Sunday, March 22, 2020

Memilih Tabungan Jangka Panjang Berhadiah - Hidden Cost

Tujuan posting kali ini adalah mengetahui apa yang membuat kita memilih sebuah keputusan dari beberapa pilihan. Beberapa Bank di Indonesia sebagaimana diketahui memiliki sebuah program yang dinamakan tabungan jangka panjang. Dimana, nasabah menyetorkan uang dalam jumah tertentu. Pihak Bank akan memblokir tabungan tersebut dalam jangka waktu tertentu. Biasanya dalam hitungan tahun dengan bunga fix yang rendah, kisaran 0.5% per tahun. Sebagai imbalannya, nasabah berhak mendapatkan hadiah sesuai dengan banyaknya modal yang disetor.

Nah, kita akan membandingkan dua buah program Bank yang menawarkan jasa tersebut, kemudian anda akan menerka manakah pilihan yang paling rasional. Bank yang menjadi obyek disini adalah Bank yang riil dan progamnya pun juga riil diadakan di tahun 2020 ini.

Berikut adalah, penawaran dari dua bank tersebut untuk satu barang yang sama:
Penawaran tabungan jangka panjang dari dua Bank yang berbeda
Nah, satu contoh ini kita anggap adalah basis dari keseluruhan hadiah yang ditawarkan. Bank A menawarkan hadiah yang sama dengan Bank B dengan persyaratan yang berbeda.
Manakah yang anda pilih?

Jika memilih Bank A, maka anda harus menyetorkan uang sebanyak 320juta untuk ditahan selama 1 tahun, jika memilih Bank B, maka anda hanya perlu menyetorkan uang 15 juta pada awal tabungan, namun ditahan selama lima tahun dan tiap bulan anda harus menyetorkan 3juta rupiah dan total proyeksi dana anda pada tahun kelima adalah 199juta. Kita anggap bunga yang ditawarkan dari dua program tersebut adalah sama yakni 0.5% pertahun dan deposito sebanyak 6% pertahun.

Manakah yang anda pilih, Bank A atau Bank B?

Bayangkan anda memiliki uang 200 juta. Pilihannya adalah Bank A: Penempatan 110 juta selama tiga tahun dan 90 juta di rekening deposito dengan bunga 6% pertahun. Cara yang sama juga dilakukan di Bank B.

Hasilnya adalah sebagaimana berikut:

Perhitungan return pilihan A dan B
Ketika anda punya memiliki uang 200 juta dan sisanya anda tabungkan ke deposito, maka in the long run, Bank A akan menghasilkan return yang lebih besar, jika dibandingkan dengan Bank B. Hal ini karena bunga tabungan jangka panjang tersebut sangat keci sekali jika dibandingkan dengan return deposito.

Bisa dilihat ketika tahun ke-4, Bank A sudah bisa menarik uang yang diblokir. Maka, kemudian saya masukkan return sesuai dengan deposito. Maka, hasil returnya adalah sekitar 6,6 juta rupiah. Bandingkan dengan periode sebelumnya yang selisihnya sendiri lebih dari 10 kali lipat.

Kelihatannya memang Bank B lebih menguntungan karena dana awal yang disetor lebih kecil jika dibandingkan dengan Bank A. Namun, dalam jangka waktu yang lebih panjang, terbukti Bank A maah lebih menguntungkan. Selisihnya adalah 15 juta rupiah.

Pada akhirnya kita memilih Bank A. Berikut adalah salah satu pilihan yang ditawarkan oleh Bank A dimana kita bisa mengetahui langsung harga hadiahnya karena berbentuk voucher.

Dua pilihan dengan nominal berbeda
Bayangkan anda ingin membeli laptop seharga 5 juta dan kemudian anda lihat tawaran sebagaimana diatas. Beberapa pilihan yang mungkin timbul:

1. Beli dengan uang anda sendiri, sisanya ditabung.
2. Mengendapkan uang 24 juta, untuk mendapatkan voucher 1 juta dan 4 juta sisanya pakai uang pribadi.
3. Memilih untuk mengendapkan uang 123 juta langsung selama satu tahun agar dapat voucher 5 juta. Hal ini menandakan anda tidak perlu mengeluarkan uang secara pribadi. Cukup dengan voucher untuk membeli barang tersebut.

Kelihatannya pilihan tiga sangat masuk akal untuk dipilih. Iming-iming gratis lebih mengena di pikiran kita. Diskon, sale dan lain sebagainya setidaknya bisa mempengaruhi pikiran orang untuk membeli suatu barang tanpa pikir panjang. Di otak kita, barang yang di diskon itu ibarat sebuah kesempatan yang tidak datang dua kali. Padahal, harga barang setelah diskon juga bisa jadi masih mahal. Namun, kita merasa senang karena pikiran kita masih terikat pada harga yang lama.

Nah, mari kita lihat faktanya, misal kita memiliki uang 125 juta rupiah. Sisa uang yang tidak kita gunakan akan ditabung. Manakah yang paling ekonomis.


Hasilnya adalah sebagaimana diungkapkan diatas.
Pilihan 1 ==> Beli langsung, potong lima juta. 120 juta ditabung di deposito 6%, hasilnya setelah satu tahun adalah 127 juta rupiah.
Pilihan 2 ==> Ambil voucher 1 juta, 24 juta ditahan. Bayar kekurangan 4 juta sehingga deposito 97 juta hasilnya adalah 126 juta
Pilihan 3 ==> Ambil voucher langsung 5 juta, ditahan 123 juta. Hasil investasinya malah sangat rendah sekali 125 juta.

Nah, dari sini bisa diambil kesimpulan bahwa beli sendiri dan sisa uangnya ditabung bisa menghasilkan return yang lebih gede ketimbang kita ikut program tersebut. Segala sesuatu yang gratis bisa jadi menyimpan hidden cost yang kita tidak tahu kedepannya.

Mudah-mudahan cerita ini bermanfaat bagi kita semua khususnya yang saat ini memiliki pilihan yang berhubungan dengan sektor keuangan.

Sekian.

Saturday, March 21, 2020

Intermarket -Mengulik Pasar Selain IHSG

Sebagaimana diketahui, IHSG berada dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Banyak hal yang bisa menyebabkan demikian. Saya tidak ingin menyebutkan karena bisa saja mimin salah dan kita sebenarnya sedang berusaha untuk mencocokkan sesuatu yang sebenarnya tidak ada hubungannya.

Yang perlu diketahui saat ini adalah bahwa harga saham telah mengalami penurunan yang sangat banyak hingga pemerintah melakukan langkah preventif untuk melindungi kejatuhan saham yang lebih tinggi.

1. Trading Halt ==> Semua saham di suspend ketika indeks IHSG turun lebih dari 5%
2. Membatasi nilai ARB sekitar 7%
3. Program buyback saham oleh owner tanpa melalui RUPS

Mari kita lihat grafik penurunan indeks IHSG year-to-date:

IHSG
IHSG nyungsep dari 6000 ke 4000. Semua yang pasang posisi sangat kecil sekali kemungkinan tidak nyangkut. Bagaimana dengan pasar yang lain? Mengapa kita harus melihat pasar yang lain atau jenis investasi yang lain? 

Ketika harga turun, otomatis banyak sekali supply. Dalam hal ini, uang mengalir keluar dari pasar bursa Indonesia. Tentu ia akan lari kesuatu tempat. Nah, mari kita tengok harga emas. 

XAU IDR dalam troy ounce
Nah, harga emas year-to-date, naik secara signifikan. Atau, bullish sekali. Kita boleh menebak bahwa sebagian uang yang keluar dari bursa mengalir ke tempat ini. Emas bisa dikatakan memiliki fungsi lindung nilai dan anti antiflasi. Nilainya yang naik merupakan pertanda bahwa nilai mata uang nilainya telah turun karena tergerus inflasi.

Bagaimana dengan valas? Valas atau valuta asing memberikan gambaran apresiasi dunia internasional terhadap mata uang kita. Jika nilai mata uang kita dihargai tinggi, maka nilai uang kita dianggap berharga. Berikut adalah nilai tukar rupiah terhadap dollar karena mata uang dollar banyak digunakan oleh banyak negara untuk kegiatan transaksi export-import.

USD IDR
Nilai harga dollar ternyata meroket. Artinya, mata uang kita dihargai rendah oleh dunia. Salah satu teori ekonomi adalah uang akan mengalir ke tempat yang menghasilkan return paling tinggi. 

IHSG telah ditinggalkan karena sideway lama. Harga emas naik artinya banyak orang mulai memburu emas. Yang secara tidak langsung, ingin mengamankan asetnya. Pertanda akan adanya krisis. Dollar naik artinya tingkat kepercayaan asing terhadap ekonomi kita berkurang.

Nah begitulah inter-market. Apakah berhubungan? Tentu saja sangat berhubungan sekali. Hal ini menyangkut larinya uang. Ketika salah satu market mengalami penurunan, maka yang lainnya akan mengalami kenaikan. Satu dengan yang lainnya akan saling menyeimbangkan antara satu dengan yang lain. Seperti kehidupan. 

Itulah pentingnya kita membagi investasi kita ke dalam beberapa jenis investasi yang lain. Jika saat ini, anda kekeuh untuk menyimpan investasi anda di IHSG maka tidak lama akan mengalami kerugian. Kesempatan selalu ada dan bisa dibuat di dalam macam market yang bersifat dinamis ini asal jangan salah timing.

Selamat berinvestasi. 

Sunday, March 15, 2020

[Report] Penggunaan Fibonacci dalam Trading Saham IHSG- WEGE

Sobat Investor, tulisan kali ini menjelaskan contoh penggunaan fibonacci dalam trading saham IHSG.

Fibonacci merupakan salah satu metode analisa teknikal yang menggunakan kombinasi presentasi bilangan fibo untuk menentukan pivot harga dari sebuah saham.

Indikator fibo retracement
Banyak sekali model fibo yang bisa kita gunakan, mulai dari pola support-resistance, trend hingga kipas. Yang akan dibahas kali ini adalah fibo retracement yang berdasarkan pola support resistan. Kita akan mencobanya dengan emiten $KAEF. Berikut adalah cara menggunakannya.

1. Buat garis support dan resistance pada emiten yang kita analisa. 

Tarik garis support-resistance
2. Tarik fibo dari titik support dan drag hingga mencapai resistance-nya, hasilnya adalah sebagaimana berikut.

Menggunakan indikator fibo
Nah bisa dilihat bahwa pergerakan $KAEF seolah mengikuti pola garis imajiner support-resistance yang dibuat oleh indikator fibo tersebut.

Sangat mudah sekali dan dibawah adalah contoh riil trading yang menggunakan indikator fibo retracement fibo tersebut. Kali ini yang diambil adalah $WEGE.

Chart $WEGE fibo
Berdasarkan analisis, pergerakan $WEGE akan menyentuh titik fibo di 78%. Nah ini kesempatan untuk memasang posisi di titik tersebut. Jika mampu rebound, maka akan menyentuh fibo 61% di poin 286.

Nah penulis pun memasang posisi di 258, tepat titik fibo 78% dan memasang trailing stop di 286. Berikut adalah bukti transaksi cuan dengan menggunakan teori fibo tersebut.

Bukti transaksi $WEGE
Dengan demikian teori fibo bisa terbukti dengan baik dan bisa digunakan. Meskipun pada akhirnya $WEGE tetap downtrend dan harga saat ini berada di kisaran 167 (15 Maret 2020), kita masih bisa memanfaatkan volatilitas pasar untuk sekedar mencuri rebound harga sesaat. Dengan demikian, kita bisa menggunakan indikator fibo ini untuk bottom fishing karena ia memberitahukan posisi pivot dimana harga akan terkonsolidasi.

Selamat mencoba. 

Saturday, February 8, 2020

Fee yang dikenakan ke Trader

Sobat investor, trading itu ya gak gratis. Ada biaya-biaya yang dikenakan pada pelaku pasar. Besarnya bervariasi antara satu sekuritas yang satu dan yang lainnya. Jangankan beda sekuritas, dalam satu sekuritas pun biayanya bisa lain antara satu nasabah dengan nasabah yang lainnya. 

Maka ketika anda masuk ke dalam sebuah saham, anda harus yakin bahwa anda tidak akan rugi. Seberapa pun anjlok harga saham anda, at the end of the day, anda harus cuan. Caranya tentu bisa bermacam-macam, bisa lewat diversifikasi porto, artinya biarlah yang satu ini rugi, tetapi yang lainnya harus cuan. Sehingga, secara net anda masih cuan.

Banyak cara lainnya, tetapi satu yang kita pahami dan akan dibahas pada posting kali ini adalah bahwa begitu kita masuk ke dalam sebuah trade, maka posisi kita adalah rugi.
Fee yang dikenakan ke trader, atau bisa mimin sebut sebagai nasabah sekuritas ditarik oleh:
1. Bursa Indonesia beserta instansi yang terkait
2. Broker atau sekuritas
3. Lembaga pajak

Berikut adalah detail dari fee berdasarkan besar penarikan dari tiap badan bursa, tidak termasuk jasa broker berdasarkan sumber informasi dari https://www.idx.co.id/investor/mekanisme-perdagangan/
Fee jual beli emiten kepada anggota bursa
Nah, jika misalkan, broker anda meminta 0,15% fee beli di pasar reguler dengan sudah termasuk biaya ke bursa dan juga pajak, maka sebenarnya margin keuntungan yang didapat oleh broker adalah 0,15%-0,043% = 0,107% per transaksi. Ini belum termasuk ketika anda ingin menjual. 

Total keseluruhan biaya jual beli di pasar reguler adalah sekitar 0,186 (belum termasuk biaya broker). Jika termasuk biaya broker, bisa mencapai minimal 0,4% per transaksi, dengan estimasi biaya beli 0,15% dan biaya jual 0,25%. 

Minimum, untuk merasakan impas saja, anda harus menjual suatu emiten dengan kenaikan sebesar 0,4%. Mengacu pada posting mimin terdahulu mengenai lot dan tick, untuk emiten dengan harga sampai dengan seribu rupiah, agar bisa impas, cuma butuh satu tick kenaikan. Lebih dari seribu rupiah,butuh tick lebih dari satu supaya bisa keluar impas.

Tentu kita tidak akan menjual dengan hanya naik satu tick saja. Pastinya, akan dijual ketika naik minimal 2%. Ataupun, jikalau turun, pasti akan dijual ketika kita sudah merasa tidak cocok dengan saham yang kita pegang.

Nah, ketika kita sudah mengetahui hal tersebut, langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa uang yang kita miliki masih mencukupi untuk dipergunakan transaksi dengan menghitung fee beli. 

Misalkan beli saham A seharga 1000 rupiah dengan total 100 lot. 
Total yang dikeluarkan 1000 X 100 X 100 = 10.000.000. 
Biaya fee beli 0,0015 X 10.000.000 = 15.000

Maka, dalam transaksi tersebut kita harus menyediakan uang  10.015.000. Jika uang kita kurang, maka akan masuk sebagai utang ke broker. 

Mudah-mudahan cukup bisa dipahami. Ketika anda jual pun, jangan lupa juga ada fee yang harus dibayar, maka ketika anda mendapatkan hasil jual yang tidak sesuai dengan ekspektasi anda, itu karena terpotong fee. Apalagi ketika harus jual rugi.

Mudah-mudahan dengan tulisan ini akan membantu para Sobat investor untuk bisa lebih menggali lagi bagaimana caranya trading secara smart sehingga resiko rugi dapat kita minimalisir. 

Salam 

Friday, February 7, 2020

Menyiapkan Strategi untuk Pensiun Dini dari Bursa melalui RDPU

Passive income merupakan sebuah hal yang diidam-idamkan oleh banyak orang. Mulai di banyak seminar kewirausahaan, di tiap institusi keuangan, namanya santer diperbincangkan dan hidup kita dianggap berhasil jika bisa mampu meraihnya.

Sobat investor, passive income ini tak pelak menjadi definisi baru dari sebuah kemakmuran hidup. Salah satu strategi yang bisa dilakukan untuk mendapatkan pasive income di dunia modern ini adalah dengan berinvestasi. 

Pensiun Dini
Investasi artinya adalah kita menggunakan uang kita sebagai alat untuk menghasilkan uang lebih banyak lagi. Entah itu dengan cara membuat bisnis baru, dititipkan ke dalam lembaga institusi keuangan, maupun dengan membeli sebuah aset yang nilainya bisa terus bertambah di kemudian hari.

Salah satu cara yang paling mudah adalah dengan dititipkan ke dalam lembaga institusi lain, baik itu bank maupun lembaga sekuritas untuk kemudian diolah sehingga menghasilkan. Cara ini termasuk beresiko rendah sehingga Sobat investor tidak perlu merasa kuatir dan tidak perlu untuk melakukan maintain jika dibandingkan ketika sobat investor harus mengelola sebuah aset.

Tentu saja resiko berbanding lurus dengan gain. Semakin tinggi resiko, semakin tinggi juga gain. Oleh karena itu, kita ambil saja investasi yang aman supaya return yang dihasilkan stabil dan tidak menghadirkan kecemasan.

Salah satu yang paling aman adalah reksadana pasar uang atau biasa disingkat RDPU. RDPU adalah jenis reksadana yang portonya berisi deposito dan terkadang obligasi dengan jangka tempo pembayaran kurang dari satu tahun. 

Investasikan uang kamu di RDPU pada MI yang memiliki tingkat pengelolaan aset yang tinggi dan returnnya cenderung stabil. Berapa besarnya? Sesuai dengan return yang kamu kehendaki. Misalnya, jika dihitung-hitung kebutuhan kamu selama satu bulan adalah sekitar 3 juta rupiah. Untuk menghasilkan uang 3 juta rupiah butuh investasi sebesar 500juta rupiah. Maka target investasi kamu adalah sebesar 500 juta rupiah di RDPU.

Nah, 3juta ini adalah dana yang bisa sobat investor ambil tiap bulan tanpa mengurangi aset yang kamu miliki. Lebihkan dikit investasi kamu supaya meskipun tiap bulan diambil, aset tidak tergerus oleh pencuri yang dinamakan inflasi.

500 juta bukan angka yang sedikit, tapi ini bisa menjadi tantangan bagi sobat investor untuk terus memotivasi diri dan berjuang untuk meraih angka tersebut. Kita akan belajar dan berjuang bersama-sama dengan tulisan yang akan selalu mimin berusaha hadirkan di blog ini. 

Mari berjuang mewujudkannya.

Tuesday, February 4, 2020

Cuan Lebih di RD Proteksi - Alternatif Surat Utang Negara

Sobat investor mungkin pernah mendengar ataupun tahu mengenai SBR atau saving bond ritel. SBR ini merupakan salah satu surat utang yang dikeluarkan oleh negara yang bisa dibeli oleh ritel. Selain SBR, ada juga versi bentuk surat utang lainnya yang juga dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia yang bisa sobat investor beli, yakni ST atau sukuk tabungan, yang bersifat syariah dan juga ORI atau obligasi negara ritel. ORI ini hampir sama dengan SBR, namun kelebihan dari ORI adalah bisa diperjualbelikan di sekunder. 

Surat utang negara memiliki tingkat resiko rendah karena produk daripada negara. Surat utang negara ini menjadi menarik untuk dimiliki karena iming-imingnya adalah kupon bunga yang dibayarkan tiap bulan lebih besar daripada tingkat deposito. Meskipun demikian, kita tidak bisa mengambil pokok pinjaman sewaktu-waktu seperti halnya deposito. Ada tenor minimal dua tahun dengan opsi early redemption 50% pada tahun pertama. Berikut adalah grafik kupon bunga SBR dari waktu ke waktu yang dikeluarkan oleh pemerintah:

Tingkat kupon bunga SBR dari waktu ke waktu mengalami penurunan

Nah, bisa dipahami bahwa SBR ini dari waktu ke waktu juga mengalami penurunan tergantung dari keadaan ekonomi dan menyesuaikan kondisi global yang terjadi pada saat itu. Ada salah satu alternatif pilihan jika Sobat investor meng-inginkan produk investasi layaknya surat utang atau obligasi, resiko rendah dengan kupon bunga yang lebih tinggi daripada SBR.

Jawabannya adalah Reksadana (RD) proteksi. RD proteksi adalah RD yang isinya merupakan obligasi yang dikeluarkan oleh perusahaan dengan tenor waktu tertentu. Biasanya pembagian kupon akan dilakukan tiga bulan sekali. Nah biasanya nilai kupon bunganya lebih tinggi daripada surat utang yang dikeluarkan oleh negara. Secara logika, jika surat utang yang dikeluarkan oleh perusahaan nilainya lebih rendah daripada yang dikeluarkan oleh negara, maka orang akan lebih memilih untuk ambil surat utang negara karena risknya lebih rendah. Dan, hal ini tidak bagus karena tidak mendorong tingkat ekonomi sebab adanya perusahaanlah salah satunya yang bisa menyediakan lapangan pekerjaan untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Berbeda dengan surat utang negara, RD proteksi ini hanya dijual oleh lebih sedikit agen penjual yang biasanya adalah pihak sekuritas tertentu. Untuk minimum pembeliannya pun relatif tinggi, minimum bisa lima sampai sepuluh juta rupiah. Dana Sobat investor akan di-lock dalam waktu tertentu hingga waktu exit window atau penjualan kembali.

Berikut adalah contoh RD proteksi yang dijual agen sekuritas Mirae:

Contoh pengumuman RD proteksi
    
Dalam tabel tersebut, bisa diketahui bahwa protofolio RD proteksi tersebut adalah obligasi dari perusahaan PP Property dengan kuota sebanyak 150 milyar. Pembagian imbal hasil adalah 8.5% (net). Jadi, sudah termasuk pajak. Lebih besar daripada SBR. Jangka waktunya cukup lumayan lama, yakni selama tiga tahun. RD proteksi ini tidak bisa dijual dan pokok pinjamannya hanya bisa kita dapatkan ketika sudah jatuh tempo, yakni 20 Feb 2023 dikarenakan tanggal pengeluaran RD proteksi ini adaah pada 19 Feb 20. 

Nah, cukup menarik bukan. RD proteksi ini bisa menjadi salah satu alternatif investasi jika Sobat investor tertarik untuk mendapatkan return yang lebih tinggi dibandingkan SBR dengan tingkat resiko yang juga rendah. 

Sunday, February 2, 2020

[Report] Investasi 200juta Return 100ribu perhari

Sobat Investor, kali ini mimin ingin mengabarkan jenis investasi yang bisa memberikan return 100ribu perhari dengan modal awal sebesar 200juta rupiah. Nama investasi tersebut adalah Asetku. Asetku merupakan p2p lending based on aplikasi. Asetku sudah pernah mimin tulis pada posting di blog yang lain. Silahkan meluncur ke bog tersebut dengan mengklik tautan berikut

Jika jenis investasi p2p lending adalah cocok sesuai dengan kepercayaan dan keyakinan pribadi sobat investor, silahkan meneruskan untuk membaca tulisan ini. Jika memang tidak sesuai dengan keyakinan, alangkah lebih baiknya menghindari investasi ini karena mengandung unsur riba. Mimin akan jabarkan bagaimana dengan modal 200juta bisa mendapatkan return sebanyak 100ribu perhari.


Bagi sobat investor yang belum mendaftar di Asetku, silahkan download aplikasinya di Google Play atau Apple Store dan masukkan kode TNW97 di kolom referral untuk membantu mimin mengembangkan blog ini. Kunjungi situs resminya untuk mencari info lebih jauh mengenai Asetku melalui tautan berikut.

Di Asetku, kita bisa memilih pendanaan pinjaman dengan jangka waktu yang bervariasi mulai dari 15 hari hingga satu tahun. Tentu saja, tiap variasi tenggat waktu pinjaman ini memiliki nilai return yang berbeda-beda. Contohnya, pembiayaan 15 hari returnnya adalah sekitar 17% dan paling besar adalah investasi dengan tenggat waktu 12 bulan dengan bunga sekitar 21,9%.

Halaman muka Asetku
Pertanyaan yang sering ditanyakan mengenai Asetku:

1. Apakah investasi ini aman? 
Asetku telah terdaftar di OJK dan memiliki nilai TKB90 sebesar 100%, yang artinya tidak pernah terjadi gagal bayar. Tentu saja kita tidak mengetahui bagaimana di masa depan, tetapi dari historis kita bisa mengetahui bahwa investasi ini hingga saat ini masih aman. Dan, investasi di Asetku menggunakan asuransi dimana ketika terjadi masalah, pokok pinjaman kita akan dikembalikan.

2. Berapa lama waktu idle dari mulai pembiayaan hingga uang kita terima kembali tidak menghasilkan profit?
Investasi di jalur p2p lending memiliki waktu kosong dimana uang yang kita setor tidak langsung diberikan kepada peminjam sehingga kita tidak bisa langsung mendapatkan return. Misalkan, kita setor minggu pertama, kemudian dana diberikan ke pihak peminjam pada minggu ketiga, tentu saja kita rugi waktu selama dua minggu, dimana jika dua minggu tersebut kita masukkan ke jenis investasi lain seperi deposito maupun RDPU, tentu sudah menghasilkan bunga.
Di Asetku, begitu kita setor pembiayaan, uang kita langsung diberikan kepada peminjam. Waktu idle di Asetku paling lama adalah dua hari, yakni ketika waktu pinjaman telah selesai. Dibutuhkan waktu dua hari untuk mentransfer uang dari Asetku masuk ke rekening kita.

Meskipun, ada jenis pinjaman dengan tenggat waktu 12 bulan, mimin sarankan kalian untuk mengambil pendanaan dengan tenggat waktu maksimal satu bulan saja. Hal ini untuk mengurangi resiko. Nanti, kalau waktunya sudah habis, bisa ditarik, atau di-reinvest ulang. Artinya, jika kemudian ada masalah di periode berikutnya, masih ada return yang kalian dapatkan.

Nah, dengan modal sekitar 200juta dan menggunakan pendanaan tenor satu bulan, mimin bisa mendapatkan 100ribu perhari. Ini sebenarnya mimin juga menggunakan bonus voucher 3 juta, namun saya kira pengaruhnya tidak terlalu signifikan. Bukti screenshootnya bisa dilihat dibawah:

Perhitungan return Asetku
Return kemarin adalah sebesar 100ribu rupiah. Dengan modal 200juta, bisa mendapatkan return sekitar 3juta rupiah, menarik bukan? Tentu saja, money management wajib dilakukan. Jangan investasikan uang anda hanya pada satu keranjang.

Catatan dari mimin:
Mimin sudah memakai produk ini beberapa bulan dan saat ini tidak ada masalah. Return yang mimin dapatkan dan sudah ditarik ke rekening pribadi sudah lebih dari tujuh juta rupiah.

Bagi sobat investor yang belum mendaftar di Asetku, silahkan download aplikasinya di Google Play atau Apple Store dan masukkan kode TNW97 di kolom referral untuk membantu mimin mengembangkan blog ini. Kunjungi situs resminya untuk mencari info lebih jauh mengenai Asetku melalui tautan berikut.  

Popular Posts