Thursday, October 24, 2019

Psikologi Trading- Investasi di Bursa Saham adalah Sebuah Bisnis

Salah satu hal paling penting sebelum memulai trading adalah psikologi trading. Tetapi, pembicaraan mengenai psikologi trading ini kurang menarik untuk dibahas sebenarnya. Gerakan naik-turun harga saham adalah sesuatu yang tidak bisa kita kontrol. Cara orang menyikapi naik-turun harga ini merupakan salah satu hal penting yang akan menentukan apakah kita akan berhasil atau tidak dalam menghasilkan cuan ketika sudah masuk dalam sebuah saham. Misalkan, kita sudah pasang posisi di sebuah saham, kemudian harga meluncur turun dengan drastis, kita menjadi panik akan hal tersebut. Lantas, kita menambah porsi kita dalam saham tersebut untuk mengurangi potensial loss kita. Namun, sayangnya harga malah meluncur turun. Hal ini membuat loss kita dalam bilangan jumlah naik berkali lipat karena kita sudah memasang porsi yang cukup tinggi di saham tersebut, dsb.

Cara trading seperti diatas, dengan menimbulkan perasaan fear ataupun greed, sering dialami oleh para pemula. Bagi para trader yang merupakan pekerja kantoran atau penuh waktu, tentu saja trading seperti ini akan sangat counter-productif karena pikiran kita sudah sewajarnya berada di tempat kerjaan kita. Namun, karena perasaan kuatir, kita malah bolak-balik membuka aplikasi trading kita untuk sekedar melihat sampai dimana harga saham yang kita beli. Apakah kamu juga saat ini merasakan hal yang demikian? 

Tentu saja hal ini jeli dilihat oleh para trader kawakan, yang biasanya full time trader untuk memberikan potensi profit kepada mereka. Yakni, melalui media berbentuk langganan rekomendasi saham berbayar. Tentu saja tidak ada yang salah dari cara ini,i.e: jualan rekomendasi. Tetapi, kembali ke misi awal kita masuk ke dunia bursa, yakni ingin mendapatkan profit. Tentunya, salah satu caranya adalah kita harus mampu membatasi pengeluaran kita.

Salah satu kunci untuk bertahan di dunia saham adalah modal kita. Berapapun duit kita alokasikan di pasar saham, usahakan tetap memiliki fresh money. Berinvestasi di pasar modal harus dipahami sebagai sebuah bisnis, karena notabene segala sektor finansial itu berhubungan antara satu dengan lainnya.

Antara deposito, inflasi, surat hutang, harga saham, emas, tanah dsb memiliki hubungan satu dengan yang lainnya. Tingkat inflasi yang tinggi karena ekonomi yang berkembang misalnya, akan juga mempengaruhi naiknya suku bunga deposito. Hal ini secara tidak langsung bisa mengurangi harga saham karena banyak orang akan menarik duitnya di pasar bursa dan lebih memilih untuk menempatkannya di Bank kerena return deposito yang tinggi.

Sebaliknya, di saat krisis, harga emas akan cenderung naik, Hal ini dikarenakan nilai mata uang tergerus akibat dampak terjadinya krisis tersebut, misalnya terjadinya perang, force majeure akibat bencana alam dsb. Sehingga mata uang lokal menjadi tak bernilai.

Selain diatas, juga ada kasus spesifik yang berhubungan dengan emiten. Misalnya, pengaruh harga minyak dunia, logam dsb yang bisa jadi mempengaruhi emiten tertentu karena lini bisnisnya berhubugan dengan sumber daya tersebut, misalkan produser, pemasok ataupun konsumen. Contohnya, pengaruh naiknya harga minyak dunia terhadap emiten transportasi, dsb.

Jika semua keadaan bagus, maka sebuah emiten niscaya akan tumbuh dan laba akan datang dengan sendirinya. Inilah yang perlu kita lihat. Kita harus memandang sebuah emiten pasar saham sebagai sebuah makhluk hidup, dimana jika dikasih makan makanan bergizi, diatur oleh managemen yang profesional, tentunya perusahaan akan tumbuh dengan pesat. Semua nantinya akan dipelajari dalam bab fundamental.

Terakhir, jika kita memandang sebuah investasi di bursa saham adalah sebuah bisnis karena kita melihat potensi sebuah emiten di dalamnya. Maka, cara kita membelanjakan uang kita adalah kita mengalokasikannya dalam tiga post sebagaimana berikut:

- Uang untuk pembelian secara normal. Misalkan, untuk transaksi saham secara reguler.
- Uang untuk belanja ketika harga bahan baku murah. Misalkan, saham fundamental bagus, tetapi harganya jatuh.
- Uang untuk keadaan darurat. Misalkan, pasar saham crash, kita masih memiliki uang sebagai jaga-jaga dan menunggu momentum ketika ia siap untuk naik.

Dalam pasar bursa, teknikal adalah sebuah hal yang terlebih dulu didahulukan ketimbang fundamental. Dari fundamental kita mengetahui nilai riil sebuah perusahaan, tetapi dari teknikal kita mengetahui berapa harga beli saham dari para pemain saham. Histori dari harga menunjukkan hal tersebut. Inilah yang pada akhirnya membentuk pola-pola tertentu pada pergerakan harga saham, meskipun kita juga tidak bisa memperkirakan berapa jumlah saham dan modal yang mereka miliki, yang pada akhirnya menentukan nilai beli saham.

Teknikal juga menentukan kapan potensi sebuah saham akan berbalik arah. Hal ini dikarenakan pergerakan harga saham seperti layaknya sebuah kapal tanker. Momentumnya harus dibangun terlebih dahulu agar dia bisa jalan. Jika ia mau berhenti, tidak serta merta begitu saja akan berhenti, tetapi harus ditunggu hingga momentumnya habis terlebih dahulu agar dia bisa berhenti secara sempurna.

Diantara fundamental dan juga teknikal, salah satu hal terpenting lainnya adalah psikologi. Psikologi adalah sebuah hal yang lebih penting jika dibandingkan dengan kedua analisa diatas. Kita akan bahas lebih jauh mengenai psikologi trading dalam tulisan berikutnya.

Keep Stay Tuned. 

Saturday, October 19, 2019

Trading Saham bagi Pekerja Penuh Waktu - Sebuah Perkenalan

Saya pekerja penuh waktu dan juga melakukan trading saham. Jika mimin bisa, kamupun juga bisa. Pada tulisan yang akan dibuat berseri ini, mimin akan berbagi pada kamu semua bagaimana cara trading saham untuk pekerja penuh waktu.

Well, silahkan tengok beberapa tulisan dibawah yang menceritakan tentang laporan return dari investasi saham yang mimin lakukan:


Kebanyakan dari laporan tersebut kesemuanya menunjukkan bahwa trading yang dilakukan mimin menghasilkan profit. Dibawah adalah screenshot laporan gain-loss mimin yang terbaru, dimana mimin memakai fasilitas trading dari Mirae.

Gain-Loss satu bulan terakhir porto mimin
Diatas adalah return satu bulan terakhir dari trading yang diambil tepat saat tulisan ini dibuat. Target yang mimin buat di tahun ini adalah sebesar minimal 500ribu gain tiap bulan, dengan kira-kira modal sebanyak 50 juta. Jika dihitung, 500X12 = 6juta. 6/50*100% = 12% net return pertahun. Tentu saja hal ini belum termasuk gain yang bisa didapat dari hasil deviden yang tidak bisa dilihat di tabel tersebut karena ia hanya menghitung capital gain. Well, kita bisa mendapatkan lebih dari 12% pertahun dari saham, namun tentu saja dibutuhkan waktu ekstra juga untuk melakukan pekerjaan rumah, misalkan screening saham, dsb. Untuk mendapatkan gain diatas, cuma butuh waktu satu-dua jam tiap minggu, atau malah satu-dua jam tiap bulan. Semuanya tergantung dari tingkat kesibukan mimin dan cara memanfaatkan sela-sela waktu luang.

Trading saham masih belum menjadi major income bagi mimin. Tetapi, melihat dari potensi yang ia hasilkan, bisa jadi merupakan best option untuk bisa menarik pundi-pundi rupiah bagi kita semua. Di tengah kecanggihan teknologi, kita harus memanfaatkan segala kemajuan teknologi sebagai leverage untuk mencapai apa yang kita inginkan. Salah satunya adalah kemajuan teknologi di dunia pasar modal. Perusahaan moden bisa dikatakan adalah sebuah makhluk hidup. Ia bisa berkembang baik itu naik maupun turun. Dengan melihat potensi dari berbagai macam parameter fundamental, didukung analisis teknikal, yang akan kita pelajari di kemudian hari, maka resiko loss akan dapat kita minimalkan se-sedikit mungkin.

Mungkin cukup segini saja, seutas kata dari mimin untuk mengawali perkenalan Trading Saham bagi Pekera Penuh Waktu. Mudah-mudahan sharing ini akan bermanfaat bagi kita semua dan bersama kita bisa memanfaatkan momentum di pasar modal untuk meraih cuan semaksimal mungkin.

Sampai jumpa di posting berikutnya.   

Friday, July 5, 2019

My Porto - Juni'19: Best Move in Trade is Doing Nothing (Saham Nyangkut)

Para Sobat Investor, sebelum masuk ke dalam pembahasan mengenai topik kali ini yang cukup menarik. Sedikit Unpopular Opinion, yaitu langkah terbaik adalah tidak melakukan apa-apa untuk kasus saham nyangkut, kita akan bahas perolehan cuan selama setengah tahun di 2019 ini.

Berikut adalah laporan porto penulis. 


O.. ya, laporan porto ini cuma sebagai media evaluasi penulis saja. Akan dipertimbangkan di edisi mendatang, laporan porto ini mungkin akan dipublish di blog tercinta ini secara triwulan saja. Bisa dilihat ada kenaikan capital gain dari bulan Mei ke Juni, meskipun bulan Juni kita memiliki waktu lebih sedikit dalam trading karena satu minggu libur hari raya Idul Fitri. 

Sedikit informasi, Februari akhir 2019 adalah dimana penulis sudah melakukan trading secara mandiri, tidak bergantung pada omongan orang lain. Pada saat itu, dengan sangat terpaksa beberapa porto harus dijual sehingga bisa dilihat gain yang begitu tinggi hingga jutaan. Tentu saja, high gain-high risk. Maret adalah pembelajaran bagi penulis, bagaimana cara memasang sebuah trade, balancing trade, dan lebih penting lagi adalah pemilihan sebuah emiten. Jadi, Maret adalah saat penulis mengevaluasi sistem trading selama ini, berikut perubahan paradigma bahwa trading saham adalah sesuatu hal yang harus dijalankan secara jangka panjang.

Satu hal yang belum diketahui dari para pembaca saya, bahwa meskipun bulan februari gain saya tinggi. Namun, penulis sedang memegang tiga saham yang tidak bisa dijual. Inilah yang terjadi jika kita tidak mengenali saham apa yang kita beli. 

Saham tidak bisa dijual karena bermacam-macam sebab:
- Harga sudah mentok 50 rupiah per saham, sehingga kolom bidnya kosong.  
- Tidak mau jual karena lossnya sudah terlalu tinggi.

Kondisi seperti ini, biasa dikatakan orang sebagai kondisi nyangkut. Tentu saja, hal ini tidak akan terjadi jika kita memegang saham dengan fundamental bagus. Banyak orang tidak bisa bertahan di dunia saham karena ingin mengincar untung yang tinggi tanpa mempertimbangkan resikonya. Untuk bisa untung, paling tidak jangan sampai rugi. Sayangnya, terkadang kosakata rugi ini tidak melintas di kepala kita karena dibutakan oleh ego kita sendiri. Jika dilihat memang, saham-saham dengan fundamental tidak bagus sangat mudah untuk bergerak naik hingga belasan bahkan puluhan persen dalam sehari. Siapa yang tidak mau? Kita biasa menyebut saham ini dengan sebutan saham gorengan. Celakanya, di zaman modern seperti sekarang ini, sistem trading digerakkan secara cepat oleh robot. Kenaikan saham gorengan, bisa menjadi penurunan nilai saham dalam hitungan menit bahkan detik. Akibatnya, banyak orang menjadi nyangkut. 

Nah, oleh karena itulah, penulis menganjurkan untuk mencari saham berfundamental bagus dan meng-average down ketika posisinya turun. Jika terpaksa tidak memiliki modal, jangan melakukan trade. Ingat pelajaran di April 2019cukup satu satu saham saja, salah predik, resiko lossnya besar sekali.

Salah satu hal penting dalam dunia trading adalah Best Move in Trade is Doing Nothing. Jika ragu, jangan melakukan trading. Jika sudah loss, diamkan saja dulu, hingga ketemu sinyal rebound. Seni untuk menahan ketika harga naik dengan tidak terburu-buru jual dan harga turun dengan tidak terburu-buru average down.  
  
Semua harus dilakukan secara otomatis menggunakan order booking, tidak dengan HAKA = Hajar kanan dan HAKI = Hajar kiri. Lepas dari bulan Maret, bisa dilihat, penulis telah sanggup menghasilkan capital gain yang konsisten hingga Juni. Dan porto yang semula minus hingga delapan persen, saat ini tinggal minus dibawah dua. Tiga bulan penulis berusaha mem-balancing porto dengan membuang emiten yang termasuk high risk dan menambah posisi emiten berfundamental bagus.

Salah satu contoh nyata manfaat mencari emiten berfundamental bagus adalah kasus emiten ERAA yang dialami oleh penulis. Penulis telah nyangkut di saham ERAA ini. Sila cek tulisan terdahulu mengenai kasus nyangkutnya penulis di ERAA ==> https://invest-pemula.blogspot.com/2019/05/my-porto-april19.html

Nah, itu posisi ERAA pada APRIL 2019, bagaimana dengan JUNI 2019, bisa dilihat dibawah:

ERAA Chart
ERAA yang sampai menginjak harga dibawah 1000 rupiah, pada akhir JUNI sudah balik lagi ke angka 2000. Ini contoh saham fundamental bagus yang berhasil rebound. Tidak rebound pun, kita masih bisa mendapatkan deviden. 

Mungkin kita tidak akan cepat kaya dengan safe trading, menghindari saham gorengan dsb, namun disisi lain tidak akan cepat bangkrut juga. Namun dari satu trading ke trading yang lainnya, seirig berjalannya waktu, skill kita akan cepat terasah. Income kita akan terus mengalir. Modal trading semakin banyak dan suatu hari kita bisa hidup dengan hanya melakukan trading saja. 

Analisa saham cuma butuh kira-kira paling lama waktu sejam sehari. Gainnya bisa lebih dari investasi macam apapun. Salah satu seni dalam trading, ingat untuk menahan ego kita. The best move sometimes is doing nothing. Let the flow goes.  

Thursday, June 6, 2019

My Porto - Mei'19: Dance With The Market

Jumpa lagi di bahasan mengenai porto mimin. Jika melihat siklus IHSG, maka tahun pemilu adalah tahun dimana IHSG mengalami nilai kenaikan. Mari kita lihat sejarahnya melalui tabel berikut:

1999, 2004, 2009, 2014 - tahun politik. Bisa dilihat IHSG menunjukkan kenaikan jika dibandingkan antara nilai di awal dan akhir tahun tersebut. Nah, Mei 2019 merupakan tahap penetapan pemenang pemilu oleh KPU. Di tengah berbagai macam isu politik, IHSG malah mengalami penurunan yang sangat tajam untuk kemudian berhasil rebound.

IHSG Mei 2019
Bisa dilihat pada indeks IHSG tersebut, di awal Mei 2019 terjadi penurunan hingga hampir setengah bulan lamanya. Dan, pada tanggal 20 Mei 2019 pada akhirnya IHSG berhasil rebound. 

Kenapa kita harus berpatokan pada IHSG, bukankah kita tidak trading IHSG?  
Mimin kira pertanyaan ini banyak sekali yang akan menanyakannya. Tentu saja dalam trading kita patut untuk mempertimbangkan nilai IHSG. Apalagi bagi kawan-kawan yang belum bisa mengalahkan IHSG. Artinya, yield porto saham kawan sekalian, masih belum bisa mengalahkan yield IHSG. Kasarannya, jika IHSG naik 2%, porto kawan sekalian hanya naik 1% saja. 

Perubahan nilai IHSG ibarat menceritakan kondisi pasar. IHSG yang naik dan didukung oleh masuknya dana asing, bisa dikatakan, pasar dalam keadaan yang optimis. Begitu juga sebaliknya. Salah satu hal yang patut kita hindari adalah melawan pasar. Alih-alih melawan pasar, hal yang kudu kita lakukan adalah "Dance With The Market". Pasar itu dinamis, fleksibel dan juga tidak bisa diprediksi. Hal inilah yang membuat siapapun yang masuk pasar bisa untung. Bahkan, pemain veteran pun bisa mengalami kerugian. Belum ada satupun alat yang bisa memprediksi kemana harga saham akan bergerak, bahkan robot sekalipun karena harga yang terbentuk di pasar dipengaruhi oleh sentimen para pelaku pasar.

Jika pada edisi yang lalu, kita temukan contoh bagaimana anjloknya harga saham ERAA. Apa jadinya jika setiap harga turun 5% kita selalu tambah porsi saham kita. Bisa-bisa uang kita bisa habis karena saham ini sudah drop harganya hingga lebih dari 30%. Ingat, aturan sebelumnya: Cukup satu satu saham saja, salah predik, resiko lossnya besar sekali, bisa menghilangkan cuan yang diraih selama berbulan-bulan.

Dance with the Market, dalam penerapannya bisa diartikan:
- Tak ada support dan resisten yang utama. Kita harus siap apabila support dan resisten ini jebol. Dalam bulan Mei, banyak sekali kasus saham yang jebol bawah ditandai penurunan IHSG yang begitu tajam.
- Multiple point entry. Masuk di beberapa titik harga dan ambil cuan pun di beberapa titik harga. Multiple point entry inilah yang merupakan seni dalam trading saham. Jangan beli ataupun jual di satu titik harga saja. Selagi secara TA dan FA masih bagus, kita harus tetap stay di saham tersebut. Trading saham bukanlah sebuah ilmu pengetahuan, melainkan lebih daripada seni. 

Untuk bulan Mei 2019, inilah cuan yang mimin dapatkan.

Nilai angka tersebut belum digabung dengan deviden yang mimin dapatkan. Perlu diketahui, bulan Mei banyak sekali perusahaan yang membagikan deviden. Secara kasar, kalau mimin hitung, deviden yang mimin dapatkan bulan Mei ini lebih dari 300ribu rupiah dengan total delapan perusahaan yang membagikan deviden. Angka ini cuma beda 100ribu rupiah saja dengan cuan yang mimin dapatkan dari capital gain. Maka dari itu, deviden itu penting. Ingat: tujuan kita ber-investasi adalah passive income. Deviden adalah passive income. Maka dari itu, belajar fundamental perusahaan itu penting. 

Kita tidur ngorok, sakit, lumpuh, usia tua renta, tidak bisa berbuat apa-apa, namun tetap bisa dapet duit dari passive income. Siapa yang bisa menebak hari esok. Tidak ada yang tahu, namun satu hal yang pasti adalah manusia hidup akan selalu membutuhkan ongkos dan selagi masih ada kesempatan mari manfaatkan waktu dan kesehatan kita sebaik-baiknya. Dan, ketika kita bisa mentas nantinya, maka kita tidak boleh abai, kita bisa turut menolong orang lain dan menggapai kebahagiaan batin.

Nah, cukup sekelumit yang bisa mimin sampaikan kali ini. Pelajaran kali ini adalah "Dance With the Market". Temukan seni trading anda sendiri.  

Saturday, May 11, 2019

Investor Pemula - Mau Investasi Lewat Mana??

Para Investor dimanapun anda berada, khususnya bagi anda para pemula, Investasi itu penting. Hanya lewat investasilah, kita bisa mendapatkan kebebasan finansial. Kebebasan finansial adalah lepasnya kita dari penjara kehidupan. Salah satunya adalah bekerja. Banyak orang yang bekerja untuk mencukupi kebutuhan. Tak jarang, mereka menerima pekerjaan tersebut dengan sangat terpaksa dan hidup dalam tekanan karena tidak ada jalan lain guna memenuhi kebutuhan hidup. 

Dengan berinvestasi, kita berusaha lepas dari jerat kehidupan tersebut. Menyiapkan masa tua dengan berinvestasi secara dini sehingga pada masa tersebut kita bisa hidup dengan tenang dan menyisihkan banyak waktu untuk keluarga. 

Gigih
Inti dari investasi adalah passive income. Artinya adalah modal yang terus bertambah tanpa kita mengusahakan modal tersebut lewat pekerjaan yang kita lakukan. Ibarat pohon, ia tumbuh semakin membesar, meskipun buah dan daunnya tiap hari kita petik. Kita bisa hidup hanya dengan tingkat pengembalian modal dari investasi tersebut. Di berbagai investasi, kita biasa menyebutnya bunga, yield, deviden, dsb. Inilah tonggak kapitalisme untuk meraih kebebasan finansial. 

Semakin banyak modal yang kita miliki, maka akan semakin besar tingkat pengembalian modal. Maka dari itu, satu hal yang perlu kita lakukan terlebih dahulu dalam berinvestasi adalah dengan memperbesar modal. Caranya adalah dengan memperkecil pengeluaran dan juga melakukan balancing dari beberapa aset yang kita miliki agar bisa menghasilkan return yang optimal.
 
Beberapa jenis investasi yang patut kita miliki untuk memperbesar modal yang kita miliki:
1. Tabungan deposito, yield tahunan 5-7% (gross). Cari yang bebas transfer, tabungan deposito bisa diambil tiap hari. Pergunakan Digital Banking yang bebas biaya bulanan. Lengkapnya kunjungi tautan berikut.  
2. Surat Berharga Negara (SBN), yield tahunan 7-9% (gross). SBN ini merupakan obligasi yang dikeluarkan oleh negara dimana, setiap bulan kita akan mendapatkan pengembalian modal dalam bentuk kupon. Pokok modal akan disetorkan diakhir. Relatif aman dari gagal bayar karena utang pemerintah. Lengkapnya kunjungi tautan berikut.
3. Peer to Peer Lending (P2P), yield tahunan 12-20% (gross). P2P Lending hampir sama dengan SBN, namun yang kita pinjami adalah pihak swasta. Dilakukan secara patungan. Ada resiko gagal bayar. Untuk menanggulangi hal tersebut, cari yang tingkar resikonya rendah. Bunga dibayarkan dengan pokok sesuai dengan masa waktu hutang. Lengkapnya kunjungi tautan berikut
4. Reksadana, yield tahunan bervariasi mengikuti jenis reksadana yang dipilih. Inti dari investasi ini adalah kita menitipkan uang kepada manager investasi untuk dimasukkan ke dalam porto sesuai dengan jenis reksadana yang kita pilih. Lengkapnya, silahkan download catatan "All About Reksadana" di menu "Download" blog ini atau melalui tautan berikut
5. Saham, yield tahunan bervariasi, bisa jadi minus, modal hilang bahkan bangkrut. Syaratnya adalah uang dingin.
6. Investasi keras, contoh tanah, emas, dsb.

Dari, enam jenis investasi tersebut, kita harus mulai menyisihkan uang kita sedikit demi sedikit ke instrumen investasi tersebut. Tabungan deposito adalah awal mulanya. Jika yield dirasa kurang dan ingin nambah resiko, bisa naik ke nomor dua, investasi SBN, dsb. Tetapi, sebenarnya juga kita bisa memilih investasi reksadana yang seperti deposito, yakni reksadana pasar uang (RDPU).  

Segala sesuatu bisa dipelajari, paling tidak kita ada kemauan terlebih dahulu untuk bisa belajar berinvestasi. Selalu diversifikasi investasi kita, jangan taruh pada satu tempat. Porsi terbesar adalah deposito atau RDPU jika sewaktu-waktu kita butuh uang cash karena sesuatu hal. Naik ke SBN, P2P lending dan juga saham ketika kita sudah siap secara mental, karena jenis investasi tersebut tidak bisa diambil sewaktu-waktu.

Investasi keras seperti tanah dan juga emas, bisa kita lakukan ketika modal sudah banyak. Untuk memperkecil pengeluaran kita, bisa dengan cara mengikuti PROMO maupun fasilitas yang disediakan jenis investasi tersebut. Berikut adalah koleksi PROMO yang bisa kita manfaatkan:

8. ...

Semoga Bermanfaat. 

Friday, May 10, 2019

My Porto - April'19: Kenali Saham yang Dibeli

Laporan kedua, setelah sebelumnya saya menulis laporan terakhir pada februari 2019. Untuk tautan tulisan terakhir, silahkan klik disini

Well, berikut adalah gain/loss dari porto saham yang sudah realized dengan cut of date April 2019.
Gain/ Loss yang belum realized (floating), tertanggal 5 Mei 2019 adalah minus (-) 2,576,072. Jadi, kira-kira selama empat bulan cuma cuan 1 juta, jika saya jual semua saham saya perhari ini. Namun, yang menarik adalah hampir setengah loss tersebut berasal dari satu saham. Yakni saham ERAA

Mari kita lihat, grafik ERAA seperti yang ditunjukkan dibawah:


Yang bisa disimpulkan dari gambar tersebut adalah ERAA terjun bebas. Pelajaran berharga yang bisa saya petik bahwa cukup satu satu saham saja, salah predik, resiko lossnya besar sekali, bisa menghilangkan cuan yang saya raih selama berbulan-bulan. Saya beli di kisaran 2000 dan berharap balik ke 3000. Namun naas, malah anjlok hingga ke 1000. Nilai rata-rata beli saya adalah di sekitar 1700. Masih saya hold. Tentu saja, masih fokus nyari cuan di saham lain, untuk nambah porsi ERAA ketika harganya lebih drop lagi. Tanpa adanya Money Management, tentu saya tidak akan bertahan lebih lama di dunia saham. 

Saya masih hold, karena ERAA fundamental bagus dan juga masih memberikan deviden. Ini yang juga penting, kenali perusahaannya. Jadi, kita tidak perlu kuatir terlalu banyak ketika harganya drop. Target harga ERAA menurut stockbit.com adalah sekitar 1900, per tanggal 10 Mei 2019.

   
Nah, saya akan update terus mengenai ERAA, sampai berapa lama saya bisa lepas dari ERAA. Selain hal tersebut, report kali ini, juga menyinggung mengenai cara trading saya yang juga berubah. Saya adalah trader-investor paruh waktu. Selama ini, saya hanya trading ketika waktu off duty. Saya bekerja di proyek dimana jadwal on-offnya adalah 2 minggu. Ketika masuk kerja, saya jual semua. Dua minggu, ketika libur awal, saya borong saham. Hal inilah yang membuat gain/loss pada bulan Februari 2019, sangat tinggi karena saya jual semua dan pada Maret 2019, sangat rendah karena saya waktunya beli dan saya tidak sempat jual karena indeks IHSG yang merosot. Jika saya jual semua saham saya pada bulan Maret, maka hasilnya realized adalah minus.

Mulai April, saya memakai sistem trading harian. Malam hari, saya pakai order booking otomatis untuk jual beli saham. Dengan cara ini, saya bisa trading tiap hari, meskipun siangnya bekerja. Dan, saya sudah cuan 500 ribu rupiah. Cukup bagus.

Cukup sekian laporan porto saham untuk edisi April 2019. Bisa kita tarik pelajaran, yakni:
- Money Management penting. Cukup satu satu saham saja, salah predik, resiko lossnya besar sekali, bisa menghilangkan cuan yang diraih selama berbulan-bulan.
- Kenali perusahaannya ketika membeli saham. Ketika harga turun, kita tidak terlalu was-was. Bisa kita tambah porsi ketika turun. Artinya, harga sahamnya masih lebih murah jika dibandingkan secara riil bisnis yang dijalankan. Tentu saja kita bisa melakukan cut loss sebagai opsi lain jika kita siap menanggung kerugian. 

Selama prinsip Money Management kita pegang, kita masih bisa bertahan di dunia saham. Money Management akan membuat kita tidak kehabisan peluru untuk terus berburu saham yang kita inginkan. Prinsip sukses di dunia saham, menurut keyakinan saya adalah "Jangan Bangkrut" yang dimulai dari kehabisan uang sebagai peluru untuk membeli saham. Jika uang kita habis, pada akhirnya kita akan terpaksa menjual saham yang kita miliki dan naasnya adalah jika saham tersebut dalam keadaan minus. Yang artinya, modal kita berkurang. Kita bisa injek modal lagi, namun jika kita tidak belajar mengelola modal kita yang sudah ditanam di saham dengan money management, siap-siap saja, kita akan semakin terperosok dan modal kita tidak akan bisa kembali. 

Sunday, February 17, 2019

Belajar Saham -Update Report

Sobat Net, salah satu cara agar bisa sukses dalam dunia pasar modal adalah jangan bangkrut. Yups, ini adalah kunci rahasianya. Hilang uang berapapun, asalkan kita masih ada modal untuk trading, maka kesempatan untuk balik modal dan meraih cuan masih terbuka lebar. Oleh sebab itu, ilmu terpenting yang harus dimiliki oleh seorang trader adalah money management.

Tabel dibawah adalah perhitungan gain/loss penulis dalam bermain saham dengan modal awal 35 juta dan akan selalu di-update tiap bulan sebagai catatan pencapaian penulis dalam trading saham.

    
Bisa diketahui dari tabel tersebut kemampuan penulis dalam bermain saham. Dimulai dari bulan Oktober 2018. November 2018 merupakan bulan paling jelek bagi penulis. Bagaimana tidak, IHSG naik hingga 4.4%, namun portofolio penulis malah turun hingga minus 5%. Disini adalah titik paling stress bagi seorang trader yakni ketika kebanyakan harga saham telah naik, namun saham yang dipegang malah turun. 

Sebenarnya jika ditilik pada bulan tersebut, yang membuat minus hanya satu saham saja. Penulis sangat percaya bahwa harga saham ini akan naik. Sehingga ketika saham tersebut malah nyatanya jatuh curam, penulis sangat kebingungan dan terlambat untuk melepas. Padahal, dibulan berikutnya, harga saham tersebut pada akhirnya naik juga. Yups, naik setelah dilepas. Good lesson here.

Penulis akhirnya comeback dengan membukukan kenaikan mengalahkan IHSG pada dua bulan selanjutnya dan portofolio menjadi cuan, baik realized profit yakni saldo balance RDI yang sudah balik modal maupun yang unrealized/ floating atau keuntungan yang belum dicairkan dari portofolio yang masih terpegang.  

Mari kita lihat report-report di bulan selanjutnya ... 

Untuk belajar trading bisa menghubungi penulis melalui komen dibawah.

Popular Posts