuan. Mitologi Yunani mengatakan waktu
bisa dipandang dari dua hal, yakni kuantitatif (chronos) dan juga kualitatif (kairos).
Chronos mengukur seberapa besar waktu berjalan.
1 jam, satu hari, satu tahun, satu decade. Kairos mengukur seberapa penting sebuah
episode waktu. Kairos (atau Caerus) adalah juga merupakan salah satu dewa Yunani
yang melambangkan kesempatan, keberuntungan. Ada sebuah alegori yang menyatakan
hari-hari/ minggu-minggu penting dalam suatu periode waktu bisa mengubah
sejarah hingga beberapa decade kedepan.
Seperti kisah kemerdekaan negara kita, dimana
terjadi penculikan founding-father yang bertujuan untuk mendesak dan segera
mengumumkan proklamasi kemerdekaan kepada seluruh rakyat akibat kekosongan
kekuasaan karena Jepang menyerah kepada sekutu. Sebuah peristiwa bersejarah
yang mengubah nasib sebuah bangsa. Kairos Moment.
Hal yang demikian juga banyak terjadi di saham.
Bagaimana saham farmasi naik tinggi ketika covid, betapa saham bank mini naik
tinggi karena aturan bank digital. Betapa saham barubara naik tinggi akibat
perang yang terjadi antara Rusia-Ukraina.
Untuk bisa menggenggam waktu Kairos, kita harus
melepaskan kecemasan kita di waktu chronos. Masa depan tidak dapat kita
prediksi. Membayangkan apa yang ingin kita raih di masa depan adalah sesuatu
yang menakutkan bagi manusia. Sama, seperti ketika membeli RAJA di bawah 200,
siapa yang berpikir bahwa saham ini bisa tembus 1000.
Caranya adalah dengan komitmen. Contohnya, jika
kita ingin bisa push-up 100x dalam satu waktu. Kita komitmen tiap hari, lakukan
push-up misalkan 10x. Jika, 10x sudah gampang kita lakukan, naikkan 20x.
Selangkah demi selangkah, hingga pada akhirnya tercapai 100x. Gol-gol kecil
hari demi hari kita capai, hingga pada akhirnya kita bisa capai gol yang besar.
Sama seperti di saham, kita cari saham yang
berfundamental bagus (kuantitatif) di saat pasar tidak mengapresiasinya
(kualitatif). Biarkan waktu chronos yang mengubah persepsi pasar hingga kita mendapatkan
waktu Kairos ketika saham kita naik.
Tuesday, August 16, 2022
Istilah (Manipulasi) Transaksi Jual-Beli di Pasar Saham
a) Perdagangan Terselubung adalah
perdagangan/transaksi jual beli saham yang disamarkan/ditutupi oleh individu
dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan secara melawan hukum,
b)
Perdagangan Semu adalah transaksi yang terjadi antara pihak pembeli dan penjual
yang tidak menimbulkan perubahan kepemilikan dan/atau manfaatnya (beneficiary
of ownership) atas transaksi saham dengan tujuan untuk membentuk harga naik,
turun, atau tetap dengan memberi kesan seolah-olah harga terbentuk melalui
transaksi yang wajar
c)
Transaksi Crossing Saham adalah transaksi negosiasi yang merupakan kesepakatan
antara 2 (dua) pihak yang difasilitasi oleh satu Anggota Bursa atau Broker yang
sama, karena para pihak yang bersepakat tersebut merupakan nasabah dari Anggota
Bursa atau broker yang sama tersebut.
d)
Manipulasi Harga/Pasar adalah aktivitas satu atau beberapa pihak untuk
menciptakan harga pasar yang semu (artificial), dengan tujuan untuk menciptakan
gambaran semu atau menyesatkan mengenai kegiatan perdagangan, keadaan pasar
atau harga Efek di Bursa Efek.
e)
Insider Trading adalah suatu praktik ilegal dalam dunia investasi, di mana
seorang investor mendapat suatu informasi yang pasti perihal peluang keuntungan
dalam transaksi jual beli saham.
f)
Pre-Arranged Trading adalah transaksi di pasar Reguler yang terjadi melalui
pemasangan order beli dan jual pada rentang waktu yang hampir bersamaan yang
terjadi karena adanya perjanjian antara pembeli dan penjual sebelumnya dengan
tujuan untuk membentuk harga (naik, turun atau tetap) atau kepentingan lainnya
baik di dalam maupun di luar bursa.
g)
Alternate Trading adalah Transaksi dari sekelompok pihak tertentu dengan peran
sebagai pembeli dan penjual secara bergantian serta dilakukan dengan volume
yang berkesan wajar dengan tujuan untuk memberi kesan bahwa suatu efek aktif
diperdagangkan.
h)
Creating fake Demand/Supply adalah adanya 1 (satu) atau lebih pihak tertentu
melakukan pemasangan order beli/jual pada level harga terbaik, tetapi jika
order beli/jual yang dipasang sudah mencapai best price maka order tersebut
di-delete atau di-amend (baik dalam jumlahnya dan/atau diturunkan level
harganya) secara berulang kali dengan tujuan untuk memberi kesan kepada pasar
seolah-olah terdapat demand/supply yang tinggi sehingga pasar terpengaruh untuk
membeli/menjual
i)
Layering adalah memasukkan banyak order di berbagai level harga dengan tujuan
untuk memberi kesan kepada pasar seolah-olah terdapat demand/supply yang tinggi
sehingga pasar terpengaruh untuk membeli/menjual
j)
Cornering the market adalah membeli efek dalam jumlah besar sehingga dapat
menguasai pasar (menyudutkan pasar).
k)
Marking the Close adalah merekayasa harga permintaan atau penawaran efek pada
saat atau mendekati saat penutupan perdagangan dengan tujuan membentuk harga
efek atau harga pembukuan yang lebih tinggi pada hari perdagangan berikutnya.
l)
Penipuan/Fraud adalah membuat suatu pernyataan yang tidak benar mengenai fakta
material sehingga investor tidak mengetahui keadaan yang sebenarnya dengan
maksud menguntungkan diri sendiri dan pihak lain, atau menghindarkan kerugian
untuk diri sendiri atau pihak lain, atau dengan tujuan mempengaruhi pihak lain
untuk membeli atau menjual efek
* Disadur dari aturan kompetisi trading MiraeAsset
Sunday, April 12, 2020
Wyckoff Method - Distribusi
| Anatomi distribusi Wyckoff tanpa tipuan |
| Anatomi distribusi Wyckoff dengan tipuan |
Sunday, April 5, 2020
Menghadapi Tekanan Akibat Floating Loss di Saham
Seperti mimin pernah tulis dalam sebuah posting berikut, ada faktor yang perlu diperhatikan dalam trading di bursa, yakni intermarket. Hal ini disebabkan uang akan lari ke medium yang memiliki return paling tinggi.
Mari kita lihat hubungan antara kurs USD-IDR, IHSG dan juga emas pada grafik berikut:
![]() |
| Grafik inter-market |
Bisa dilihat pada grafik diatas, bahwa antara valas USD dengan IHSG hampir berbanding terbalik. Pada saat gambar diambil, IHSG minus -21% dan USD plus 21%. Ketika USD naik, IHSG turun. Ini mengindikasikan bahwa IHSG sangat dipengaruhi oleh asing.
Juli 2019 hingga Januari 2020 bisa dilihat bahwa terjadi sideways cukup panjang antara USD dengan IDR artinya disini market berada dalam kondisi antisipasi. Dalam kondisi antisipasi tersebut, investor mulai beralih ke emas sebagai safe haven. Maka dari itu, harga emas melonjak pada saat sideways antara USD dengan IHSG sebagai upaya antisipasif. Dan benar sekali, pada akhirnya, terjadi perubahan yang signifikan setelah sideways cukup panjang dan dimenangkan oleh USD. Artinya, terjadi capital outflow asing yang besar-besaran dari IHSG.
Kita kembali lagi ke dalam inti tulisan kita, bagaimana seandainya saya belum sempat keluar dari IHSG? Artinya, saya masih punya posisi di beberapa saham dan saat ini berada dalam posisi floating loss.
Banyak orang panik dan mungkin juga merasa tertekan melihat kondisi market. Setelah kejatuhan IHSG menuju ke 4000, meskipun saat ini dalam posisi rebound, kondisinya masih belum normal seperti sediakala. Bayangan sentimen negatif terus menerus ada di sepanjang tahun 2020 ini. Hal ini mencegah publik untuk segera masuk ke pasar modal.
Cara pandang sebuah masalah bisa meneguhkan hati kita atau malah meruntuhkannya. Pikiran tidak sadar manusia tidak bisa membedakan mana antara kenangan yang riil ataupun imajinasi pengalaman. Ia bisa menangkap data apapun dan juga sekalian sebagai mesin pemroses. Maka dari itu bagaimana kita memandang sebuah peristiwa akan menentukan bagaimana respon kita terhadap apa yang sedang kita alami.
Hal ini begitu penting sebagai perspektif dan menentukan tindakan kita kedepan. Kita harus memiliki framing terhadap sesuatu sehingga kita tidak banyak bereaksi, namun beraksi. Jika kita telah memikirkan bahwa saham yang kita pilih punya potensi turun, maka kita tidak akan perlu kuatir ketika turun karena plannya sudah ada. Namun, ketika kita tidak punya rencanan saham yang kita miliki akan turun, maka kita akan bereaksi. Dan, sebagaimana umumnya reaksi yang bersifat spontan, jika kita tidak menghadapinya dengan baik, maka segala tindakan kita akan tidak terukur dan malah memperbesar masalah tersebut.
Nah, jika Sobat Investor belum tahu apa yang harus dilakukan terhadap saham yang turun, maka hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menjawab pertanyaan kenapa kamu masuk ke dalam saham tersebut. Dari sini kita akan mengenali kekurangan kita dalam trading.
Lantas bagaimana selanjutnya, saya sudah terlanjur loss?
Tentu saja harus belajar kembali dari kesalahan yang telah lalu. Sobat investor harus belajar kembali mengenai pasar saham. Menguasai basic dari pasar saham tersebut. Salah satu contoh pertanyaan adalah apakah pergerakan harga saham dipengaruhi oleh supply-demand market atau ada pemain yang bisa mempengaruhi harga sebuah saham? Bagaimanakah kharakteristik pembentukan harga sebuah market?
Jika dasar telah dikuasai, maka Sobat Investor sudah punya gambaran terhadap saham yang saat ini sedang dipegang. Mau terus dipegang, average-down atau cut-loss.
Jadi, kondisi floating loss bisa dijadikan sebagai pelajaran. Apa yang kamu lakukan sesudahnya akan menentukan apakah floating loss ini bisa diubah menjadi floating profit. Segala hal yang terjadi pada diri kita harus kita maksimalkan untuk menyiapkan diri kita lebih baik di masa depan.
Friday, March 27, 2020
Cara Trading Emas: Bagian-3 : Mulai Trading
![]() |
| Trading View XAUIDRG |
| Jenius Pay diskon 50ribu untuk pengeluaran sekitar 500ribu di Tamasia, Treasury dan juga e-mas |
Thursday, March 26, 2020
Cara Trading Emas: Bagian-2 : Platform dan Biaya
![]() |
| Platform E-mas |
| Biaya cetak emas |
Wednesday, March 25, 2020
Cara Trading Emas: Bagian-1 : Safe Haven
Mari kita lihat grafik kenaikan emas sepanjang masa
![]() |
| Harga emas sejak 1998 (dalam troy ounce/ rupiah) |
Nah, kembali lagi dalam fungsi tulisan ini yang akan menjelaskan cara trading atau membeli emas dalam waktu yang tepat, kita akan mulai membahasnya pada bagian seri kedua.
Keep Stay Tuned
Sunday, March 22, 2020
Memilih Tabungan Jangka Panjang Berhadiah - Hidden Cost
Nah, kita akan membandingkan dua buah program Bank yang menawarkan jasa tersebut, kemudian anda akan menerka manakah pilihan yang paling rasional. Bank yang menjadi obyek disini adalah Bank yang riil dan progamnya pun juga riil diadakan di tahun 2020 ini.
Berikut adalah, penawaran dari dua bank tersebut untuk satu barang yang sama:
| Penawaran tabungan jangka panjang dari dua Bank yang berbeda |
Manakah yang anda pilih?
Jika memilih Bank A, maka anda harus menyetorkan uang sebanyak 320juta untuk ditahan selama 1 tahun, jika memilih Bank B, maka anda hanya perlu menyetorkan uang 15 juta pada awal tabungan, namun ditahan selama lima tahun dan tiap bulan anda harus menyetorkan 3juta rupiah dan total proyeksi dana anda pada tahun kelima adalah 199juta. Kita anggap bunga yang ditawarkan dari dua program tersebut adalah sama yakni 0.5% pertahun dan deposito sebanyak 6% pertahun.
Manakah yang anda pilih, Bank A atau Bank B?
Bayangkan anda memiliki uang 200 juta. Pilihannya adalah Bank A: Penempatan 110 juta selama tiga tahun dan 90 juta di rekening deposito dengan bunga 6% pertahun. Cara yang sama juga dilakukan di Bank B.
Hasilnya adalah sebagaimana berikut:
| Perhitungan return pilihan A dan B |
Bisa dilihat ketika tahun ke-4, Bank A sudah bisa menarik uang yang diblokir. Maka, kemudian saya masukkan return sesuai dengan deposito. Maka, hasil returnya adalah sekitar 6,6 juta rupiah. Bandingkan dengan periode sebelumnya yang selisihnya sendiri lebih dari 10 kali lipat.
Kelihatannya memang Bank B lebih menguntungan karena dana awal yang disetor lebih kecil jika dibandingkan dengan Bank A. Namun, dalam jangka waktu yang lebih panjang, terbukti Bank A maah lebih menguntungkan. Selisihnya adalah 15 juta rupiah.
Pada akhirnya kita memilih Bank A. Berikut adalah salah satu pilihan yang ditawarkan oleh Bank A dimana kita bisa mengetahui langsung harga hadiahnya karena berbentuk voucher.
| Dua pilihan dengan nominal berbeda |
1. Beli dengan uang anda sendiri, sisanya ditabung.
2. Mengendapkan uang 24 juta, untuk mendapatkan voucher 1 juta dan 4 juta sisanya pakai uang pribadi.
3. Memilih untuk mengendapkan uang 123 juta langsung selama satu tahun agar dapat voucher 5 juta. Hal ini menandakan anda tidak perlu mengeluarkan uang secara pribadi. Cukup dengan voucher untuk membeli barang tersebut.
Kelihatannya pilihan tiga sangat masuk akal untuk dipilih. Iming-iming gratis lebih mengena di pikiran kita. Diskon, sale dan lain sebagainya setidaknya bisa mempengaruhi pikiran orang untuk membeli suatu barang tanpa pikir panjang. Di otak kita, barang yang di diskon itu ibarat sebuah kesempatan yang tidak datang dua kali. Padahal, harga barang setelah diskon juga bisa jadi masih mahal. Namun, kita merasa senang karena pikiran kita masih terikat pada harga yang lama.
Nah, mari kita lihat faktanya, misal kita memiliki uang 125 juta rupiah. Sisa uang yang tidak kita gunakan akan ditabung. Manakah yang paling ekonomis.
Hasilnya adalah sebagaimana diungkapkan diatas.
Pilihan 1 ==> Beli langsung, potong lima juta. 120 juta ditabung di deposito 6%, hasilnya setelah satu tahun adalah 127 juta rupiah.
Pilihan 2 ==> Ambil voucher 1 juta, 24 juta ditahan. Bayar kekurangan 4 juta sehingga deposito 97 juta hasilnya adalah 126 juta
Pilihan 3 ==> Ambil voucher langsung 5 juta, ditahan 123 juta. Hasil investasinya malah sangat rendah sekali 125 juta.
Nah, dari sini bisa diambil kesimpulan bahwa beli sendiri dan sisa uangnya ditabung bisa menghasilkan return yang lebih gede ketimbang kita ikut program tersebut. Segala sesuatu yang gratis bisa jadi menyimpan hidden cost yang kita tidak tahu kedepannya.
Mudah-mudahan cerita ini bermanfaat bagi kita semua khususnya yang saat ini memiliki pilihan yang berhubungan dengan sektor keuangan.
Sekian.
Saturday, March 21, 2020
Intermarket -Mengulik Pasar Selain IHSG
![]() |
| IHSG |
![]() |
| XAU IDR dalam troy ounce |
![]() |
| USD IDR |
Friday, February 7, 2020
Menyiapkan Strategi untuk Pensiun Dini dari Bursa melalui RDPU
![]() |
| Pensiun Dini |
Salah satu yang paling aman adalah reksadana pasar uang atau biasa disingkat RDPU. RDPU adalah jenis reksadana yang portonya berisi deposito dan terkadang obligasi dengan jangka tempo pembayaran kurang dari satu tahun.
Investasikan uang kamu di RDPU pada MI yang memiliki tingkat pengelolaan aset yang tinggi dan returnnya cenderung stabil. Berapa besarnya? Sesuai dengan return yang kamu kehendaki. Misalnya, jika dihitung-hitung kebutuhan kamu selama satu bulan adalah sekitar 3 juta rupiah. Untuk menghasilkan uang 3 juta rupiah butuh investasi sebesar 500juta rupiah. Maka target investasi kamu adalah sebesar 500 juta rupiah di RDPU.
Nah, 3juta ini adalah dana yang bisa sobat investor ambil tiap bulan tanpa mengurangi aset yang kamu miliki. Lebihkan dikit investasi kamu supaya meskipun tiap bulan diambil, aset tidak tergerus oleh pencuri yang dinamakan inflasi.
500 juta bukan angka yang sedikit, tapi ini bisa menjadi tantangan bagi sobat investor untuk terus memotivasi diri dan berjuang untuk meraih angka tersebut. Kita akan belajar dan berjuang bersama-sama dengan tulisan yang akan selalu mimin berusaha hadirkan di blog ini.
Mari berjuang mewujudkannya.
Tuesday, February 4, 2020
Cuan Lebih di RD Proteksi - Alternatif Surat Utang Negara
![]() |
| Tingkat kupon bunga SBR dari waktu ke waktu mengalami penurunan |
| Contoh pengumuman RD proteksi |
Monday, December 23, 2019
Mengamati Saham ARB MAMI
Fenomena saham ARB di bursa saham Indonesia IHSG semakin marak belakangan ini. Tak cukup sekali ARB, bahkan beberapa saham tersebut mengalami ARB hingga berkali-kali. Mimin tak ingin membahas mengapa suatu saham mengalami ARB. Tetapi, lewat tulisan ini, kita mencoba menganalisa potensi dari suatu saham untuk mengalami peristiwa ARB dan apa yang terjadi ketika ARB.
Hingga pertengahan 2018, volume transaksi saham ini masih wajar. Namun, setelah itu, volume transaksi meningkat, tetapi tidak sejalan dengan volatilitas harga yang ditimbulkan. Selama tidak mengakibatkan kenaikan harga, tidak akan menarik perhatian para trader untuk menaruh posisi. Namun, inilah poinnya. Harga dijaga tidak naik terlalu tinggi, supaya tidak ada yang tertarik untuk pasang posisi dan proses akumulasi bisa dilakukan. Kita bisa melihat proses akumulasinya dari fitur bandar detektor Stockbit Pro.
Nah akumulasi dilakukan pada saat harganya 87 rupiah sampe kemudian harga mencapai 167 rupiah. Bisa dilihat indikator bandar movement dibawah yang nilainya terus naik. Bandar movement menunjukkan tingkat volume transaksi yang dilakukan oleh top broker.
Lepas daripada harga 167, bisa dilihat volume transaksi menurun dan indikator bandar movementnya juga mulai menurun. Disini, bandar hanya memantain harga agar tidak jatuh, biasa dengan cara memasang bid yang banyak. Posisinya tentu sudah cuan karena dia sudah mulai akumulasi di harga bawah.
Ketika barang sudah berkurang separuhnya, barulah dimark-up hingga harga mencapai angka 400, sambil buang barang. Ketika barang mulai habis, dilihat dari nilai bandar movement sejajar dengan nilai pada saat awal akumulasi, barulah harga dibanting habis-habisan. Bandar out dari $MAMI.
Yup, ini contoh saham yang berhasil digoreng. Salut pada bandar yang mampu memantain harga dan tentunya menghasilkan cuan. Jika sudah cuan, buat apa harganya ditahan. Barang yang tersisa langsung dibuang semua, dari angka 400 langsung menuju gocap.
Wednesday, November 6, 2019
Trading Saham - Melakukan Trading untuk Pekerja Kantoran (Analisis Teknikal)
![]() |
| Volume |
![]() |
| Candlestick |
![]() |
| MACD golden and death cross |
![]() |
| MACD divergent |
![]() |
| Fibonacci |
![]() |
| Time frame mingguan |
![]() |
| Time frame harian |
![]() |
| Time frame lima jam |
Tuesday, November 5, 2019
Trading Saham - Melakukan Trading untuk Pekerja Kantoran (Analisis Fundamental)
Jika ketiga hal diatas sudah dikuasai, maka cara selanjutnya adalah melakukan analisa terhadap emiten yang akan dipilih. Tulisan ini terinsipasi dari KakDr. Bisa dilihat situsnya disini.
Popular Posts
-
Pada kali ini saya akan bercerita mengenai penukaran poin di Toluna . Bagi kawan-kawan pengunjung setia ourinternetmarket.blogspot.com yang...
-
Pada kesempatan kali ini, mimin akan menerangkan metode Wyckoff untuk menjelaskan mengenai pola distribusi pada sebuah saham. Metode Wyckof...
-
Bosan dengan survei yang tak kunjung mencapai poin minimal untuk dibayar dan sering mengalami error saat survei? Toluna, survei alternati...






















