Saturday, May 11, 2019

Investor Pemula - Mau Investasi Lewat Mana??

Para Investor dimanapun anda berada, khususnya bagi anda para pemula, Investasi itu penting. Hanya lewat investasilah, kita bisa mendapatkan kebebasan finansial. Kebebasan finansial adalah lepasnya kita dari penjara kehidupan. Salah satunya adalah bekerja. Banyak orang yang bekerja untuk mencukupi kebutuhan. Tak jarang, mereka menerima pekerjaan tersebut dengan sangat terpaksa dan hidup dalam tekanan karena tidak ada jalan lain guna memenuhi kebutuhan hidup. 

Dengan berinvestasi, kita berusaha lepas dari jerat kehidupan tersebut. Menyiapkan masa tua dengan berinvestasi secara dini sehingga pada masa tersebut kita bisa hidup dengan tenang dan menyisihkan banyak waktu untuk keluarga. 

Gigih
Inti dari investasi adalah passive income. Artinya adalah modal yang terus bertambah tanpa kita mengusahakan modal tersebut lewat pekerjaan yang kita lakukan. Ibarat pohon, ia tumbuh semakin membesar, meskipun buah dan daunnya tiap hari kita petik. Kita bisa hidup hanya dengan tingkat pengembalian modal dari investasi tersebut. Di berbagai investasi, kita biasa menyebutnya bunga, yield, deviden, dsb. Inilah tonggak kapitalisme untuk meraih kebebasan finansial. 

Semakin banyak modal yang kita miliki, maka akan semakin besar tingkat pengembalian modal. Maka dari itu, satu hal yang perlu kita lakukan terlebih dahulu dalam berinvestasi adalah dengan memperbesar modal. Caranya adalah dengan memperkecil pengeluaran dan juga melakukan balancing dari beberapa aset yang kita miliki agar bisa menghasilkan return yang optimal.
 
Beberapa jenis investasi yang patut kita miliki untuk memperbesar modal yang kita miliki:
1. Tabungan deposito, yield tahunan 5-7% (gross). Cari yang bebas transfer, tabungan deposito bisa diambil tiap hari. Pergunakan Digital Banking yang bebas biaya bulanan. Lengkapnya kunjungi tautan berikut.  
2. Surat Berharga Negara (SBN), yield tahunan 7-9% (gross). SBN ini merupakan obligasi yang dikeluarkan oleh negara dimana, setiap bulan kita akan mendapatkan pengembalian modal dalam bentuk kupon. Pokok modal akan disetorkan diakhir. Relatif aman dari gagal bayar karena utang pemerintah. Lengkapnya kunjungi tautan berikut.
3. Peer to Peer Lending (P2P), yield tahunan 12-20% (gross). P2P Lending hampir sama dengan SBN, namun yang kita pinjami adalah pihak swasta. Dilakukan secara patungan. Ada resiko gagal bayar. Untuk menanggulangi hal tersebut, cari yang tingkar resikonya rendah. Bunga dibayarkan dengan pokok sesuai dengan masa waktu hutang. Lengkapnya kunjungi tautan berikut
4. Reksadana, yield tahunan bervariasi mengikuti jenis reksadana yang dipilih. Inti dari investasi ini adalah kita menitipkan uang kepada manager investasi untuk dimasukkan ke dalam porto sesuai dengan jenis reksadana yang kita pilih. Lengkapnya, silahkan download catatan "All About Reksadana" di menu "Download" blog ini atau melalui tautan berikut
5. Saham, yield tahunan bervariasi, bisa jadi minus, modal hilang bahkan bangkrut. Syaratnya adalah uang dingin.
6. Investasi keras, contoh tanah, emas, dsb.

Dari, enam jenis investasi tersebut, kita harus mulai menyisihkan uang kita sedikit demi sedikit ke instrumen investasi tersebut. Tabungan deposito adalah awal mulanya. Jika yield dirasa kurang dan ingin nambah resiko, bisa naik ke nomor dua, investasi SBN, dsb. Tetapi, sebenarnya juga kita bisa memilih investasi reksadana yang seperti deposito, yakni reksadana pasar uang (RDPU).  

Segala sesuatu bisa dipelajari, paling tidak kita ada kemauan terlebih dahulu untuk bisa belajar berinvestasi. Selalu diversifikasi investasi kita, jangan taruh pada satu tempat. Porsi terbesar adalah deposito atau RDPU jika sewaktu-waktu kita butuh uang cash karena sesuatu hal. Naik ke SBN, P2P lending dan juga saham ketika kita sudah siap secara mental, karena jenis investasi tersebut tidak bisa diambil sewaktu-waktu.

Investasi keras seperti tanah dan juga emas, bisa kita lakukan ketika modal sudah banyak. Untuk memperkecil pengeluaran kita, bisa dengan cara mengikuti PROMO maupun fasilitas yang disediakan jenis investasi tersebut. Berikut adalah koleksi PROMO yang bisa kita manfaatkan:

8. ...

Semoga Bermanfaat. 

Friday, May 10, 2019

My Porto - April'19: Kenali Saham yang Dibeli

Laporan kedua, setelah sebelumnya saya menulis laporan terakhir pada februari 2019. Untuk tautan tulisan terakhir, silahkan klik disini

Well, berikut adalah gain/loss dari porto saham yang sudah realized dengan cut of date April 2019.
Gain/ Loss yang belum realized (floating), tertanggal 5 Mei 2019 adalah minus (-) 2,576,072. Jadi, kira-kira selama empat bulan cuma cuan 1 juta, jika saya jual semua saham saya perhari ini. Namun, yang menarik adalah hampir setengah loss tersebut berasal dari satu saham. Yakni saham ERAA

Mari kita lihat, grafik ERAA seperti yang ditunjukkan dibawah:


Yang bisa disimpulkan dari gambar tersebut adalah ERAA terjun bebas. Pelajaran berharga yang bisa saya petik bahwa cukup satu satu saham saja, salah predik, resiko lossnya besar sekali, bisa menghilangkan cuan yang saya raih selama berbulan-bulan. Saya beli di kisaran 2000 dan berharap balik ke 3000. Namun naas, malah anjlok hingga ke 1000. Nilai rata-rata beli saya adalah di sekitar 1700. Masih saya hold. Tentu saja, masih fokus nyari cuan di saham lain, untuk nambah porsi ERAA ketika harganya lebih drop lagi. Tanpa adanya Money Management, tentu saya tidak akan bertahan lebih lama di dunia saham. 

Saya masih hold, karena ERAA fundamental bagus dan juga masih memberikan deviden. Ini yang juga penting, kenali perusahaannya. Jadi, kita tidak perlu kuatir terlalu banyak ketika harganya drop. Target harga ERAA menurut stockbit.com adalah sekitar 1900, per tanggal 10 Mei 2019.

   
Nah, saya akan update terus mengenai ERAA, sampai berapa lama saya bisa lepas dari ERAA. Selain hal tersebut, report kali ini, juga menyinggung mengenai cara trading saya yang juga berubah. Saya adalah trader-investor paruh waktu. Selama ini, saya hanya trading ketika waktu off duty. Saya bekerja di proyek dimana jadwal on-offnya adalah 2 minggu. Ketika masuk kerja, saya jual semua. Dua minggu, ketika libur awal, saya borong saham. Hal inilah yang membuat gain/loss pada bulan Februari 2019, sangat tinggi karena saya jual semua dan pada Maret 2019, sangat rendah karena saya waktunya beli dan saya tidak sempat jual karena indeks IHSG yang merosot. Jika saya jual semua saham saya pada bulan Maret, maka hasilnya realized adalah minus.

Mulai April, saya memakai sistem trading harian. Malam hari, saya pakai order booking otomatis untuk jual beli saham. Dengan cara ini, saya bisa trading tiap hari, meskipun siangnya bekerja. Dan, saya sudah cuan 500 ribu rupiah. Cukup bagus.

Cukup sekian laporan porto saham untuk edisi April 2019. Bisa kita tarik pelajaran, yakni:
- Money Management penting. Cukup satu satu saham saja, salah predik, resiko lossnya besar sekali, bisa menghilangkan cuan yang diraih selama berbulan-bulan.
- Kenali perusahaannya ketika membeli saham. Ketika harga turun, kita tidak terlalu was-was. Bisa kita tambah porsi ketika turun. Artinya, harga sahamnya masih lebih murah jika dibandingkan secara riil bisnis yang dijalankan. Tentu saja kita bisa melakukan cut loss sebagai opsi lain jika kita siap menanggung kerugian. 

Selama prinsip Money Management kita pegang, kita masih bisa bertahan di dunia saham. Money Management akan membuat kita tidak kehabisan peluru untuk terus berburu saham yang kita inginkan. Prinsip sukses di dunia saham, menurut keyakinan saya adalah "Jangan Bangkrut" yang dimulai dari kehabisan uang sebagai peluru untuk membeli saham. Jika uang kita habis, pada akhirnya kita akan terpaksa menjual saham yang kita miliki dan naasnya adalah jika saham tersebut dalam keadaan minus. Yang artinya, modal kita berkurang. Kita bisa injek modal lagi, namun jika kita tidak belajar mengelola modal kita yang sudah ditanam di saham dengan money management, siap-siap saja, kita akan semakin terperosok dan modal kita tidak akan bisa kembali. 

Sunday, February 17, 2019

Belajar Saham -Update Report

Sobat Net, salah satu cara agar bisa sukses dalam dunia pasar modal adalah jangan bangkrut. Yups, ini adalah kunci rahasianya. Hilang uang berapapun, asalkan kita masih ada modal untuk trading, maka kesempatan untuk balik modal dan meraih cuan masih terbuka lebar. Oleh sebab itu, ilmu terpenting yang harus dimiliki oleh seorang trader adalah money management.

Tabel dibawah adalah perhitungan gain/loss penulis dalam bermain saham dengan modal awal 35 juta dan akan selalu di-update tiap bulan sebagai catatan pencapaian penulis dalam trading saham.

    
Bisa diketahui dari tabel tersebut kemampuan penulis dalam bermain saham. Dimulai dari bulan Oktober 2018. November 2018 merupakan bulan paling jelek bagi penulis. Bagaimana tidak, IHSG naik hingga 4.4%, namun portofolio penulis malah turun hingga minus 5%. Disini adalah titik paling stress bagi seorang trader yakni ketika kebanyakan harga saham telah naik, namun saham yang dipegang malah turun. 

Sebenarnya jika ditilik pada bulan tersebut, yang membuat minus hanya satu saham saja. Penulis sangat percaya bahwa harga saham ini akan naik. Sehingga ketika saham tersebut malah nyatanya jatuh curam, penulis sangat kebingungan dan terlambat untuk melepas. Padahal, dibulan berikutnya, harga saham tersebut pada akhirnya naik juga. Yups, naik setelah dilepas. Good lesson here.

Penulis akhirnya comeback dengan membukukan kenaikan mengalahkan IHSG pada dua bulan selanjutnya dan portofolio menjadi cuan, baik realized profit yakni saldo balance RDI yang sudah balik modal maupun yang unrealized/ floating atau keuntungan yang belum dicairkan dari portofolio yang masih terpegang.  

Mari kita lihat report-report di bulan selanjutnya ... 

Untuk belajar trading bisa menghubungi penulis melalui komen dibawah.

Wednesday, January 9, 2019

Investree (2): Biayai Pinjaman dengan Reksadana

Investree

Selain P2P lending, platform Investree juga menghadirkan instrument investasi lainnya, yakni reksadana. Reksadana yang ditawarkan oleh Investree adalah reksadana pasar uang, yakni TRIM KAS 2 dari Trimegah Asset Management

Penggunaan reksadana di P2P lending ini sangat penting. Hal ini bisa membuat kita lebih leluasa dalam memilih jenis pembiayaan yang akan kita lakukan. Jika menurut kita, jenis pembiayaan hutang yang ditawarkan oleh Investree saat ini tidak cocok, maka kita bisa mengarahkan sementara uang yang kita miliki ke dalam reksadana. Jadi, dengan kata lain, uang yang kita tanamkan di Investree akan selalu menghasilkan. Hal ini menjadi penting dibandingkan memilih pembiayaan yang beresiko tinggi untuk menghindari uang ngendon saja tanpa menghasilkan bunga. Yang pada akhirnya, malah merugikan kita.

Reksadana di Investree
Selain itu, reksadana ini juga berguna apabila pembiayaan kita telah dibayar lunas dan kita tidak ingin menarik bunga itu langsung ke rekening kita. Ketika pokok pinjaman telah dibayarkan dan ada pinjaman yang sesuai, kita bisa langsung menginvestasikan lagi pokok pinjaman tersebut. Sedangkan, untuk bunga pinjaman yang telah dibayarkan bisa kita masukkan ke reksadana. Hal ini penting untuk menghindari pengeluaran biaya transfer yang harus kita keluarkan apabila menarik uang bunga hasil pinjaman secara langsung dari Investree yang bisa kita keluarkan setiap transfer uang balik ke rekening kita.

Akan lebih baik, apabila dimasukkan ke reksadana terlebih dahulu. Setelah terkumpul hasil yang cukup dari hasil akumulasi beberapa bunga dari pinjaman yang telah dibayarkan, kita bisa menjual reksadana tersebut dan memasukkan ke dalam rekening kita. Hal ini lebih menguntungkan karena tidak ada biaya transfer jika kita membeli reksadana dari uang yang ada di Cash-In-Hand akun Investree kita.

Salah satu hal yang Sobat Net perlu ketahui tentang penggunaan reksadana yang ada di platform Investree adalah bahwa reksadana tersebut bisa secara langsung digunakan untuk pembiayaan suatu pinjaman. Hal ini bisa lakukan, dengan catatan bahwa total investasi yang ada di reksadana tersebut memiliki nilai minimal dua juta rupiah. Caranya adalah sebagaimana berikut:

1. Pada saat pilihan pembiayaan, antara pilihan Cash-In-Hand dan reksadana, kita pilih reksadana dan masukkan nominal yang diinginkan.   
Pilih "Reksadana" untuk Pembiayaan Pinjaman
2. Dari jenis pembiayaan pinjaman, portofolio kita akan terpotong sesuai dengan nominal yang kita masukkan dan One Time Password (OTP) akan dikirimkan ke ponsel kita untuk mengkonfirmasi hal yang kita lakukan. Investree secara otomatis akan memerintahkan sistem untuk melakukan penjualan porto reksadana kita.
Porto Reksadana Terpotong

3. Reksadana yang dicairkan ke Cash-In-Hand di akun Investree kita, secara otomatis akan langsung masuk ke pembiayaan pinjaman yang kita pilih. 

Sebuah cara yang sangat mudah, bukan? Inilah salah satu kelebihan yang dimiliki oleh platform P2P Lending Investree. Silahkan daftar sekarang juga melalui tautan berikut untuk mulai berinvestasi.

Saturday, December 29, 2018

Saham: Bagaimana Deviden Tunai Dibagikan?

Sempat dibahas pada tulisan sebelumnya, bahwa dengan membeli saham, ada dua keuntungan yang bisa didapatkan, yakni Capital Gain dan juga Deviden. Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai cara untuk memperoleh deviden. Untuk mengetahui pengumuman mengenai pembagian deviden tunai, bisa dilihat dari Kostudian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada tautan sebagaimana berikut

Pada kesempatan kali ini, kita akan tengok jadwal pembagian deviden INDY yang dilakukan pada Desember 2018. Adapun, surat resminya bisa dilihat pada tautan berikut. Kita lihat pada surat tersebut dikeluarkan pada tanggal 5 Desember 2018. Setelah surat keluar biasanya para broker akan menginfokan perihal informasi ini pada para trader atau ada juga broker yang menginformasikan hanya pada saat tanggal Cum Date. Istilah-istilah ini akan kita bahas selanjutnya. 

Jika dilihat pada surat tersebut, maka akan bisa dilihat jadwal pembagian deviden tunai sebagaimana berikut:

Jadwal Pembagian Deviden Tunai
Hal yang perlu diperhatikan pada lampiran jadwal pembagian deviden tunai tersebut adalah tanggal Cum Date, Ex Date, pembayaran deviden dan juga jumlah deviden.

Cum Date adalah tanggal akhir periode perdagangan saham dimana para pemegang saham memperoleh hak deviden. Sebaliknya, Ex Date adalah akhir periode perdagangan saham dimana para pemegang sahamnya tidak mendapatkan hak deviden

Pada contoh diatas, Cum Date adalah pada tanggal 11 Desember dan Ex Date pada 12 Desember. Jadi, siapapun yang memiliki saham INDY hingga jam bursa berakhir pada periode 11 Desember akan mendapatkan deviden. Meskipun, ia baru membeli saham pada saat jam penutupan bursa dan menjual saham tersebut pada keesokan harinya. Inilah yang sering kali membuat harga saham langsung anjlok pada hari bursa pada hari Ex date yang jatuh satu hari setelah Cum Date. Hal ini disebabkan banyak orang yang mengincar keuntungan dari deviden. Artinya, ia membeli saham pada saat Cum Date dan menjualnya pada saat Ex Date, yang mengakibatkan panic selling. Apalagi jika deviden yieldnya tinggi. Namun, membeli saham hanya mengandalkan untuk mendapatkan deviden, juga memiliki konsekuensi yang bisa sangat merugikan, seprti dicontohkan pada kasus MERK

Pasar bursa yang aktif diperdagangkan adalah pasar bursa reguler. Yang lainnya, bisa dihiraukan saja. Selanjutnya, yang perlu kita lihat adalah tanggal pembayaran deviden. Pada contoh pembagian deviden INDY, tanggal pembayaran deviden adalah pada tanggal 28 Desember 2018. Jika kita adalah pemegang saham INDY pada tanggal Cum Date, maka kita akan menerima deviden tersebut pada tanggal 28 Desember 2018, yang diinfokan oleh broker kita. Berikut adalah contoh e-mail yang penulis dapatkan dari broker terkait pembayaran deviden.

Email Perihal Pembagian Deviden dari Broker 
Bisa dilihat diatas, nominal yang penulis dapatkan dari pembagian deviden INDY, berdasarkan dari jumlah saham dikalikan dengan nilai deviden/ saham. Tentu saja nilai tersebut akan dikurangi pajak. Hak yang diterima penulis seperti ditunjukkan diatas sudah merupakan nilai bersih dan langsung dimasukkan ke dalam Rekening Dana Investor penulis yang bisa dilihat di Online Trading System (OTS) bawaan broker.

Demikian cara untuk mendapatkan deviden dari saham. Mudah-mudahan informasi ini bisa menambah kepercayaan Sobat Net yang sedang berusaha untuk terjun dalam dunia pasar modal.
 

Friday, December 28, 2018

Shopback: Klaim Jika Cashback Tidak Tercatat

Sobat Net, pada tulisan terdahulu kita telah membahas bagaimana cara yang bisa kita lakukan agar cashback masuk ketika menggunakan Shopback. Tulisan tersebut bisa dilihat pada tautan berikut.

Namun, apabila cara diatas telah dilakukan, tetapi cashback kita tidak tercatat di sistem Shopback. Satu cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan meng-klaim transaksi yang kita lakukan, agar cashback bisa masuk ke akun Shopback kita.

Bagaimana klaim transaksi ini dilakukan di Shopback?
Hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan bahwa memang transaksi yang Sobat Net lakukan tidak tercatat di "Rincian Saldo" akun Shopback. Untuk hal ini, beri jeda waktu dua-tiga hari sebelum melakukan pengecekan. 

Jika memang setelah dua-tiga hari, transaksi yang Sobat Net lakukan tidak tercatat di "Rincian Saldo", maka Sobat Net bisa melakukan klaim Cashback yang hilang. Caranya adalah masuk ke dalam akun Shopback dan klik gambar "tanda tanya", untuk masuk ke bagian "Cashback Hilang".

Menu Klaim Cashback Hilang
Pada bagian tersebut, pilih "Toko" dan juga "Tanggal" untuk menunjukkan waktu dan tempat transaksi yang Sobat Net lakukan. Jika tidak ada pilihan yang sesuai, maka berarti Sobat Net tidak masuk ke Online Shop tersebut melalui tautan dari Shopback. Oleh sebab itu, maka Cashback tidak terekam.
Pilihan transaksi yang ingin diklaim
Jika sudah, klik "Lanjut" dan isi semua pertanyaan yang berhubungan transaksi yang Sobat Net lakukan. Jika sudah selesai, maka akan muncul e-mail dari Shopback yang menyatakan bahwa cashback kita sedang diperiksa dan pada "Rincian Saldo", akan keluar jenis transaksi yang kita lakukan, namun dengan status "Investigasi" seperti ditunjukkan oleh gambar dibawah.

Investigasi cashback yang hilang di "Rincian Saldo"
Setelah itu, kita tinggal menunggu saja investigasi tersebut, jika memang transaksi kita valid, maka cashback akan kita dapatkan dengan status "Tertunda", yang bisa ditarik pada waktu yang telah ditentukan. Namun, jika memang transaksi kita tidak valid karena suatu alasan tertentu, maka akan muncul status "Ditolak" pada transaksi yang kita lakukan.

Hasil investigasi: Tertunda/ Ditolak
Demikian posting ini dibuat. Semoga posting ini bisa memberikan penjelasan pada Sobat Net yang sering melakukan belanja online lewat Shopback. Namun, transaksi tidak tercatat. Jangan ragu untuk meng-klaim apabila cashback Sobat Net tidak tercatat dengan melakukan hal yang diterangkan diatas. Penulis telah membuktikan bahwa cara ini terbukti telah mengembalikan cashback penulis karena transaksi yang tidak tercatat.     

Thursday, December 27, 2018

Investree (1): P2P Lending- Bagaimana Jika Telat Bayar?

Sobat Net, pada kali ini akan kembali dijelaskan mengenai P2P Lending, yaitu platform Investree. Sebagaimana, diketahui P2P Lending merupakan sebuah jenis investasi alternatif yang memiliki bunga yang cukup tinggi. Yakni, hingga bisa mencapai 20%. Nilai ini lebih besar jika dibandingkan yang bisa kita dapat di reksadana. Tentu saja, dengan faktor resiko yang juga sebanding.

Resiko dalam menggunakan P2P lending adalah resiko wan prestasi atau gagal bayar. Resiko ini ditanggung sendiri oleh pemberi pinjaman. Hal ini harus selalu diungkapkan P2P Lending. Ini adalah contoh yang dijelaskan oleh Investree dalam setiap e-mail pembiayaan yang Sobat Net lakukan di Investree.

Disclaimer Resiko P2P Lending

Bagaimana untuk mengatasi atau meminimalisir gagal bayar ini agar tidak kita alami ketika berinvestasi melalui P2P lending? Hal ini sudah pernah dijelaskan pada Seri Investasi P2P Lending dan bisa disimak kembali melalui tautan berikut.

Pada posting kali ini, kita akan membahas mengenai pengalaman penulis mengalami telat bayar pada P2P lending di Investree. Hal ini semata-mata untuk memberi kita informasi mengenai faktor risk dan juga reward ketika berinvestasi pada instrumen keuangan, yang dalam hal ini khususnya adalah P2P lending.

Bunga yang sudah didapat penulis di Investree
Selama menggunakan Investree selama tiga bulan, tercatat penulis telah mendapatkan bunga hampir satu juta. Dimana, bunga tersebut penulis tanamkan pada reksadana yang ada pada Investree dan pokok pembayarannya, penulis masukkan kembali untuk pemberian pinjaman. Untuk mengetahui, fasilitas yang dimiliki oleh Investree, bisa dilihat kembali pada tautan berikut.

Jika terjadi telat bayar, sesuai dengan pengalaman penulis, maka Investree akan memberitahukan perihal tersebut melalui e-mail. Dibawah adalah contoh pemberitahuan telat bayar yang diinformasikan oleh Investree melalui e-mail

Informasi telat bayar Investree
Bisa dilihat bahwa, meskipun loan grade tersebut memiliki resiko yang rendah yakni A2, tidak menjamin bahwa pengembalian pinjaman yang dilakukan bisa tepat waktu. Tidak perlu khawatir, pengembalian pinjaman nantinya akan diinfokan melalui e-mail selanjutnya. Untuk melihat ringkasan dan seberapa lama telatnya pengembalian pinjaman kita di Investree, bisa dilihat di halaman utama Investree, sebagaimana berikut:

Halaman muka Investree untuk melihat debitur telat bayar
Jadi, segala informasi bisa dilihat secara lengkap di platform Investree, berikut juga dalam hal keterlambatan pembayaran. Adapun, dalam kasus tersebut, pada akhirnya pembayaran dilakukan oleh peminjam dalam bentuk parsial, yang juga diinfokan melalui e-mail. Dan, hal ini bisa diketahui juga dari situs Investree dengan mencari pada bagian funding information pada debitur yang telat melakukan pembayaran tersebut. 

Informasi pembayaran debitur 
Pada bagian tersebut, secara jelas disebutkan berapa jumlah pinjaman, berapa yang sudah dibayar, sisa pokok yang belum dibayar, bunga/ujroh dan juga pajak. Semuanya disajikan secara transparan di Investree. Adapun dana yang sudah terbayarkan, bisa langsung kita gunakan kembali. 

Informasi tersebut diatas, tentu saja penting untuk diketahui ketika kita berinvestasi dalam sebuah P2P lending, yang dalam hal ini yang dicontohkan adalah Investree. Resiko dan reward akan selalu ada dalam tiap investasi. Pilihlah investasi dengan menimbang resikonya terlebih dahulu, baru kemudian rewardnya. Keunggulan di Investree sendiri, jika kita belum memiliki kriteria yang pantas dalam sebuah debitur, sesuai track-recordnya, kita bisa menyimpan uang kita terlebih dahulu di fasilitas reksadana yang disediakan supaya tetap mendapatkan bunga. Untuk kemudian, jika telah menemukan debitur yang cocok, kita bisa langsung melakukan pembiayaan langsung dari reksadana tanpa harus mencairkannya terlebih dahulu. Cara ini akan dibahas pada tulisan selanjutnya.

Keep Stay Tuned.  

Popular Posts