Sunday, April 5, 2020

Menghadapi Tekanan Akibat Floating Loss di Saham

Jika anda sering jatuh dalam sebuah bad trade, apalagi ketika kondisi IHSG seperti quartal pertama tahun 2020 ini, tentu pengalaman yang sangat tidak menyenangkan.

Seperti mimin pernah tulis dalam sebuah posting berikut, ada faktor yang perlu diperhatikan dalam trading di bursa, yakni intermarket. Hal ini disebabkan uang akan lari ke medium yang memiliki return paling tinggi.

Mari kita lihat hubungan antara kurs USD-IDR, IHSG dan juga emas pada grafik berikut:

Grafik inter-market
 
Bisa dilihat pada grafik diatas, bahwa antara valas USD dengan IHSG hampir berbanding terbalik. Pada saat gambar diambil, IHSG minus -21% dan USD plus 21%. Ketika USD naik, IHSG turun. Ini mengindikasikan bahwa IHSG sangat dipengaruhi oleh asing.

Juli 2019 hingga Januari 2020 bisa dilihat bahwa terjadi sideways cukup panjang antara USD dengan IDR artinya disini market berada dalam kondisi antisipasi. Dalam kondisi antisipasi tersebut, investor mulai beralih ke emas sebagai safe haven. Maka dari itu, harga emas melonjak pada saat sideways antara USD dengan IHSG sebagai upaya antisipasif. Dan benar sekali, pada akhirnya, terjadi perubahan yang signifikan setelah sideways cukup panjang dan dimenangkan oleh USD. Artinya, terjadi capital outflow asing yang besar-besaran dari IHSG.

Kita kembali lagi ke dalam inti tulisan kita, bagaimana seandainya saya belum sempat keluar dari IHSG? Artinya, saya masih punya posisi di beberapa saham dan saat ini berada dalam posisi floating loss.

Banyak orang panik dan mungkin juga merasa tertekan melihat kondisi market. Setelah kejatuhan IHSG menuju ke 4000, meskipun saat ini dalam posisi rebound, kondisinya masih belum normal seperti sediakala. Bayangan sentimen negatif terus menerus ada di sepanjang tahun 2020 ini. Hal ini mencegah publik untuk segera masuk ke pasar modal.

Cara pandang sebuah masalah bisa meneguhkan hati kita atau malah meruntuhkannya. Pikiran tidak sadar manusia tidak bisa membedakan mana antara kenangan yang riil ataupun imajinasi pengalaman. Ia bisa menangkap data apapun dan juga sekalian sebagai mesin pemroses. Maka dari itu bagaimana kita memandang sebuah peristiwa akan menentukan bagaimana respon kita terhadap apa yang sedang kita alami.

Hal ini begitu penting sebagai perspektif dan menentukan tindakan kita kedepan. Kita harus memiliki framing terhadap sesuatu sehingga kita tidak banyak bereaksi, namun beraksi. Jika kita telah memikirkan bahwa saham yang kita pilih punya potensi turun, maka kita tidak akan perlu kuatir ketika turun karena plannya sudah ada. Namun, ketika kita tidak punya rencanan saham yang kita miliki akan turun, maka kita akan bereaksi. Dan, sebagaimana umumnya reaksi yang bersifat spontan, jika kita tidak menghadapinya dengan baik, maka segala tindakan kita akan tidak terukur dan malah memperbesar masalah tersebut.

Nah, jika Sobat Investor belum tahu apa yang harus dilakukan terhadap saham yang turun, maka hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menjawab pertanyaan kenapa kamu masuk ke dalam saham tersebut. Dari sini kita akan mengenali kekurangan kita dalam trading.

Lantas bagaimana selanjutnya, saya sudah terlanjur loss
Tentu saja harus belajar kembali dari kesalahan yang telah lalu. Sobat investor harus belajar kembali mengenai pasar saham. Menguasai basic dari pasar saham tersebut. Salah satu contoh pertanyaan adalah apakah pergerakan harga saham dipengaruhi oleh supply-demand market atau ada pemain yang bisa mempengaruhi harga sebuah saham? Bagaimanakah kharakteristik pembentukan harga sebuah market?

Jika dasar telah dikuasai, maka Sobat Investor sudah punya gambaran terhadap saham yang saat ini sedang dipegang. Mau terus dipegang, average-down atau cut-loss.

Jadi, kondisi floating loss bisa dijadikan sebagai pelajaran. Apa yang kamu lakukan sesudahnya akan menentukan apakah floating loss ini bisa diubah menjadi floating profit. Segala hal yang terjadi pada diri kita harus kita maksimalkan untuk menyiapkan diri kita lebih baik di masa depan.

Saturday, April 4, 2020

Jangkauan Average Down dalam Trading

Anti cut-loss, penangkap pisau jatuh merupakan sebuah ungkapan populer yang digunakan saat ini. Dimana, para fundamentalis saham memiliki keyakinan bahwa harga sebuah saham yang "salah harga" patut untuk di-hold. Tidak untuk dijual, meskipun memiliki floating loss yang cukup tinggi.

Mereka berkeyakinan bahwa pada saatnya harga sebuah saham akan kembali ke nilai intrinsiknya. Ibarat meskipun floating loss tetapi kita masih bisa mendapatkan deviden yang dapat dijadikan sebagai imbalan untuk waktu tunggu kita hingga pada akhirnya harga saham kembali ke nilai wajarnya.

Nah, sebagaimana diketahui oleh Sobat Investor semuanya, IHSG 2020 telah mengalami penurunan yang cukup dalam. Bayangkan saja, selama kurang lebih tiga bulan. IHSG ambruk dari 6000 ke 4000 atau minus 30%. Dan pada saat ini rebound ke 4600.

Saham yang kita miliki bisa jadi sudah minus antara 30% hingga 50%. Lantas apakah sudah waktunya untuk nambah lot? Apakah kita menunggu saja?

Barangkali, kita berubah pikiran. Pilih average down, memanfaatkan rebound yang bisa jadi cuma sesaat. Dengan tujuan akhir untuk keluar dan jika memang momentum masih bearish kita bisa masuk lagi ketika sudah jenuh jual.

Tulisan ini adalah bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak jumlah uang yang dibutuhkan dalam proses average down sehingga ketika terjadi rebound meskipun dalam waktu short term, kita bisa keluar dalam sebuah bad trade.

General Rule

Aturan dalam trading adalah jangan pernah bertransaksi dengan memakai istilah yang abstrak. Misalkan, saya ingin average down dengan menambahkan 100 lot. Lakukan dalam jumlah uang yang anda miliki, misalkan masuk 1 juta, 5 juta dan sebagainya. Boleh memakai presentase, tapi dalam kepala anda harus gunakan nominal uang ketika bertransaksi.

Jangan pernah bandingkan nominal uang yang anda gunakan untuk bertransaksi dengan total modal yang anda miliki. Bisa jadi uang yang anda gunakan untuk transaksi sangat kecil jika dibandingkan dengan modal yang anda miliki. Masalahnya adalah ketika anda mengira uang yang anda gunakan untuk bertransaksi itu kecil. Akibatnya adalah anda akan keranjingan untuk masuk ke dalam sebuah trade, tanpa menyadari pada akhirnya modal anda sudah habis.

Scenario-1 ==> Average down 30%

Jika Sobat Investor memiliki saham yang sudah down sebanyak 30% dan tengah memiliki titik jenuh jual. Saat yang tepat untuk average down saham tersebut agar bisa keluar dari saham tersebut. Berapa jumlah uang yang saya butuhkan dan estimasi pengurangan minus saya? Berikut adalah grafiknya:

Average down saham minus -30%
Grafik ini dibuat berdasarkan basis dari modal awal yang Sobat Investor miliki dalam sebuah saham. Garis horizontal adalah modal pengali dan vertikal adalah persen minus yang anda miliki.

Cara bacanya, misalkan pada saat ini Saya memiliki saham yang sudah minus -30%, maka jika:
- Average dengan modal sama dengan modal awal beli saham, maka minus menjadi -18%
- Average dengan modal dua kali lipat dari modal awal, maka minus menjadi -11%
- Average dengan modal tiga kali lipat dari modal awal, maka minus menjadi -8%
- Average dengan modal empat kali lipat dari modal awal, maka minus menjadi -6%

Scenario-2 ==> Average down 50%

Ketika kondisi market bearish dan anda memiliki saham yang sudah minus 50%, maka berikut adalah grafik yang perlu anda cermati ketika melakukan average-down.

Average down saham minus -50%
Misalkan pada saat ini Saya memiliki saham yang sudah minus -50%, maka jika:
Average dengan modal sama dengan modal awal beli saham, maka minus menjadi -33%
- Average dengan modal dua kali lipat dari modal awal, maka minus menjadi -20%
Average dengan modal tiga kali lipat dari modal awal, maka minus menjadi -14%
- Average dengan modal empat kali lipat dari modal awal, maka minus menjadi -11%

Nah patokan yang bisa anda gunakan apabila saham anda minus -30% adalah average 2x lipat dari modal awal sehingga minus anda menjadi -11% dan jika sudah -50%, maka average anda harus 3x lipat dari modal awal sehingga minus anda menjadi -14%.

Kenapa demikian? Hal ini dikarenakan grafik average down tersebut bersifat exponensial dan ketika mendekati titik puncaknya akan cenderung mendatar. Misalkan pada grafik pertama. -30%, penambahan average 3x lipat modal awal dibandingkan 4x lipat modal awal cuma menyisakan minus dengan selisih yang amat dekat yakni 2%. Jika ternyata, saham anda yang sudah anda average down, malah terlanjur turun, maka loss yang lebih besar lagi tidak akan bisa anda hindari.

Kita sudah pernah membahas mengenai persen kenaikan dan juga persen penurunan pada tulisan berikut. 50% harga naik tidak sama dengan 50% harga turun. 

Jika anda punya saham dengan harga 1000. 50% penurunan adalah ke angka 500. Tetapi jika dari angka 500, 50% kenaikan adalah di angka 750. Untuk mencapai angka 1000 berarti sudah 100% kenaikan. Artinya, semakin kecil nilai sebuah saham, maka akan semakin sensitif tiap kenaikan maupun penurunan angka dari saham tersebut. Maka, sering kali trader memakai skala logaritmik untuk memberitahukan sinyal ke dalam otak mereka bahwa semakin kecil harga sebuah saham, maka semakin besar persen gain atas fluktuasi harga. Dan, ini harus anda pahami ketika melakukan averaging.

Demikian tulisan kali ini, semoga bermanfaat.    

Wednesday, April 1, 2020

Pengalihan Saham - Transaksi Insider

Pada tulisan lalu, kita sudah membahas mengenai transaksi Repo dan bagaimana sebuah saham harganya hancur setelah dilakukan transaksi Repo tersebut. Silahkan cek kembali melalui tautan berikut.

Pada kesempatan kali ini, kita akan bahas transaksi lain yang dilakukan oleh insider maupun pemegang pengendali dengan fund manager. Transaksi saham sebagaimana diketahui bisa dilakukan dengan banyak cara, baik melalui pembelian reguler maupun non reguler. Tetapi, transaksi saham yang dilakukan oleh insider perusahaan jarang yang melalui pasar reguler karena jumlahnya yang bisa sangat banyak dan bisa mempengaruhi harga pasar. 

Kita ambil contoh saham DNAR. Berdasarkan keterbukaan informasi, kita bisa mengetahui bahwa telah terjadi penjualan saham sebanyak 11 juta lembar pada tanggal 27 Maret 2020. Berikut adalah laporan keterbukaan informasi yang didapat dari situs BEI:

Transaksi DNAR oleh Insider pengendali
Mari kita cek pergerakan sahamnya pada tanggal transaksi tersebut di pasar reguler pada tanggal transaksi seperti yang disebutkan:

Harga saham ketike terjadi transaksi Insider di DNAR
Nah bisa diketahui, bahwa harga yang terbentuk di pasar reguler tidak berubah dari hari sebelumnya alias stagnan. Nah, siapakah pembeli 11 juta saham? 11 juta saham tersebut dijual pada harga dibawah harga pasar, yakni 197 dimana harga pasar pada saat itu adalah pada 270 per lembar saham. Bisa diketahui bahwa transaksi non reguler tidak bergantung harga yang terbentuk di pasaran. 

197 x 11 juta menghasilkan 2 milyar. 2 milyar itu cuma 0.13% saja dari jumlah kepemilikan yang dimiliki insider ini sebelumnya. Bandingkan dengan free float atau jumlah saham yang tiap hari ditransaksikan. DNAR termasuk saham yang kurang liquid. Jika 11 juta saham tersebut jatuh ke dalam fund manager dan digunakan untuk menggoreng saham, bisa dibayangkan berapa besar harga saham yang bisa mereka naikkan. 

Transaksi NEGO di BRPT  

Ini adalah sebuah contoh transaksi Insider dan efek yang ditimbulkan pada harga saham. Transaksi nego BRPT terjadi pada akhir 2018. Berikut adalah screenshoot transaksi nego yang terjadi:

Capture transaksi nego BRPT Desember 2018
Delapan juta lot pada harga 1720 dan terjadi pada 4 Desember 2018. Mari kita lihat grafiknya 

Transaksi nego dan "All time high" di BRPT
Harga pada saat itu adalah 411. Ingat, harga ini sudah disesuaikan dengan stocksplit, maka harga pasar ketika itu adalah 411 x 5 = 2055. Artinya dijual dibawah harga pasar. Namun, lihat apa yang terjadi sesudahnya, BRPT dibuat menanjak hingga mencapai harga 1500, atau hampir empat kali dari harga awal. 

Insider ==> Mr. PP 

Kepemilikan setelah menjual 8 juta lot = 26.38%. Posisi saat ketika mencapai harga tertinggi di 1500 (all time high), yakni pada tanggal 27 Dec 2019 adalah 23.56%. Dia menjual tidak sampai 3%. Selain itu, hartanya meningkat 4 kali lipat akibat dari kenaikan tersebut. Ketika harga turun, dia bisa buy back lagi dari uang hasil saham yang dia jual.

Kita tidak pernah tahu 8 juta lot yang dijual pada Desember 2018 atau sekitar 4,49% dari kepemilikannya saat itu apakah punya kontribusi terhadap kenaikan saham secara signikan. 

====================================================================

Jika kita menengok angka-angka tersebut dalam skala persen cukup kecil, namun jika dalam bentuk saham, sebenarnya begitu besar. Milyaran uang berputar setiap hari dan bagi ritel seperti kita hanyalah seperti buih di dalam lautan yang luas. 

Contoh diatas bisa memberikan kita sebuah gambaran bagaimana pengalihan sebuah saham dan begitu kecilnya modal yang kita sehingga kita tidak memiliki kekuatan apapun di dunia saham. Uang milyaran yang kita miliki jika tanpa memiliki kemampuan yang baik dalam money management, di dunia saham akan bisa habis tak bersisa.

Tuesday, March 31, 2020

Pengalihan Saham - Repurchase Agreement

Pengalihan saham merupakan perpindahan saham yang dilakukan oleh pemegang saham pengendali. Sebagaimana diketahui, hanya pemegang saham yang memiliki jumlah saham lebih dari 5% yang wajib diinformasikan ke OJK dan bisa diketahui oleh publik. Selain itu, dalam "laporan registrasi pemegang efek", kita juga bisa mengetahui jumlah saham yang dipunyai oleh Insider atau "orang dalam perusahaan" meskipun jumlahnya tidak signifikan. 

Kurang dari jumlah 5%, maka jangan harap untuk dipublikasikan. Disini adalah wilayahnya fund manager. Bisa jadi merekalah para pembentuk harga saham di pasaran. Perlu untuk diketahui jumlah saham yang dimiliki oleh publik adalah mencakup saham yang dimiliki oleh fund manager tersebut. Jangan salah, 1% dimiliki oleh fund manager bisa membuat harga saham auto rejection bawah berhari-hari jika dijual di pasar reguler.

====================================================================   

Dengan mengetahui apa yang dilakukan oleh pemegang saham pengendali, kita bisa memperkirakan bagaimana masa depan emiten tersebut. Tentunya, jika saham terus diakumulasi oleh pemegang pengendali, maka bisa jadi prospeknya akan cerah. Sebaliknya, jika saham terus dijual hingga kepemilikan publik melebihi jumlah saham yang dimiliki oleh pemegang pengendali, maka bisa dipastikan ada sesuatu yang kurang bagus yang terjadi di perusahaan.

Bagi perusahaan yang bagus, tidak akan banyak melakukan aksi korporasi yang berhubungan dengan permintaan dana dari investor. Perusahaan berfundamental baik, secara otomatis akan selalu diapresiasi pasar dengan baik dan pemiliknya akan buyback atau membeli kembali saham yang dimilikinya karena percaya bahwa perusahaan yang dimilikinya punya prospek masa depan yang cerah. Namun sebaliknya, jika terjadi kesulitan likuiditas, maka pengalihan saham bisa dilakukan karena notabene saham memiliki nilai yang bisa dijadikan jaminan.

Kita bisa melihat peristiwa pengalihan saham yang dilakukan oleh emiten di IHSG dengan membuka situs Bursa Efek Indonesia di https://www.idx.co.id/perusahaan-tercatat/keterbukaan-informasi/.

Repurchase Agreement 

Karena saham merupakan aset yang bernilai, maka perusahaan bisa mendapatkan dana dengan menjaminkan saham yang dimilikinya ke pihak lain. Hal inilah yang disebut dengan repo. Syarat repo bisa bermacam-macam tergantung perjanjian antar kedua-belah pihak. Tulisan yang bagus mengenai Repo bisa dilihat pada blog berikut: https://carajadikaya.com/transaksi-repo-repurchase-agreement/. User manualnya cara melakukan Repo bisa dilihat melalui tautan berikut: https://www.ksei.co.id/Download/User_Guide_REPO_Versi_1.2.pdf

Nah, dibawah adalah contoh repo yang dilakukan oleh $AGII dengan pihak Bank Mandiri. 

Repo saham AGII
Diatas adalah salah satu contoh saja. Nah, tidak jarang repo ini kebanyakan memiliki konotasi negatif. Kenapa demikian?

1. Si peminjam tidak mau membeli kembali saham yang telah di-repo sesuai perjanjian.
2. Harga saham turun secara signifikan sehingga si pemilik dana akhirnya harus menjual rugi.

Ilustrasi no.2 diatas bisa dilihat pada saham-saham gorengan. Disinyalir bahwa harga saham yang naik secara tidak wajar (digoreng) oleh beberapa fund manager kemudian dijual ke pihak lain. Setelah itu, harga saham diturunkan secara signifikan sehingga si pemilik dana harus menjual rugi. Bahkan tidak jarang, harga saham nyungsep hingga menyentuh harga gocap. 

Contohnya adalah Jiwasraya, berikut adalah laporan dari Tirto:

Dalam laporan pada 29 Mei 2013, Jiwasraya tercatat memiliki saham TRAM sebanyak 5,87 persen. Saat itu, harga saham TRAM mencapai Rp1.300-an per lembar. Total investasi Jiwasraya di TRAM saat itu sekitar Rp760 miliar. Pada 28 November 2014, saham TRAM terjun bebas ke angka Rp319,8 per lembar. Sejak saat itu sampai hari ini, harganya tak pernah di atas Rp500 per lembar.

Baca selengkapnya di artikel "Manajemen Lama Menggerogoti Jiwasraya Lewat Dana Investasi", https://tirto.id/dffb

Mari kita lihat grafik perubahan harga sahamnya:

Perubahan harga TRAM 2013-2015
Kita tidak pernah tahu apakah Jiwasraya sudah menjual TRAM atau belum, tetapi bisa dilihat bahwa harga turun secara signifikan. Publik tidak bisa mengetahui bagaimana perjanjian yang dibuat oleh Jiwasraya dan hanya bisa berandai-andai saja. Tetapi, satu hal yang pasti, transaksi Repo pada akhirnya memiliki konotasi yang negatif.
    
Pada bagian selanjutnya, kita akan sambung dengan transaksi nego.

Saturday, March 28, 2020

Cara Dapat Diskon Investasi di Bareksa tanpa Promo

Bareksa merupakan salah satu agen penjual reksadana yang sudah lama ada di Indonesia. Tidak jarang, Bareksa juga banyak menawarkan program promo setiap bulannya yang bisa Sobat Investor ikuti. Namun, sayangnya promo yang ditawarkan oleh Bareksa sifatnya terbatas dan siapa cepat dia yang dapat. Oleh karena itu, jika tidak sigap, maka Sobat Investor tidak akan bisa mendapatkan promo yang diselenggarakan. Biasanya promo berupa hadiah cashback atau juga paket reksadana senilai tertentu.

Promo yang diselenggarakan Bareksa bisa dikatakan cukup bagus untuk menarik minat kita dalam berinvestasi. Bareksa tidak hanya menawarkan paket reksadana, tetapi juga emas, surat utang negara dan program paket investasi seperti umroh dengan cara menabung reksa. Mimin pun bolak-balik merasakan juga promo dari Bareksa. Salah satu contoh hadiah promo yang mimin dapatkan adalah seperti gambar dibawah.
Menang Promo di Bareksa
Jika Sobat Investor mendapatkan promo, maka pihak Bareksa akan mengirimkan e-mail ucapan selamat dan pengumuman pemenang akan diumumkan di Instagram Bareksa.

Nah, kembali ke topik judul diskusi, bagaimana mendapatkan diskon investasi di Bareksa tanpa promo? Hal ini bisa dilakukan. Misalkan, Sobat Investor membeli reksadana sebanyak 100ribu rupiah, namun kalian bisa hanya dengan menebus hanya 50ribu rupiah.

Caranya adalah sebagaimana berikut:
1. Anda harus membayar dengan menggunakan e-wallet OVO pada saat transaksi di Bareksa.
Bayar dengan OVO

2.
Pastikan anda memiliki OVO point yang bisa digunakan sebagai mengurangi jumlah pembayaran dari Bareksa. OVO point bisa didapatkan dengan cara berbelanja di Tokopedia dan menggunakan kupon atau menggunakan kode promo. Ingat, transaksi di Tokopedia untuk mendapatkan OVO point tidak harus dengan belanja, tetapi bayar tagihan rutin seperti pulsa, PLN, BPJS dan lain sebagainya juga bisa mendapatkan OVO point. Jadi, tidak ada uang yang dikeluarkan, yang ada cuma cara pengalihan pembayaran dengan menggunakan Tokopedia.
Gunakan OVO point sebagai Pembayaran

3. Pilihlah pembayaran dengan menggunakan OVO dan ingat untuk segera membayar karena jika menggunakan OVO, waktu transaksi hanya berkisar 30 detik saja. Pastikan untuk memilih pembayaran utama adalah dengan OVO point. Jika waktu telah terlewat, bisa kembali lagi ke menu Bareksa dan mengulang transaksi dengan menggunakan OVO.

30 detik untuk menyelesaikan transaksi
4. Selamat OVO point anda akan terpotong dan menjadi diskon untuk membeli reksadana di Bareksa.

Pembelian reksadana di Bareksa berhasil
Tentu saja hal ini sangat menguntungkan. Selama ini OVO point hanya menjadi potongan ketika kita bertransaksi saja. Sekarang bisa jadi potongan untuk berinvestasi. Jadi, jika anda memiliki OVO point dan bingung untuk digunakan, maka alangkah baiknya diinvestasikan di Bareksa mengikuti cara diatas.

Selamat Mencoba

Friday, March 27, 2020

Cara Trading Emas: Bagian-3 : Mulai Trading

Kita bisa mulai bertransaksi emas dengan mendaftar di beberapa platform fintech emas. Dibawah adalah contoh fintech yang bisa dicoba. Nikmati bonus jika mendaftar dari tautan yang diberikan.

1. Tamasia ==> Daftar dan gratis emas senilai 10ribu rupiah kode: WPWTNNX 
3. Treasury      ==> Daftar dan gratis emas senilai 0,03 gram 

Setelah mendaftar, jangan lupa lengkapi data diri. Dan, Sobat Investor siap untuk memulai investasi emas. Pada bagian akhir, mimin akan sedikit jelaskan megenai program promo jika mendaftar dari platform yang disediakan diatas.

Kita tidak bisa mengetahui secara tepat kapan harga emas akan naik, maupun turun. Tetapi, kita bisa memperkirakan potensi kapan saat yang tepat untuk membeli emas. Ingat, harga emas akan selalu naik, tetapi kita harus memperhatikan bahwa ada biaya-biaya yang harus kita tanggung. Hal ini membuat kita tidak akan bisa langsung serta merta untuk menjual emas yang telah kita beli. Hanya ketika harga emas telah naik signifikan dan menutup harga beli, maka kita bisa menjual emas yang telah kita miliki. Ini bisa berbulan-bulan bahkan bertahaun-tahun. Tetapi, intinya harga emas akan terus naik. Dan, saat yang tepat membeli emas adalah saat ekonomi sedang tumbuh bagus. Jangan beli ketika krisis atau inflasi yang tinggi karena harganya akan naik secara signifikan. 

Dikarenakan harga emas mengikuti dari harga pasar. maka kita bisa menggunakan acuan pergerakan harga emas sebagai patokan kapan untuk membeli. Emas harganya akan selalu naik, maka hal yang perlu dipertimbangkan secara matang adalah kapan waktu yang tepat untuk membeli.

Silahkan masuk ke akun https://www.tradingview.com/ untuk mulai mengetahui fluktuasi harga emas. Pilih kode XAUIDRG artinya harga emas dalam satuan rupiah. Jangan lupa, harga emas disini adalah dalam satuan gram.

Masuk dan buat analisa di dalam grafik tersebut. Bikin titik pivot dimana harga emas akan menyentuh titik tersebut seperti ditunjukkan pada gambar dibawah.

Trading View XAUIDRG
Nah, jika dilihat dari gambar, maka mimin berkesimpulan bahwa harga emas bisa rebound dibawah 760ribu rupiah pergram. Ini cuma menebak saja. Nah, mimin pasang alert untuk memperingatkan mimin ketika harga emas telah berada dibawah 760ribu rupiah. Ketika harga emas telah berada dibawah 760ribu, secara otomatis aplikasi tradingview akan memberikan sinyal kepada mimin untuk beli. Mimin kemudian buka aplikasi emas yang mimin miliki dan beli sesuai dengan uang yang mimin miliki.

Uang yang dipakai haruslah uang dingin dan tidak terpakai agar kita tidak perlu menjual ketika butuh duit. Tahan selama mungkin dan jual ketika harganya sudah meningkat pesat. 

Pada bagian penutup, mimin akan memberikan diskon emas yang bisa Sobat Investor manfaatkan setiap bulan ketika masih ada. Silahkan daftar Tamasia, Treasury dan juga e-mas sesuai dengan tautan yang diberikan diatas. Selain itu, daftar Jenius BTPN juga. 

Nah BTPN menawarkan promo setiap bulan dimana ketika kita membelanjakan 500ribu uang kita, termasuk di aplikasi Tamasia dan Treasury, maka kita akan mendapatkan cashback 50ribu pada bulan depannya. Lengkapnya, bisa disimak dibawah ini:

Jenius Pay diskon 50ribu untuk pengeluaran sekitar 500ribu di Tamasia, Treasury dan juga e-mas
Nah dengan diskon promo Jenius setiap bulan tersebut, maka kita bisa menghemat sekitar 10% dari total biaya yang kita keluarkan setiap bulan (500ribu) untuk membeli emas. Kita bisa menggunakannya di satu dari tiga platform yang disediakan diatas, yakni Tamasia, Treasury dan juga e-mas. Ini juga belum termasuk apabila ada diskon lainnya dari ketiga platform tersebut. 

Manfaatkan kesempatan yang ada. 

Thursday, March 26, 2020

Cara Trading Emas: Bagian-2 : Platform dan Biaya

Kita sudah mengetahui keuntungan emas sebagai salah satu bentuk investasi pada bagian-1. Kali ini, kita akan mengupas platform jual beli emas. Melalui platform ini kita bisa bertransaksi jual-beli emas. Banyak sekali platform yang telah hadir di negara kita khususnya fintech yang menawarkan jual-beli emas. Dimana, platfrom tersebut juga menghadirkan aneka promo setiap bulannya sehingga kita bisa membeli emas dengan harga diskon. Selain itu, mereka juga menawarkan pembelian emas dengan satuan harga rendah. Kita bisa membeli emas minimal dengan uang 10ribu rupiah. Jadi, Sobat Investor tidak perlu modal yang tinggi untuk mulai menabung emas. 

1. Tamasia ==> Daftar dan gratis emas senilai 10ribu rupiah kode: WPWTNNX 

Silahkan Sobat Investor mendaftar melalui tautan diatas dan menjadi orang yang saya rekomendasikan sehingga berkesempatan mendapatkan emas gratis. Emas yang Sobat Investor beli pada platform tersebut adalah emas digital dan nilainya berubah mengikuti harga pasar. 

Tentu saja ada biaya yang perlu diketahui dalam membeli emas, dimana biaya ini bisa mengurangi keuntungan investasi kamu. Apa saja biaya yang perlu Sobat Investor ketahui. Berikut adalah ringkasannya:

A. Pajak
Pajak transaksi emas diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 34 tahun 2017 dimana perdagangan emas batangan akan dikenai PPh 22. Besarannya adalah 0.9% jika anda tidak memiliki NPWP dan 0.45% jika anda memiliki NPWP. Nah, ada platform yang membebankan pajak ini ke pembeli dan ada platform yang sudah include dalam pembelian emas. Salah satu platform fintech yang harga jual emasnya sudah termasuk pajak adalah Tamasia. 

B. Spread
Spread disini adalah selisih antara harga beli dengan harga jual emas dalam sebuah platform. Spread ini adalah margin keuntungan yang diambil oleh toko emas. Misalkan, kita lihat contoh dibawah yakni platform e-mas

Platform E-mas
Harga beli emas di e-mas, bisa dilihat pada gambar diatas adalah sekitar 34ribu per gram. Spread tiap-tiap platform berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Bisa dilihat pada bagian bawah kanan pada gambar tersebut, ada tanggal dan waktu yang menunjukkan kapan data ini diambil. Artinya, hal ini menunjukkan bahwa harga di platform ini mengikuti harga yang fluktuatif di pasar setelah ditambahkan margin keuntungan dalam bentuk spread antara harga beli dengan harga jual.

C. Pencetakan Emas
Emas yang kita beli dari tiga platform yang mimin sebutkan adalah emas dalam bentuk digital yang dibeli berdasarkan harga perdagangan saat ini. Jika ingin dicetak dalam bentuk emas batangan, ada biayanya juga. Semakin besar berat emas yang ingin dicetak, maka biayanya akan semakin tinggi. Namun, dengan jumlah berat yang sama untuk keping yang berbeda, semakin berat emas akan semakin hemat. Berikut adalah biaya cetak emas di Pegadaian.
Biaya cetak emas
D. Biaya lain-lain
Biaya lain-lain seperti biaya ongkos kirim jika kita ingin emas yang telah dicetak dikirimkan ke rumah kita. Atau, biaya safe deposit box, jika kita ingin menyimpan emas cetak tersebut di Bank atau institusi penyimpanan lainnya. Sebagai informasi, jika menggunakan platform Tamasia, maka gratis biaya simpan dan juga pajak.

Dari keempat biaya tersebut, bisa jadi investasi emas menjadi suatu investasi yang kurang menarik, pada awalnya. Namun, ketika terjadi krisis, sudah terbukti bahwa emas ini nilainya akan semakin meningkat dan uang yang kita miliki malah tergerus nilainya. Inilah mengapa kita juga perlu menginvestasikan sedikit uang yang kita miliki dalam bentuk emas. Dalam jangka panjang, maka akan sangat memberikan benefit bagi para Sobat Investor sekalian.

Platform diatas juga tidak jarang memberikan promo. Hal ini bisa jadi akan sangat mengurangi biaya-biaya yang kita keluarkan ketika membeli emas.

Pada bagian selanjutnya, kita akan menuju ke bagian akhir tulisan ini yaitu menentukan waktu yang baik untuk membeli emas.

Keep Stay Tuned  

Popular Posts