Friday, January 1, 2021

Strategi di Bursa Saham

Masuk di bursa saham, untung adalah satu hal yang didambakan. Tidak seorang pun masuk di bursa dengan harapan rugi. Namun, inilah kemudian yang bisa menghilangkan kesempatan untuk mendapatkan cuan yang berlimpah.  Kenapa bisa demikian? 

Pergerakan harga saham adalah sesuatu hal yang tidak bisa kontrol. Kita mengharapkan sesuatu yang tidak bisa kita kontrol. Dengan kita mengharapkan hasil, secara tidak sadar pikiran kita terbebani akan target. Jika bagasi di dalam pikiran kita sudah tertutup oleh hal tersebut, maka ruangan lain yang seharusnya kita isi dengan daya nalar dan intuisi menjadi tertutup. Secara jangka panjang, kondisi pikiran yang tertekan tentu saja hal ini tidak baik karena bisa mempengaruhi kondisi tubuh kita. Di sisi lain, kurangnya kreativitas mengurangi perspektif kita untuk melihat adanya sebuah peluang dalam sebuah saham.

Jika secara jangka panjang, sebuah harga saham akan kembali ke nilai aslinya. Maka, menempatkan uang di saham berfundamental bagus adalah strategi yang tidak akan membuat kita gagal. Bagaimana jika saham ini downtrend secara terus-menerus? Money management bisa saja habis di pasar bearish dan juga psikologi kita belum tentu bisa mampu jika harus melihat porto dengan minus lebih dari dua digit. 

Maka, tidak lain caranya adalah menunggu dan tetap average down hingga pada akhirnya saham berfundamental bagus tersebut kembali ke nilai asalnya. Jadi, cara pertama yang mesti kita punyai adalah dengan cara memiliki bisnis yang lancar di dunia nyata terlebih dahulu yang bisa menyuplai uang ke dalam bursa saham apapun kondisinya. Money management dan psikologi menjadi back-up plan. Dengan demikian, kita bisa berinvestasi di bursa saham dengan pikiran yang tenang. Tidak terpukau permainan akrobat volatilitas harga maupun pihak-pihak yang memiliki agenda di saham-saham tertentu.     

Thursday, December 31, 2020

Cara Mendapatkan Diskon ketika Beli Obat/ Supplemen/ Multivitamin Secara Online di Apotek K-24

Kali ini, mimin akan memberitahukan tips untuk mendapatkan diskon ketika membeli pengobatan. Sebagaimana diketahui, pandemik korona yang berkepanjangan menuntut tubuh kita agar selalu fit. Sistem imun harus selalu terjaga agar bisa menangkal serangan penyakit yang masuk ke tubuh kita. Bisa jadi, suatu saat kita akan membutuhkan baik itu obat, supplemen maupun multivitamin. Tulisan kali ini bertujuan untuk memberikan tips cara mendapatkan diskon ketika membeli keperluan tersebut.

Salah satu cara untuk bisa mendapatkan potongan harga atau diskon ketika membeli obat, supplemen, multivitamin dan sejenisnya secara online adalah dengan menggunakan aplikasi apotek K-24

Setelah mendownload aplikasi tersebut, akan ada tulisan "tambah poin" di bagian atas atau "box kuning" yang terdapat pada bagian bawah aplikasi seperti terlihat dibawah.

Tampak depan aplikasi Apotek K-24

Klik tanda yang diberi kotak merah pada gambar diatas, maka akan diarahkan ke halaman selanjutnya. 

Halaman permainan untuk mendapatan poin

Nah, kita akan diarahkan ke halaman permainan, dimana kita diberi waktu beberapa detik untuk mengumpulkan poin. Klik "Mainkan Sekarang!" untuk masuk ke dalam permainan tersebut. Poin yang kita dapatkan bisa langsung dipakai untuk membeli keperluan yang kita inginkan di aplikasi tersebut. Berikut adalah contohnya:

Diskon Apotek-K24

Nah, pada contoh diatas memiliki sekitar 59ribu poin. Poin ini memotong harga yang harus dibayar ketika belanja di Aplikasi tersebut. Nah, mudah bukan. 

Demikian tulisan ini mimin buat. Semoga bermanfaat.  

Sunday, December 20, 2020

Ayo Main Saham

Trading mengajarkan kepada kita satu hal yang sangat penting dalam hidup yakni kerendahan hati. Kita tidak bisa mengontrol kemana harga saham yang kita beli bergerak kemana hari esok. Bergeraknya nilai sebuah saham juga tidak melulu berdasarkan metrik. Nilai fundamental yang bagus belum tentu menjamin bahwa harga saham akan terkerek naik, dan sebaliknya. Fundamental yang jelek juga belum tentu menjamin nilainya akan turun. Ada teori yang menyatakan bahwa nilai saham saat ini adalah mencerminkan nilai perusahaannya saat ini juga. Akan selalu ada bumbu-bumbu karena setiap manusia akan selalu mencari arti dari segala macam peristiwa. Jadi, ketika kita mencari saham "salah harga", belum tentu dalam setahun-dua tahun harganya akan naik. Ada lebih dari sekedar metrik. Orang bisa baca metrik, tetapi tiap trend yang terjadi memiliki influencernya. Tidak adanya bukti, bukan berarti menandakan bahwa bukti tersebut tidak ada. Trading tidak sekedar mekanik. Uang adalah sekedar di permukaannya saja. Tetapi sebenarnya jauh lebih dalam daripada hal tersebut. Sama seperti ketika kita membutuhkan air. Kita butuh air karena kita merasakan haus, bukan karena sekedar butuh. Segala posisi yang kita pilih dalam trading mencerminkan tidak lebih kurang kondisi psikologis kita.

Cara melatih intuisi dalam trading adalah dengan cara banyak trading. Ketika kita "loss" dalam trading bisa jadi kita kurang memberi banyak waktu untuk berlatih trading. Sama seperti ketika bermain game. Semua pasti berawal dari level-1. Di level ini musuhnya masih mudah dikalahkan. Kemudian naik level-10, mulai kelihatan agak susah. Naik level-20, perlu trik khusus agar bisa dikalahkan. Kalau kita masih berada di level-15, ingin mengalahkan level-20, kemungkinan kemenangan kita tipis sekali. Dampak kekalahan ini amat teramat besar jika kita tidak mampu mengatasinya karena hal ini bisa mengikis rasa kepercayaan diri kita. 

Dalam game, untuk dapat mengalahkan musuh level-20, yang perlu kita lakukan adalah kita harus berada di level diatasnya. Jika kita sudah berada di level-25, musuh level-20 sangat mudah untuk ditaklukkan. Kita kenal istilah "farming"/ "push-rank" dalam game.

Sebelum masuk ke saham tier-dua dan tiga, masuk dulu ke saham blue chip. Sebelum bermain dengan modal berjuta-juta, masuk dulu dengan modal ratusan ribu. 

Thursday, December 10, 2020

[Report]: Bagger Saham $ICON

Saham $ICON merupakan saham yang ada di portofolio mimin. Mimin sendiri telah memegang saham ini kira-kira sejak tahun lalu, sebelum kasus Jiwasraya maupun Asabri mencuat. Awal memegang saham $ICON adalah melihat dari laporan keuangannya yang cukup bagus.

Berita $ICON di Kontan
Waktu itu, $ICON masih dikisaran 90-an. Sesekali saham ini break-out hingga melebihi angka diatas 100-an. Kemudian selang tidak beberapa lama, balik lagi ke angka 90-an. Maka dari itu, saham ini cocok dibuat sebagai saham tek-tokan. Pasang order beli di 90-an, order jual di atas 100-an. 

Beberapa kali mimin mendapatkan untung puluhan hingga ratusan ribu dari tek-tok ini. Saham ini termasuk yang tidak likuid dengan tick di bid-offernya yang tidak rata. Hingga pada akhirnya, saham ini di longsorkan hingga mencapai angka 70-an. Disini, mimin mencoba average down hingga posisi saham di bawah 80-an. Tek-tokan lagi ketika harga mencapai diatas 80-an.

Di harga kisaran 70-an inilah terjadi sesuatu yang aneh di kolom bid. Tiap hari ada tiga tick bid berisi 50ribu lot. Tentu saja hal ini sangatlah tidak wajar. Selang beberapa minggu, bid tersebut hilang. Dan, harga kemudian dihajar hingga mencapai di zona 50-an oleh sekuritas XA.

Tidak lama berselang, terjadi perpindahan kepemilihan saham ke kerabat pemilik perusahaan. Harga tidak bisa kembali lagi ke-70an. Transaksi makin lama-makin sepi. Harga seolah tidur hingga dalam beberapa periode waktu yang cukup lama. Sesekali masih volatil, naik dengan sangat cepat, kemudian turun lagi ke range 50-an. Melihat yang demikian, mimin kemudian berinisiatif untuk average down dan mencoba untuk tektok kembali. Pasang bid di angka 50-an. 

Terkumpulkan beberapa ratus lot dengan average di 60-an. Melihat nilai bid dan offer yang tipis dengan transaksi yang jarang, amat sangat sulit menjual maupun membeli dengan jumlah lot yang banyak. 

Hingga, suatu saat terjadilah ARA 3x berturut-turut dalam waktu kurang dari satu minggu. Dor .... dan tidak lama saham ini menjadi bagger. 

ARA Saham $ICON

Perlu menunggu hampir dua tahun, untuk bisa mendapatkan bagger, setelah bolak-balik swing trading. Jadi, selalu ada cerita kesabaran dibalik keberhasilan seseorang dalam trading. Hal ini juga berlaku pada saham mimin yang lain yakni $PPRO, dimana mimin terus koleksi hingga average diangka 50-an. 

Kita berbekal pengalaman dan keyakinan saja ketika trading di bursa saham. Selanjutnya biarlah mekanisme pasar yang bekerja. Jika belum saatnya, pastinya tidak akan diterbangkan juga. 

Sunday, December 6, 2020

Ular - Tangga di Bursa Saham

Menurut sejarah, ular-tangga diciptakan di India oleh seorang spiritual guru. Permainan ini melambangkan akan ajaran kehidupan. Tangga adalah simbol perbuatan baik, sedangkan ular adalah simbol perbuatan buruk. Jika seseorang melakukan perbuatan baik, maka dia akan mendapatkan keselamatan. Angka 100 adalah lambang bahwa seseorang telah mencapai keselamatan. 

Ular Tangga

Bursa saham juga menggambarkan akan situasi permainan ular-tangga. Ratusan saham yang beredar di bursa adalah sebuah pilihan, ibarat dadu yang kita kocok dalam permainan ular-tangga. Ia bisa menjadi ular ataupun tangga dalam upaya kita untuk mendapatkan keselamatan yang berupa kebebasan finansial. Jika saham kita naik, maka kita sedang menaiki tangga, jika harga saham kita turun, kita sedang menginjak ular. Tetapi diantara dua waktu tersebut, ada waktu untuk merenungkan kembali, membangun momentum, yakni posisi sideways. Hanya waktu yang akan membuktikan kebenaran dari apa yang kita pilih. 

Ular Tangga Finansial

Terkadang banyak yang mengira saham "A" adalah ular, namun berbekal pengalaman, pada akhirnya ia menampakkan dirinya bahwa ternyata sebetulnya ia adalah "tangga". Tentu saja high risk- high return. Semakin besar pengorbanan yang kita lakukan, maka akan semakin tinggi anak tangga yang akan kita naiki. Dan, belum tentu juga, ketika kita sudah mencapai status yang tinggi, maka kita akan selamanya ada disana. Akan, selalu ada ular yang selalu mengintai kita. Jika kita tidak berhati-hati, maka kita akan dilempar kembali menuju ke posisi awal mula kita. Back to Square One.

Maka kunci untuk terus bertahan adalah dengan cara terus bermain. Dengan selalu melempar dadu. Di setiap langkah, ada tangga yang mampu membawa kita naik ke puncak, tetapi jangan lupa bahwa akan ada juga ular yang mengintai. Akan selalu ada naik dan turun di dalam kehidupan. Dualitas yang selalu ber-oposisi dalam sisi kehidupan kita. Untung-Rugi. Gelap-Terang. Pria-Wanita. Segala apa yang kita dapatkan adalah bergantung dari perspektif yang kita pilih. Bagaimana kita membenci ular, jika ular adalah bagian dari ciptaannya. Bagaimana kita mengharapkan tangga, jika kita tidak mampu memikul tanggung jawab ketika telah mencapai anak tangga teratas. Jika kita cuan lebar di sebuah saham misalkan, mendapatkan 3-5 bagger. Bagaimana uang tersebut kita belanjakan? Sebagaimana kita ketahui, hidup tidak berhenti disitu. Ular selalu mengintai.

Saturday, October 24, 2020

Leading dan Lagging Indikator Sebagai Sinyal ketika Trading di Bursa Saham (Teori)

Bicara tentang trading, tidak lepas dari momentum aliran jual dan beli. Seorang trader harus jeli dalam melihat bagaimana sebuah momentum bisa tercipta dan memanfaatkan hal tersebut demi meraup keuntungan. Bagi seorang trader, harga yang terbentuk saat ini adalah segala informasi yang menunjukkan prospek perusahaan dan bagaimana pergerakan harga kedepannya.

Hal ini didasari dengan teori bahwa pasar tidak benar-benar bekerja secara efisien. Segala informasi mengenai sebuah perusahaan misalnya. Informasi yang melintas mengenai prospek sebuah perusahaan tidak terdistribusi secara merata pada seluruh investor pada waktu yang sama. Hal ini menyebabkan, pergerakan harga yang volatil terlebih dahulu sebelum kita menyiapkan diri terhadap arah pergerakan harga tersebut.  

Leading dan Lagging indikator adalah sebuah alat yang bisa kita gunakan dalam hal memberikan kita informasi kemungkinan pergerakan harga kedepannya. Ia cocok digunakan dalam range waktu harian untuk memberikan informasi volatilitas sebuah harga dalam range tertentu. Leading dan Lagging indikator harus digunakan secara bersamaan karena fungsinya yang saling melengkapi satu sama lain.

Leading indikator berfungsi untuk memberikan sinyal kepada kita akan prediksi harga di masa depan tetapi tidak mengetahui seberapa besar volatilitas yang akan terjadi, sedangkan lagging indikator memberikan kita informasi mengenai seberapa besar volatilitas tersebut. Leading indikator ini memberikan kita sebuah "sebab", dan Lagging indikator memberikan kita sebuah "akibat".

Banyak sekali leading dan lagging indikator yang bisa kita gunakan ketika trading di bursa saham. Tentu saja tidak semua indikator teresbut bisa kita gunakan. Hal ini membutuhkan eksperimen untuk mengetahui indikator mana yang cocok untuk kita gunakan. 

Berikut adalah macam dari indikator Leading dan Lagging yang populer:

Lagging Indikator:
1. Moving averages
2. The MACD indicator
3. Bollinger bands

Leading Indikator:
1. The relative strength index (RSI)
2. The stochastic oscillator
3. Williams %R
4. On-balance volume (OBV)

Dengan membaca pergerakan harga masa lalu dicocokkan dengan indikator tersebut, kita bisa mengetahui kemungkinan pergerakan harga saham di masa depan.

Selamat bereksperimen.

Tuesday, October 20, 2020

Psikologi Trading: Menghajar Ketidakpastian di Bursa

Selain perasaan FOMO, yang pernah dibahas pada tulisan yang lalu, salah satu hal yang sering terjadi adalah perasaan down ketika saham yang kita prediksikan tidak sesuai dengan kenyataan. Dalam hal ini, misalkan saham yang kita buy, dengan harapan harganya akan naik, malah nyatanya turun.

Perasaan down jika tidak di manage dengan baik, maka pengaruhnya malah akan bertambah signifikan. Segala sesuatu yang ada di sekitar kita, tidak akan pernah berpengaruh kepada diri kita kalau kita tidak memberikan reaksi kepada sesuatu tersebut. Reaksi yang kita berikan pada sesuatu tersebut tergantung dari posisi kita. Kesadaran dalam hal mendeteksi mengapa kita bereaksi terhadap suatu trigger tertentu adalah sebuah langkah awal untuk mengembangkan diri. 

Kita mengembangkan diri bukan karena kita adalah seorang pecundang. Tidak sedikit yang menghubungkan kegagalan itu dengan nilai diri. Jika halnya demikian, tidak usah kaget ketika kita merasa putus asa ketika gagal karena pemikiran kita demikian. Kita kenal hukum pareto 20/80. Hal yang sedikit bisa mempengaruhi yang banyak. Perspektif atau paradigma berpikir kitalah yang menentukan bagaimana kita melakukan segala sesuatu. 

Kita butuh mengembangkan diri karena hidup ini begitu kompleks. Dalam skala trading, misalnya, kita butuh mempelajari teknik analisa fundamental, teknikal, bandarmologi dan sebagainya. Hal ini sebagai cara agar kita bisa menavigasi posisi trading kita dengan baik, berdasarkan arah angin, mau harga naik ke utara, atau turun ke selatan.   

Tentu saja kita akan menemui masalah ketika kita mengembangkan diri. Ketika menghadapi sebuah masalah, bukan dengan cara kita bergelut dengan masalah tersebut. Masalah itu kadang hanya sebagai gejala saja atas sesuatu yang kita abaikan. Ketika kita menekan sesuatu yang harusnya kita keluarkan, maka ia akan menjadi kompulsif dan keluar dalam bentuk lain. Hal ini yang kemudian kita sebut sebagai masalah, padahal hal itu hanya gejala saja.

Untuk menghadapinya adalah dengan cara kita berusaha jujur dengan diri kita sendiri. Misalkan, ketika kita membeli saham A, namun sahamnya anjlok. Kita rugi. Ya, kita harus jujur kalau ternyata kita salah prediksi sebanyak apapun ilmu yang sudah kita pelajari. Kalau kita masih jengkel terhadap orang yang tebar fear ataupun pom-pom, berarti kita belum sepenuhnya percaya dengan analisa sendiri. Kita masih butuh banyak belajar dan menambah jam terbang. 

Dalam trading, ada juga kasus "fat tail" artinya perusahaan bagus, namun sedang dalam fase mark-down. Nah, jika kita sudah masuk sayang untuk dijual. Kita masih bisa mendapatkan devidennya dan tambah posisi di waktu yang tepat. Cara agar supaya kita bisa menahan kerugian adalah dengan cara memakai uang dingin. Uang dingin ini adalah harus berasal dari hasil investasi kita di aset yang lain. Jadi, dalam pikiran kita, sebenarnya kita berinvestasi secara gratis. 

Kesimpulannya ==> Cara untuk menghajar ketidakpastian di bursa:

1. Dengan banyak bereksperimen

2. Diversifikasi untuk melindungi nilai

Popular Posts